http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2010082101213516
Sabtu, 21 Agustus 2010
BURAS
Jika Pertumbuhan Berbasis Konsumsi!
"MESKIPUN pertumbuhan ekonomi Indonesia 2009 hanya 4,3%, kita bangga
karena masuk tiga besar di Asia setelah China (10%) dan India (8%). Selain, hal
itu terjadi ketika krisis keuangan global banyak negara mengalami pertumbuhan
negatif!" ujar Umar. "Itu terngiang di telingaku dari pidato Presiden di DPR 16
Agustus!"
"Hal itu memang layak disyukuri!" sambut Amir. "Inti syukurnya, negeri
kita dianugerahi penduduk terbesar keempat dunia, setelah China, India, AS!"
"Inti syukurnya jumlah penduduk?" tanya Umar.
"Karena pertumbuhan ekonomi kita berbasis konsumsi!" jawab Amir. "Jika
pertumbuhan berbasis konsumsi, negara terbesar penduduknya tertinggi pula
pertumbuhannya! China, penduduk 1,3 miliar jiwa tumbuh 10%! India penduduk satu
miliar tumbuh 8%! Penduduk Indonesia 237 juta (Sensus 2010), tumbuh 4,3%!"
"Pertumbuhan dihitung dari kelebihan nilai PDB-produk domestik
bruto-periode sama tahun lalu. PDB dihitung dari sumbangan berbagai kelompok
produktif!" sambut Amir. "Jika pertumbuhan berbasis konsumsi, tentu bisa juga
dihitung lewat sumbangan kelompok warga ke keranjang PDB, seperti per 100 juta
jiwa-jika setiap 100 juta jiwa menyumbang 1% pertumbuhan, dari konsumsi 1,3
miliar penduduk China pertumbuhan menjadi 13%! Dengan pertumbuhan riil 10%,
sumbangan per 100 juta penduduk China di bawah 1%! Sedang Indonesia, dengan 237
juta jiwa tumbuh 4,3%, sumbangan per 100 juta penduduk jadi dua kali lipat dari
China!"
"Dari penghitungan itu tampak, tingkat konsumtif warga Indonesia dua kali
lipat dari China dan India!" timpal Amir. "Celakanya, pertumbuhan China dan
India didukung industri, isu terpenting di Indonesia kini justru sedang
terjadinya proses deindustrialisasi-pertumbuhan sektor industri menjurus ke
negatif! Lebih celaka, konsumtivitas Indonesia yang tinggi terjadi atas produk
impor, sedang industrinya banyak perakitan (assembling) dan lisensi merek
produk asing! Jadi, nilai tambah dan net profit industrinya lebih dinikmati
asing!"
"Dengan komponen pertumbuhan seperti itu apa tetap layak kita banggakan?"
tanya Umar.
"Tentu layak dibanggakan!" jawab Amir. "Namun, akan lebih baik dan sehat
kalau komponen pertumbuhan dan nilai tambahnya benar-benar kita yang menikmati!
Kalau begini terus, kita bekerja di ladang sendiri, panennya dibawa pulang
orang asing! Realitas demikian menuntut kita lebih serius lagi mewujudkan
kemerdekaan ekonomi agar rahmat kemerdekaan bisa benar-benar dinikmati bangsa
Indonesia!" ***
H. Bambang Eka Wijaya
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/