Jum'at kemarin dalam perjalanan JKT-BDG lewat tol Cikampek,
masyarakat terhadang macet yang cukup panjang. Setelah
tersendat-sendat hampir 2 kilometer, barulah para orang-orang
tahu bahwa kemacetan disebabkan arus kendaraan yang terpaksa
menyibak ke lajur kiri dan kanan menghindari sebuah truk yang
terguling melintang persis di tengah badan jalan.
Yang bikin senyum kecut adalah para pengguna jalan dibiarkan
berdesakan sampai persis di dekat truk tersebut. Padahal,
melihat banyaknya petugas Jasa Marga yang berkerumun di sana,
bisa dipastikan truk itu sudah cukup lama tergolek begitu.
Lucu, samasekali tidak ada petugas yang terpikir untuk
mundur ke belakang memberi aba-aba ke semua kendaraan agar
mengurangi kecepatan lalu mengatur supaya jauh sebelum
lokasi kecelakaan arus kendaraan sudah menyibak - seperti
kalau terjadi masalah di sirkit-sirkit balap itu.
Atau memang seperti ini demokrasi yang dimengerti SBY?
Masyarakat dibiarkan berebut mencari jalan sendiri-sendiri
sementara para petugas yang harusnya bekerja mengatasi
masalah cuma beramai-ramai sibuk menunggu fasilitas yang
mereka perlukan untuk bekerja. Kemacetan hanya dilihat
dalam konteks sebab-akibat yang tak terelakkan dan, karena
itu, harus diterima sebagaimana adanya..
Lalu, untuk apa tarif tol dinaikkan kalau para petugasnya
tetap jongkok?
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/