yang begituh kesaksian wang...
percaya  cuma karena dengerin dongeng hasil wawancara...
tanpa perlu bukti medis/science...

karena biasa dengerin khotbah jd mudah percaya.
ampe percaya hantu, jin, gandruwo, nyi roro kidul..





---On Mon, 8/23/10, Tawangalun <[email protected]> wrote:







 



  


    
      
      
      Seharusnya orang2 yg pernah ngalami hidup enggak mati juga enggak itu 
perlu diwawancarai gimana yg dia alami?Jadi info tadi kurang lengkap.



Shalom,

Tawangalun.



--- In [email protected], ayub yahya <ayubya...@...> wrote:

>

> masa sih Wang ?!

> Oke,  nih gw ulang copas ama resoursenya.....

> 

> http://www.harianterbit.com/artikel/info/artikel.php?aid=96309

> 

> Hidup Setelah Mati

> 

> 

> Tanggal : 12 Jun 2010

> Sumber : Harian Terbit

> JAKARTA-Dalam beberapa kasus, orang yang mati 

> kedinginan pada suhu ekstrembisa hidup lagi. Seorang peneliti berhasil 

> menjelaskan fenomena ini lewat eksperimen yang dilakukan dengan ragi dan

>  cacing tanah.

> 

> Mati beku atau 'freezes to death' dipicu 

> oleh suhu dingin yang terlalu ekstem, yang sering terjadi di pegunungan 

> atau daerah beriklim dingin. Meski sangat jarang, seseorang yang mati 

> beku bisa hidup kembali.

> 

> Kasus pertama terjadi pada musim dingin 

> 2001, menimpa Erika, seorang bayi 13 bulan di Kanada. Gara-gara hanya 

> mengenakan popok saat berkeliaran di luar rumah, ia tewas dengan suhu 

> tubuh anjlok hingga 16 derajat celcius.

> 

> Saat ditemukan, jantung 

> bayi itu diperkirakan telah berhenti berdenyut selama 2 jam. Ajaibnya, 

> jantung si bayi kembali berdenyut tak lama setelah dihangatkan dan 

> diberi napas buatan.

> 

> Kasus berikutnya terjadi di Jepang pada 

> tahun 2006. Seorang pria, Mitsutaka Uchikoshi hilang di Gunung Rokko 

> yang bersalju dan ditemukan 23 hari kemudian dalam kondisi membeku dan 

> tidak menunjukkan tanda-tanda adanya metabolisme.

> 

> Pria ini 

> akhirnya hidup lagi setelah dibawa ke tempat yang lebih hangat, dan 

> diberi pertolongan. Bahkan kondisi kesehatannya dilaporkan pulih tak 

> lama kemudian.

> 

> Didahului dengan kondisi anoksia (tidak memiliki oksigen)

> 

> Ilmuwan dari Fred Hutchinson Cancer Research Center,

>  Mark B. Roth, Ph.D. berusaha menjelaskan fenomena ini lewat sebuah 

> eksperimen. Roth menggunakan ragi dan embrio cacing tanah 

> (nematoda).Pada eksperimen pertama, ia menyimpan ragi dan embrio 

> tersebut pada suhu di atas titik beku. Dalam waktu 24 jam, 99 

> persen dari makhluk itu benar-benar mati dan tidak bisa hidup lagi meski

>  dihangatkan.Berikutnya, ragi dan embrio cacing diletakkan dalam 

> lingkungan kurang oksigen sebelum dibekukan dalam keadaan anoksia (tidak

>  memiliki oksigen). Pada percobaan ini, 66 persen ragi dan 97 embrio 

> cacing bisa hidup lagi setelah dihangatkan dan diberi cukup oksigen.

> 

> Menurut

>  Roth telah menyebabkan siklus sel berhenti sehingga kedua jenis makhluk

>  hidup tersebut menjadi mati suri. Didukung suhu dingin, maka secara 

> biologis siklus sel terjaga untuk tetap stabil selama mati suri sehingga

>  tidak benar-benar mati.

> 

> "Ketika makhluk hidup mati suri dalam 

> kondisi demikian, risiko terjadinya kesalahan dalam proses biologis yang

>  memicu kematian akan berkurang," ungkap Roth.(tbt)--- On Mon, 

> 

> 

> 

> 

> 8/23/10, Tawangalun <tawanga...@...> wrote:

> Yub saya pikir langsung kelihatan isi artikel ,jebul hanya judul Harian 
> Terbit,heading mana yg menarik?

> 

> 

> 

> Shalom,

> 

> Tawangalun.

> 

> 

> 

> 

> 

> 

>  

> 

> 

> 

>   

> 

> 

> 

> 

> 

> 

>       

> 

> [Non-text portions of this message have been removed]

>





    
     

    
    


 



  






      

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke