Si Helene itu orang yg tak tahan bilamana melihat dokumenter di TV ttg kejadian yang mengenaskan. Tempo hari dia hampir- hampir menangis gara-gara melihat tayangan di TV ttg matinya perempuan yg dibunuh oleh kakaknya sendiri, karena perempuan itu ingin merdeka dari kungkungan keluarga yg kolot.
Lalu kali ini dia mendengar berita bahwa siang hari nanti akan ada demonstrasi utk mendukung penduduk Palestina yang lagi berperang dengan Israel. Kali ini juga hammpir-hampir si Helene itu nangis lagi, ka- rena ada anak yang mati ketembak serdadu Israel. Begitulah yg diberitakan oleh TV. Pergilah dia ketempat Travalgar utk sama-sama dengan yang lainnya utk protes terhadap Israel agar menghentikan pepe- rangannya di Gaza. 20, 30, 40 rebu orang pada kumpul ditempat yg ditentukan. Helene masuk kerombongan, tapi bagi dia ada perasaan yg tidak begitu nyaman utk dilihat dan didengar. Kadang ada ucapan arab, kadang ada ucapan bahsa afrika dicampur dg bahasa Ing- gris berlogat Arab. Ternyata demonstator itu terdiri dari orang-orang yang berjenis khusus, jenis gambaran yang dia pernah lihat di TV dalam kasus pembunuhan perempuan oleh kakaknya itu. Kebanyakan laki-laki dirombongan itu berwajah suram dan seram. Brewok, pandangan mata keji, tabiat brutal dan tak ada suatu hal yang membuat si Helene itu nyaman diantara mereka. Dia temukan juga beberapa orang ber-ras Eropa spt si Helene, orang bilang, orang-orang itu dari haluan ko- munis dan kiri radikal Eropa. Dirombongan itu ada kaum perempuan. Tapi ini juga asing bagi si Helene. Perempuan-perempuan itu bercadar hitam dan digiring oleh petugas keamanan demonstrator bak kita meng- giring kambing. Salah satu petugas keamanan mengambil pengeras suara : " Harap diperhatikan, harap diperhatikan ! Jangan sekali- sekali ada pikiran untuk menggasak toko selama kita pawai. Karena hal spt itu akan merusak gambaran kita ! " kata dia. Memang bukan hal aneh. Jika orang-orang brewokan yang se- ram itu turun kejalan utk demonstrasi, ujung-ujungnya to_ ko-toko itu pada kehilanngan barang, dicuri oleh para de- mostran. Rombongan berjalan, langkah Helene terasa digusur karena ada perasaan terppaksa sudah ada ditempat. Antusias semula mulai pudar didalam diri Helene. Di dalam Helene, ada pera- saan bahwa dia itu sudah terkena propaganda. Sadar bahwa tayangan di TV dan kenyataan ditempat adalah sangat ber- beda. Hujan mulai turun dan rombongan demonstrasi bubar. Helene meras lega untuk akhirnya melangkah untuk pulang kerumah. " Habis darimana Helene ? " kata ibunya yang lagi minum teh dengan tetangga. Helene tak menjawab, masuk kekamar dan mengunci diri untuk beberapa saat. Menenangkan jiwanya yang merasa telah tertipu. ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
