---------- Forwarded message ----------
From: utusan.allah <[email protected]>
Date: 2010/4/23
Subject: [proletar] Re: aahh memang payah. (lihat ayub yahya...)
To: [email protected]




Ya emang payah..

Lihat posting-posting ayub yahya yang nggak sanggup melihat kenyataan bahwa
dia itu dungu kayak anjing ketika dia membaca posting orang dari Eindhoven..

Dia bukannya berusaha untuk mencerdaskan dirinya tapi malah jadi kammpiun
tukang fitnah..

--- In [email protected] <proletar%40yahoogroups.com>, v 3 t o
<karv...@...> wrote:
>
> 3 th yang lalu di kantor, saya menemani seorang tamu dari malaysia,
setelah
> makan siang kami punya sedikit waktu untuk berbincang-bincang ngalor
ngidul,
> lalu dia mengatakan bahwa Pemerintah indonesia itu payah dan miskin,
karena
> pada saat itu dia melihat berita bahwa masih banyak sekolah2 yang tidak
> layak untuk digunakan dan kondisi gurunya sangat memprihatinkan, dia
> mengutarakan pendapatnya tsb menggunakan bhs melayu malaysia dan dengan
> ekpresi muka yang menurut saya sedikit menghina.
>
> pada awalnya saya emosi, rasa kebangsaan dan nasionalime saya muncul
> seketika, karena dia tamu yang harus saya hormati, saya diam sejenak dan
> dengan senyum yang dipaksa, setelah emosi rada reda lalu muncul kesadaran
> bahwa memang apa yang dia katakan itu adalah realita, sesuatu keadaan yang
> memang sangat memilukan dan mengharukan, bangsa besar ini tidak mampu
> membuat sekolah yang layak untuk rakyatnya.
>
> coba saja lihat di pedesaan dan bahkan ada ditingkat kabupaten, masih
banyak
> berdiri sekolah2 yang kondisinya sangat memilukan seolah-olah negara ini
> seperti negara dunia ketiga yang sangat miskin dan tidak mempunyai
kekayaan
> apapun.
>
> dengan kondisi ini , lalu muncul kesadaran lain, apa perlunya rasa
> kebangsaan ? apa perlunya nasionalisme ? apa perlunya bangga ? jika pada
> kenyataannya memang demikian.
>
> jika saya atau anda pergi keluar negeri, lalu orang2 disana menganggap
anda
> adalah teroris, apakah anda tersinggung ?
> atau jika ada yang mengatakan bahwa Indonesia adalah negara para koruptor,
> apakah kita harus tersinggung ?
>
> seingat saya dulu pada saat marak2nya kejadian bom bali, ada cerita dan
> pengalaman dari teman yang sedang bepergian ke luar negeri, saat petugas
> bandara setempat mengetahui bahwa dia berasal dari indonesia, dia
diperiksa
> bak seorang teroris tentu secara pribadi dia sangat tersinggung sekali
> dengan perlakuan tsb tapi apa mau dikata, mereka-mereka takut dan trauma
> dengan kejadian yang sering terjadi di indonesia, mereka tidak bisa
> disalahkan.
>
> kejadian yang baru terjadi seperti di pelabuhan batam baru-baru ini,
> gara-gara ada pekerja indonesia yang dikatakan bodoh, lalu beramai-ramai
> merusak tempat sendiri untuk mencari nafkah,
> seharusnya yang perlu disikapi adalah "introspeksi" terlebih dahulu,
mengapa
> orang asing tsb mengatakan "bodoh", saya yakin mereka tidak akan berani
> sembarangan menggunakan kata-kata penghinaan dan tentu pasti ada sesuatu
> yang membuat mereka terpaksa mengatakan kata bodoh tsb.
>
> tapi apa mau dikata, semua sudah terjadi, benar bahwa tidak ada manusia
yang
> mau dikatakan bodoh tapi jika memang kenyataan bodoh harus gimana lagi ?
>
> secara umum memang manusia sulit untuk melakukan instrospeksi diri dan
lebih
> mudah melakukan ekstrospeksi diri.
>
> kasus-kasus priok, batam dan kasus2 lainnya harusnya menjadi tanggung
jawab
> pemerintah dan sepenuhnya adalah kesalahan pemerintah, jika pemerintah
tidak
> mau disalahkan, lalu kita harus menyalahkan siapa lagi ?
>
>
> aah memang payah....
>
> salam,
> veto
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>

 



-- 
Jusfiq Hadjar gelar Sutan Maradjo Lelo


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke