kalo buat jusfiq lagu itu bisa pula berganti 'ratapan anak tiri', oleh sebab 
itu dia benciiii sekali sama perempuan.

http://www.youtube.com/watch?v=EnTlzu09wd8




--- In [email protected], PAREWA <parew...@...> wrote:
>
> ...ketawa lagi si ambon nyanyi jadul hehehe.
> Kalau buat si jusfiq lagu itu berganti "memang karampang tak 
> bertulang...hehehe 
> 
> --- Pada Sel, 20/7/10, sunny <am...@...> menulis:
> 
> Dari: sunny <am...@...>
> Judul: [proletar] Ratapan Rakyat Menumpu Istana!
> Kepada: undisclosed-recipi...@...
> Tanggal: Selasa, 20 Juli, 2010, 3:02 PM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>  
> 
> 
> 
>   
> 
> 
>     
>       
>       
>       Refleksi : Istana itu kosong isi hatinya, sebab kalau ada hati nurani 
> berkemauan keras sudah sejak lama banyak tuntutan rakyat untuk perbaikan 
> kehidupan masyarakat dari buruk menjadi lebih baik telah dilaksanakan. 
> 
> 
> 
> Penghuni istana adalah mahluk yang lidahnya bercabang seperti ular. 
> Singaktnya seperti dikatakan dalam salah sastu bait dalam lagu keroncong 
> klasik: " memang lidah tak bertulang, lain dibibir, lain di hati".  hehehehe
> 
> 
> 
> http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2010072006122615
> 
> 
> 
> Selasa, 20 Juli 2010 
> 
>      
> 
> 
> 
> BURAS 
> 
>      
> 
>      
> 
>      
> 
> 
> 
> Ratapan Rakyat Menumpu Istana!
> 
> 
> 
> "SENIN kemarin Istana Merdeka, singgasana Presiden SBY, jadi tumpuan ratapan 
> dua janda pahlawan--Roesmini (78 tahun) dan Soetarti (79 tahun). Keduanya 
> terancam pidana secara melawan hukum menempati rumah milik negara peninggalan 
> rumah dinas suami mereka! Mereka melakukan aksi diam selama 65 menit, 
> cerminan sikap mereka pada usia 65 tahun kemerdekaan RI!" ujar Umar. "Lalu 
> juga muncul di depan istana Susi Haryani, korban ledakan tabung gas 3 kg yang 
> menyebabkan anaknya Ridho Januar (4,5 tahun) menderita luka bakar sekujur 
> tubuhnya! Ia dengan ratap tangis, meminta Presiden SBY membantu pengobatan 
> anaknya!"
> 
> 
> 
> "Ratapan rakyat yang langsung menumpu istana itu jelas akibat tak efektifnya 
> sistem di bawah!" sambut Amir. "Untuk kedua janda yang suaminya dikebumikan 
> di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata berkat bintang jasanya, semestinya 
> ada sistem yang mengatur penghormatan sebanding pengorbanan jiwa-raganya! 
> Nyatanya, kedua nenek renta itu malah teraniaya!"
> 
> 
> 
> "Juga dalam konversi dari kompor minyak tanah ke kompor gas, seharusnya 
> dilengkapi sistem perlindungan buat penerima tabung gas dan kompornya yang 
> terpadu dalam program!" tegas Umar. "Termasuk dalam perlindungan itu standar 
> kualitas perangkat yang dibagikan! Tapi nyatanya, pemerintah tetap membagikan 
> kompor dan tabung gas dengan perlengkapan yang jelas mereka ketahui cuma 
> berusia aman 1,5 tahun sampai dua tahun! Itu kan sama dengan sengala mengirim 
> bom waktu berdurasi 1,5 tahun ke rumah warga seantero negeri!"
> 
> 
> 
> "Hari gini dalam pemerintahan modern masak kita masih bicara pentingnya 
> jaminan atas risiko yang harus disiapkan pada setiap kegiatan! Konon lagi 
> terkait kompor gas yang mudah meledak itu!" timpal Amir. "Rasio kecelakaan 
> pada pembagian 52 juta set tabung gas sampai akhir tahun ini, dengan jumlah 
> ledakan tabung gas sekitar 100-an kali, berarti cuma dua kecelakaan per 
> sejuta tabung! Artinya, jaminan atas risiko yang harus ditanggung pemerintah 
> sebenarnya relatif kecil, andai sistem perlindungan dari risiko disiapkan!"
> 
> 
> 
> "Bangsa besar menghormati jasa pahlawannya, atau melindungi rakyat atas 
> pembagian materi mudah meledak dengan asuransi kecelakaan, merupakan cara 
> berpikir modern!" tegas Umar. "Tak peduli para pemimpin kita selalu merasa 
> diri modern, ratapan rakyat yang menumpu istana itu membuktikan realitasnya, 
> cara berpikir pemimpin kita sesungguhnya masih terbelakang! Sehingga, ikhwal 
> yang tak semestinya pun sampai istana!"
> 
> 
> 
> H. Bambang Eka Wijaya
> 
>      
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> 
> 
>     
>      
> 
>     
>     
> 
> 
>  
> 
> 
> 
>   
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke