Iwan piliang ada di face book
Sebagian dibawah ini ada infonya, mungking sedikit membantu.
Yang jelas wartawan yang tangannya gatel menulis segala sesuatu.
Tak ada rahasia istilah kerennya, jadi semua bisa ditulis di blok nya.

+++++++++++++
Berjuang mengalirkan kata menyusun kalimat, membersihkan hati nurani, 
mengasah budi. Begitu pesan Ibu sebelum wafat. Aku jawab, "Siap Ibu." Tetapi 
di dalam hati, aku berkata, inilah barangkali yang hanya bisa kulakukan; 
selemah-lemahnya iman.
Information
  Relationship Status:
  Married
  Birthday:
  July 16, 1964
  Hometown:
  Dki Jakarta, Indonesia
  Website:
  http://blog-presstalk.com
  http://www.presstalk.info
  http://www.partaionline.org
----- Original Message ----- 
From: "Habe Proletar" <[email protected]>
To: <[email protected]>
Sent: Tuesday, January 13, 2009 10:18 AM
Subject: Re: [proletar] Habe mau mereka bunuh


Edizal, saya kirim email apakah sampai ke sampeyan?
Sudah lamo indak bersuo kito...( ini bener tidak bhs minangnya? )

Edi kenal dgn si Iwan Piliang ?
Dia itu siapa di Indonesia?

eh ada anak anak sini yg kenal si piliang?
Kasi tau gua dia itu siapa?





________________________________
From: edi zal <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Monday, January 12, 2009 4:23:46 AM
Subject: [proletar] Habe mau mereka bunuh


Sehelai kain kafan tergeletak usang di sudut waktu yang mulai matang. Konon 
kabarnya disediakan oleh fans Habe yang tidak mau disebutkan namanya. 
Lantaran Habe tidak modar-modar juga, kain kafan itu ditiupi bernyawa oleh 
Tuhan dan berhasrat menunggangi sepeda tua mengelilingi dunia.

Tak tahu aku sudah berapa banyak kain kafan yang dialokasikan buat Habe 
karena ancaman pembunuhan terhadapnya sudah dikumandangkan jauh hari sebelum 
teroris Islam mencabik-cabik Mumbai, sebelum tragedi Bali/London/ 
Madrid/Beslan, bahkan sebelum teroris Islam menciptakan tragedi 11 September 
di New York sana.

Habe adalah kata sifat dari ketegaran dalam kebebasan hidup. Hengkang dia 
dari Indonesia dan meloncat dari suatu negara kafir ke negara kafir lainnya 
di bawah lindungan Tuhan sampai akhirnya terdampar di negeri Paman Sam yang 
membuat logikanya lebih tajam.

Agaknya jiwa Amerika yang pernah dilantangkan oleh Presiden Franklin D. 
Roosevelt tahun 1941 di depan kongres akan pentingnya kebebasan untuk 
berbicara, kebebasan berkeyakinan, kebebasan dari kesengsaraan atau 
kemelaratan, dan kebebasan dari ketakutan sudah menyatu dalam kromosom Habe. 
Di sinilah letak permasalahannya bagi banyak umat yang masih berjiwa 
primitif sehingga memimpikan kepala Habe dihajar dengan sisi Qoran dan kedua 
bijinya halal dijadikan sate.

Lantaran sudah banyak merasai pahit getirnya perjalanan hidup dan dibesarkan 
dalam lingkungan yang menghargai kebebasan berpendapat sebagai manusia 
merdeka yang sesungguhnya, nampaknya ancaman kematian yang dilayangkan 
kepadanya tidak membuatnya bergeming dan tetap mengabari orang Indonesia apa 
yang dilihatnya dan apa yang menyentuh perasaannya di Amerika sana.

Sudah jelas ancaman pembunuhan tersebut tidak hanya milik mantan muslim 
seperti Habe dan Jusfiq, tapi juga mereka yang dianggap melahirkan tafsir 
Qoran yang berbeda dengan kaum fundamentalis. Orang Ahmadiyah atau perempuan 
Irshad Manji, bahkan Gus Dur dan Ulil Abshar-Abdalla yang berpikiran liberal 
juga tak luput dari intaian maut kaum pengecut yang mengacung-acungkan 
halaman Qoran untuk membenarkan keberingasannya. "Halal darahnya diminum!" 
merupakan jargon yang kedengaran sedikit kurang bengis daripada ungkapan 
"Dia halal dibunuh!" yang sering kita dengar dari mulut manusia anarkis yang 
sok moralis.

Dulu Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono pernah membenarkan Al Faruq dari 
jaringan Al Qaeda yang tertangkap berencana menghabisi Megawati dua kali 
yang salah satunya waktu pertemuan pengurus PDI Perjuangan tahun 1999. 
Untungnya Al Faruq dibuntungi kakinya oleh Tuhan karena bomnya meledak di 
Mal Atrium Senen. Belakangan ini SBY-JK, Andi Mattalata, Hendarman Supandji, 
AH Ritonga, dan seluruh hakim + jaksa yang dianggap terlibat dalam 
penghilangan nyawa Amrozi cs juga dihalalkan nyawanya yang diserukan lewat 
internet.

Yang tidak bisa menarik garis tegas antara "fitnah" yang tak berdasar dan 
"kritik" yang ada faktanya akan tetap berada di bawah tempurung dan bahkan 
fakta nyata mengenai kenaifan ajarannya tidak akan mau diterimanya. Jadinya, 
pembeberan fakta nyata ini membuat banyak kaum fundamentalis yang senang 
terus berada di bawah panji-panji imperialisme budaya Arab kalap dan tidak 
bisa lagi melihat dengan pandangan jernih apa yang terpampang di depan 
matanya.

Setiap kritikan dianggap begitu saja sebagai fitnah dan perlu dihabisi yang 
akibatnya masyarakat yang mestinya lambat laun keluar dari tradisi berpikir 
primitif menjadi mandul atas keberadaan kelompok kecil yang beringas ini.

Kritikan sangat diperlukan bagi perkembangan pikiran dan jiwa yang sehat 
agar bisa maju seperti masyarakat maju yang mengedepankan alur pikiran 
rasional dan bukannya irasional yang tidak dapat dipertanggungjawabk an 
kebenarannya. Mereka yang menindas dan membelenggu pikiran banyak orang 
dengan tindakan liarnya tersebut tidak lebih daripada gerombolan penjahat 
dalam masyarakat. Kehadiran kelompok ini membuat jurang kesenjangan antara 
negara maju dan negara berkembang dalam segala segi kian menganga saja, 
suatu kelompok yang mestinya sudah musnah dalam zaman modern dewasa ini.

Pikiran Habe adalah titisan wacana Sartre yang menganggap manusia sebagai 
keseluruhan dengan kebebasannya yang otonom dan bersifat mutlak. Dia hanya 
menggunakan haknya sebagai manusia bebas yang membedakannya dengan manusia 
impoten yang tidak punya keberanian mengkritisi kitab suci yang bermuatan 
abu-abu sehingga menimbulkan interpretasi beragam yang bermuara pada 
huru-hara abadi di dunia ini.

Yang diinginkannya hanyalah agar tiap orang membuka mata, mengedepankan akal 
sehat dalam mengkaji ulang dogma agama yang irasional dan tidak membiarkan 
begitu saja suatu kelompok mengklaim kebenaran penafsirannya sendiri. Yang 
diinginkannya hanyalah agar tiap orang menggunakan otaknya secara maksimal, 
berucap dan berbuat atas paham empiris-matematis yang terukur dan bukannya 
dogma ilusif yang sudah terpendam di liang kubur.

Jadi, Habe saw (peace be upon you)! Kalau modar engkau dihabisi teroris 
Islam, modarlah kau sendiri. Kendati tak sehelai kain kafan pun menantimu, 
modarlah tanpa ada yang disesali. Sebab kita adalah anggota barisan panjang 
yang menuju terminal terakhir penghidupan sebelum tersepih lagi menjadi 
bagian dari debu yang terkadang mengangkasa jauh menuju galaksi yang tak 
bernama, mendarat di atas onggokan kotoran manusia, menempel di atas puting 
susu seorang dara, dan sebagainya tanpa kain kafan dogma agama yang 
mengerikan itu.

edizal






[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links





------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke