> "ndeboost" <rambitese...@...> wrote: > Sudah membayang dipelupuknya peristiwa > kekacauan setelah Amrik menarik > pasukannya dari Saigon, meski untuk > melindungi kepentingannya (USA) > tetap meninggalkan sebagian pasukannya. > Ngeri, Jendral? Masih ada kok Jendral > kesempatan dimana nT mbelot ke > perlawanan Irak. Atau lari > sekarang ketimbang kelak diadili. >
Lhooo... siapa yang mau mengadili??? Siapa yang bisa mengadilinya??? Lalu kenapa harus diadili??? Apa salahnya sehingga harus diadili??? Dasar pikiran rusak ente itu. Memang betul, perlawanan masih ada, tapi bukan berarti kekuatan pemberontak yang dibantu terorist AlQaeda itu bisa mengambil alihnya, itu sudah tidak mungkin, itu cuma mimpi. Sebagai jendral mana ada rasa takut??? Lihatlah contohnya jendral2 di Indonesia, mana takut mereka main culik, siksa, dan bunuh??? Itu khan memang tugasnya. Yang selalu lari ter-kencing2 itu hanyalah para terorist, para pemberontak, para pengecut, mereka cuma menteror rakyat sipil saja, tapi tidak mengapa, waktunya akan tiba mereka dapat giliran, enggak ada kejahatan tanpa hukuman, itu yang harus anda yakini sebagai moral yang universal. Jangan anda cuma memandang ruang lingkup perang itu cuma sebatas Irak saja, karena dalam perang global yang dilancarkan Amerika terhadap gerakan terorist jihad Islam bukan cuma sekian, coba dong anda renungi peta bumi, mulanya Amerika menyerang ke Afghanistant, dan dari pantauan satelit, sebagian kabur ke Irak dan sebagian lagi kabur ke Pakistant. Sebagai jendral ahli strategi perang global, maka semua jalan lolos harus ditutup, tentu cara tutupnya juga dengan cara kerja sama global juga, misalnya kerja sama dengan Pakistant, tapi dengan Irak tidak bisa kerja sama, maka diserbu dan diduduki saja dulu kemudian dari sana baru dikejar mereka yang masuk. Strategi menutup lokasi pusat pelatihan dan pusat persenjataan terorist Jihad Islam di Afghanistant itu menghasilkan banyak sekali keuntungan2, antara lain supply bom, roket dan senjata2 ke Palestina terhenti. Ini juga menghentikan Sadam Hussein yang selalu memberi service pengobatan, senjata, obat2an, dan uang kepada para terorist itu. Dengan cara ini, perang dapat dilokalisir hanya di Afghanistant, terlepas dengan perang yang dilokalisir di Irak saja. Konsentrasi serangan terorist Jihad Islam bisa dipecah belah sehingga gerombolan Hamas dan Hezbollah terisolasi yang telah menjadi bagian Israel untuk menumpas bersih dari arah lainnya itu. Demikianlah, dengan terputusnya hubungan para terorist jihad Islam di banyak kubu2 yang terperangkap blokade Amerika dan sekutunya, maka meskipun penumpasan total tidak bisa segera dihasilkan, namun dengan maintenance keamanan jangka panjang, maka seluruh gerakan terorisme ini pasti berhasil ditumpas. Ini khan ilmu perang, ada ilmunya untuk bisa berhasil. Demikianlah, dengan mundurnya sebagian besar pasukan Amerika di Irak, maka pasukan Amerika ini bisa dialihkan ke lokasi yang lebih kritikal, bukan di Afghanistant tetapi di perbatasan Pakistant. Rupanya anda pendukung terorisme Jihad Islam, bermimpi Amerika kalah, dan Islam yang menang. hehehe..... itu juga mimpi abu bakar dulu yang malah dia sendiri dibunuh anak buahnya sendiri. Enggak ada alasan membenci Amerika yang ke-mana2 selalu dermawan memberi bantuan kepada mereka yang membutuhkan. Bahkan anda sudah menikmati banyak teknologi Amerika, mulai dari listrik, air minum, beras, gula, rumah (semen), hingga internet dan komputer ini. Lalu kenapa masih membencinya hanya karena Amerika menumpas jihad Islam yang memang bersalah menyerang Amerika dengan berbagai teror2 seperti 911??? Disinilah bisa terlihat rasa keadilan anda rendah sekali, membenci mereka yang anda anggap kafir, padahal agama Islam yang anda anut jauh lebih biadab dari orang2 kafir yang anda benci itu. Bisakah anda menyanggahnya??? Jelas enggak bisa khan, itu memang kenyataannya yang enggak bisa anda marah2. Ny. Muslim binti Muskitawati. > > > http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2010/08/100812_iraqustroops.shtml > <http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2010/08/100812_iraqustroops.shtml> > > Terbaru 12 Agustus 2010 - 09:56 GMT > > Jenderal Irak kritik AS > > Perwira tinggi Irak Letnan Jenderal Babaker Zebari mengkritik rencana > penarikan mundur pasukan Amerika Serikat akhir tahun depan sebagai > sesuatu yang terlalu dini. > > Dia memperingatkan militer Irak mungkin tidak siap mengambil alih > keamanan di negaranya dalam satu dasa warsa nanti. > > Amerika menyatakan akan mengakhiri operasi tempur pada akhir Agustus dan > memenuhi batas waktu penarikan semua tentaranya pada akhir 2011. > > Saat ini AS menempatkan 64.000 tentara di Irak. Sekitar 50.000 > diantaranya masih akan berada di Irak sampai 2011 untuk melatih tentara > Irak dan melindungi kepentingan AS. > > Peringatan Letjen Zebari ini menanggapi pernyataan mantan Menteri Luar > Negeri pemerintahan Saddam Hussein, Tarik Aziz pekan lalu bahwa AS > "meninggalkan Irak ke tangan para serigala" > > Namun Gedung Putih menyatakan Presiden Barack Obama puas dengan kemajuan > yang terjadi di Irak yang memungkinkan AS mengalihkan keamanan ke > pasukan lokal seperti rencana semula. > > .. > > > > Salam, > > nDeboost > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
