Mencermati sikap politik luar negri Obama: *Siapa pun presidennya, takkan merubah wajah Palestina*
date written: 21 Januari 2009, 01:17 WIB Gedung pusat politik Amerika Serikat (AS) itu penuh sesak! Jutaan warga AS dari seluruh pelosok memadati Capitol Hill, Washington, Selasa (20/1) siang waktu setempat, menyaksikan parade inagurasi pelantikan terpilih AS, Barack Hussein Obama. Obama resmi dilantik menjadi presiden ke-44 AS, sekaligus menjadi presiden pertama AS keturunan Afrika-Amerika. Dalam cuaca dingin mendekati nol derajat celcius, Obama diambil sumpah, di tengah kekhawatiran memburuknya perekonomian AS dan tingginya harapan perubahan yang dibawanya. Puncak perayaan pelantikan Obama-Joe Bidden adalah tradisi doa pagi di Gereja St. John's Espicopal, melintasi Taman Lavayette yang terletak di belakang Gedung Putih, dan berakhir dengan pesta dansa dalam perayaan 10 bola inagurasi hingga larut malam. Setelah berdoa di Gereja St. John's Espicopal, Obama dan Istri, Michelle, diundang coffe morning bersama oleh Presiden George W Bush dan istri, Laura di Gedung Putih. Tepat pukul 12.00, Obama melangkah ke sisi barat Capitol untuk diambil sumpahnya. Dalam pidato perdananya setelah dilantik, Obama menyinggung soal Krisis ekonomi dalam negeri Amerika, yang saat ini membuat tingkat pengangguran meningkat. Dalam kesempatan itu Obama juga mengemukakan sikap politik luar negerinya dengan menjanjikan perdamaian bagi Irak dan Afganistan. Obama juga menyatakan bahwa, AS merupakan negara bagi semua agama, baik itu Kristen, Islam, Yahudi, Hindu dan non-agama. "Bagi dunia Muslim, kami ingin mencari sebuah jalan baru, berdasarkan kepentingan bersama dan saling menghormati", katanya. Akan tetapi, sungguh sangat disayangkan Obama tidak menyebutkan secara spesifik soal Gaza, meski pun sebelumnya Gaza menjadi isu sentral terpenting, dimana seluruh negara-negara di dunia mengecam tindakan sadis Israel atas penduduk sipil Palestina. Ia hanya menyatakan bahwa siapa pun yang mencapai tujuannya dengan cara terror dan membunuh orang-orang tak berdosa, "Kami katakan sekarang bahwa semangat kami lebih kuat dan tidak bisa dikalahkan. Anda tidak bisa menjatuhkan kami, dan kami akan mengalahkan Anda". Entah kepada siapa pernyataan Obama tersebut diarahkan: kepada Israelkah atau kepada rival-rival Amerika yang telah di-cap sebagai "terroris" selama pemerintahan presiden Bush? Boleh jadi, lobi kaum Zionis yang berpengaruh di Capitol Hill, yaitu American Israel Public Affairs Commitee (AIPAC), awal Juni 2008 lalu, telah memperingatkan Obama sehingga ia harus tetap diam dalam hal konflik Gaza. Empat hari jelang acara pesta pelantikan itu, mesin-mesin perang Israel, yang mencerminkan kedekatan Israel dan AS - sebagian besar buatan AS - seperti F-15, F-16, rudal-rudal dan helikopter Apache, tiba-tiba berhenti meraung. Israel mengumumkan gencatan senjata sepihak pada Sabtu (17/1), untuk "menghormati" upacara pelantikan presiden AS terpilih itu. Selanjutnya, sangat mudah ditebak: perhatian dunia beralih ke negeri Paman Sam, setelah belakangan seluruh mata dunia menyoroti parade kekejaman Israel di Palestina selama tiga minggu yang membunuhi lebih dari 1,300 warga sipil Palestina dan melukai ribuan lainnya. Entah skenario apalagi yang bakal digelar oleh persekongkolan Zionis Israel-Amerika. Strategi jitu Zionis Israel untuk keluar dari tekanan dunia internasional akibat ulahnya membunuhi ribuan rakyat sipil Palestina, nampaknya berhasil, yaitu dengan cara memanfaatkan momentum penting bangsa Amerika! Skenario pengalihan perhatian dunia pada konflik Palestina yang dilakoni kaum Zionis ini nampaknya serupa dengan skenario pengalihan opini dunia atas kasus yang sama beberapa tahun silam; tatkala Zionis Israel menuai petaka di bumi Palestina tahun 2000 lalu. Kecaman dunia Internasional berhasil dialihkan kaum Zionis dengan membuat skenario pengeboman Gedung WTC, pada 11 September 2001. Segala upaya dilakukan Zionis Israel untuk melepaskan diri dari tekanan dunia internasional meski harus membuat skenario tragedi bagi bangsa Amerika. Masih segar dalam ingatan kita tatkala gedung kembar WTC runtuh. Kehancuran salah satu gedung tertinggi di dunia tempat ribuan orang berlalu-lalang melakukan transaksi bisnis sehari-hari itu, mengundang kesedihan yang mendalam bagi rakyat Amerika. Setiap orang yang mempunyai perasaan sensitif terhadap rasa kemanusiaan langsung mengutuk keras aksi terorisme yang konon menelan ribuan jiwa itu. Miliyuner asal Afganistan yang juga merupakan buronan no. 1 FBI, Osama bin Laden dituduh berada di belakang aksi terrorisme itu. Skenario selanjutnya adalah negara-negara di dunia disatukan oleh tragedi bangsa Amerika itu di bawah komando Amerka, dalam rangka memerangi terrorisme Islam; dan ujung-ujungnya Zionis melalui Amerika melakukan agresi militer besar-besaran terhadap Irak dan Afganistan dengan dalih 'terrorisme'. Di sisi lain hal ini semakin mempermudah bagi kaum Zionis menuai petaka atas rival-rival mereka dengan dalih 'memerangi terrorisme'. Untuk itu, ke depan, rasanya kita patut mencermati berbagai skenario dan konspirasi global yang bakal digelar Zionis Israel dan sekutunya Amerika. Berangkat dari pernyataan sikap politik luar negri Obama dalam pidato perdananya tersebut di atas, kiranya dapat semakin memperkuat keyakinan kita bahwa sikap politik luar negeri AS terhadap konflik Palestina tidak akan pernah berubah secara fundamental, siapa pun Presidennya. Wallahua'lam. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
