http://www.tempointeraktif.com/hg/hukum/2009/01/13/brk,20090113-155126,id.html
Teroris Asal Singapura Diancam Hukuman Mati Selasa, 13 Januari 2009 | 18:19 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta: Teroris asal Singapura yang tertangkap di Palembang, Muhamad Hasan alias Fajar Taslim, diancam hukuman mati. Ia didakwa terlibat dalam perencanaan sejumlah aksi teror di Indonesia. "Ancaman maksimalnya ya hukuman mati," kata Jaksa Penuntut Umum, Totok Bambang, usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (13/1). Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menggelar sidang perdana dengan tiga terdakwa kelompok teroris Palembang. Mereka adalah Muhamad Hasan, Ali Mashyudi alias Zuber, dan Wahyudi alias Piyo. Dalam dakwaan kesatu primer, jaksa menggunakan Pasal 15 juncto Pasal 6 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2002 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme. Sedangkan dakwaan subsidernya adalah Pasal 15 juncto Pasal 7. Totok menjelaskan, Muhamad Hasan hadir dalam perencanaan upaya pembunuhan terhadap Pendeta Walean di Jakarta pada Agustus 2006. Ia juga mengetahui rencana pembunuhan Pendeta Yosua di Lembang, Jawa Barat, sebulan berikutnya. Warga Singapura itu juga didakwa merencanakan pembunuhan terhadap guru SMP di Palembang bernama Dago Simamora. Dago menjadi target karena menyinggung siswi yang mengenakan jilbab di sekolah. Terakhir, ia terlibat dalam rencana pengeboman Kafe Bedudel di Bukittinggi, Sumatera Barat. Kecuali penembakan guru, semua upaya teror mereka gagal. "Peledakan bom di Kafe Bedudel gagal dilaksanakan karena di dalam kafe ada beberapa perempuan yang berkerudung," ujar Bayu Adhinugroho, jaksa penuntut yang lain, saat membacakan dakwaan. Terdakwa Piyo juga disebut terlibat dalam perencanaan sejumlah aksi teror. Namun, perannya lebih banyak sebagai pertugas survei lokasi atau sasaran. Sedangkan Zuber berperan sebagai perakit bom tupperware untuk diledakkan di Kafe Bedudel. Muhamad Hasan merupakan anggota Jamaah Islamiyah wilayah Osman Singapura. Ia dibaiat pada Oktober 1998 oleh Abdullah Sungkar di Kuala Pila, Malaysia. Pada 2000 Muhamad Hasan mengikuti pelatihan kemiliteran di Afganistan sebagai syarat untuk naik pangkat. "Terdakwa adalah mantan pasukan elite Singapura," kata jaksa Totok. DESY PAKPAHAN [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
