Para petani mesti berusaha mengusir hewan yang merusak tanaman mereka,
seperti gajah, dengan menggunakan semprotan serbuk cabai, menggunakan
keledai penjaga, atau menaruh ular di dalam makanan, demikian imbauan PBB.

Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) di dalam pernyataan di jejaringnya,
Senin (19/7/2010), mengungkapkan bahwa "peralatan" yang disarankan mesti
diajarkan atau diberikan kepada petani, terutama di Afrika, untuk mencegah
mereka membunuh hewan liar tersebut.

Persaingan antara hewan liar dan manusia adalah sumber utama konflik,
terutama di Afrika; tempat manusia memerlukan lebih banyak lahan untuk
pertanian dan ternak. Gajah dan babon yang terkungkung di alam liar yang
menyusut dapat menghancurkan tanaman, sedangkan singa lapar dapat melahap
ternak.

"Dengan pertumbuhan penduduk dunia sebanyak 75 juta jiwa per tahun, umat
manusia dan hewan liar harus lebih berdesakan lagi sehingga meningkatkan
risiko konflik," sebut pernyataan itu. Petani yang marah sering kali
membunuh gajah yang menghancurkan tanaman mereka, tetapi FAO memiliki saran
lain, yakni serbuk cabai.

Bola pingpong yang diisi penuh serbuk cabai dan ditembakkan menggunakan
senapan plastik ke kulit gajah akan membuat membuat hewan itu lari mencari
tempat berlindung. Cara lain yang disarankan ialah menyalakan api dengan
mencampurkan serbuk cabai sehingga asapnya mencegah gajah datang.

Sementara itu, keledai kenya, kata FAO, agresif dalam mempertahankan lahan
pertanian terhadap hewan yang bahkan lebih besar dari mereka. "Babon yang
memasuki bangunan untuk mencuri makanan bisa dibuat takut dengan menaruh
ular, terutama yang hidup, di dalam tumpukan roti," kata FAO di dalam
pernyataannya.

Di Mozambik, tempat buaya menewaskan 300 orang per tahun, pemasangan pagar
yang memadai di pinggir sungai dapat menyelamatkan nyawa. Adapun kuda nil
dapat diusir pada malam hari dengan menyalakan obor ke arah mereka.

"Apa pun langkah khusus yang dilakukan, penting bahwa semuanya dilakukan
secepatnya," kata Pejabat Kehutanan dan Margasatwa FAO Rene Czudek.
"Pilihannya dapat berupa hilangnya satwa liar yang kita kenal di sebagian
besar wilayah Afrika."

Namun, laporan itu menekankan bahwa ada risiko dalam semua itu: kuda nil dan
gajah sangat agresif dan dapat melawan sehingga senjata mungkin bisa jadi
pilihan sebagai pendukung


> Post message: [email protected]
> Subscribe   :  [email protected]
> Unsubscribe :  [email protected]
> List owner  :  [email protected]
> Homepage    :  http://proletar.8m.com/
>  [image: Yahoo! 
> Groups]<http://groups.yahoo.com/;_ylc=X3oDMTJkNGRrOHMwBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEzODc0MjAEZ3Jwc3BJZAMxNzA1Nzk2ODQ2BHNlYwNmdHIEc2xrA2dmcARzdGltZQMxMjc5NjMzOTcx>
> Switch to: 
> Text-Only<[email protected]?subject=change+delivery+format:+Traditional>,
> Daily Digest<[email protected]?subject=email+delivery:+Digest>•
> Unsubscribe <[email protected]?subject=unsubscribe> • Terms
> of Use <http://docs.yahoo.com/info/terms/>
>    .
>
> 
>


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke