@Kimpul-kimpul, kasian deh lo. Waktu gempa Padang, minoritas Cina merasa di telantarkan. Padahal yang keleleran juga banyak karena keterbatasan petugas maupun alat. Lalu bantuan asing datang, yang diutamakan ya etnis Cina ini dan lalu diprotes oleh warga yang banyak yang masih keleleran tadi.
Demikian juga, kalik, yang terjadi di Pakistan. Petugas lihat prioritas dan kritikaliti namun dimata wartawan adalah diskriminasi. Wallahu'alam. Penulis berita pakai nama Islam namun setahu nDeboost, banyak umat Islam yang ga mau pakai nama Islam ditempat kerja di India. Diskriminasinya luar biasa. Saya pernah baca, CMIIW, kejadian gempa bumi di Bantul. Warga Kristen-Katulik mengutamakan korban di Bambang Lipuro (yang paling banyak terkorban), namun karena "seperguruan". Tanyain tuh si @Jumawan --- In [email protected], "kim" <kim3h...@...> wrote: > > --- In [email protected], "ndeboost" rambitesemak@ wrote: > > > > Kalau nDeboost percaya berita ini ndak disalahi @Dak-Disalahi > > Ah eloe mah cuman ngomongnya doang, jawa yg medok , > bledak bleduk tapi dalemnya bukan udah jawa lagi. Kalo > sayah etnis dari jawa mah, udah saya pecat kamu dari > per-jawaan. > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
