catatan: dengan tidak mengkerdilkan peran founding fathers.... tapi saya lihat kemerdekaan indondesia tidak lepas dari revolusi Russia yang menggegerkan dunia dan mengubah wajah dunia menjadi baru...
tapi masalahnya begitu saya membaca idea-idea VI Lenin, kok jadi lain dengan idea Soekarno... saya lihat perbedaan mencolok itu berada pada - soekarno menarik akar budaya indonesia dan menjadi pancasila sedang - VI Lenin menggunakan sains untuk diaplikasikan kedalam ideologi masyarakat, VI Lenin implement sistem baru kedalam masyarakatnya. Atheisme dan komunisme jelas bukan karakter aseli orang russia, karena mereka punya kepercayaan kristen orthodox. Tapi disini VI Lenin berani mencoba suatu gagasan baru komunisme dan atheisme diterapkan di russia. ============================= http://www.apakabar.ws/content/view/3336/88888889/ Aku merasa perlu membahas tentang hal yg menurutku cukup penting dan mendasar tentang apa itu "Revolusi" dan apakah sebenarnya yg terjadi di negeri kita tercinta ini ' Pertama dalam masalah revolusi Indonesia seorang yang bernama Anthony Reid ,sejarawan yang sudah mendapat gelar Ph-D.dalam bidang sejarah AsiaTenggara di Cambridge University, Inggris pernah menulis tentang perjuangan Rakyat Indonesia, antara lain ia menulis : "Revolusi Sosial: "Revolusi Nasional" "Revolusi Indonesia" telah diragukan dalam waktu lebih dari seperempat abad, terutama pada akir 1960-an dan awal 1970-an. Di Indonesia para ahli strategi dari kelompok militer yang berkuasa berusaha untuk menghindari istilah tersebut dan lebih menyukai istilah "perang kemerdekaan", karena mau memaksakan suatu format non-revolusioner, stabil bagi negara, sambil mengangkat peristiwa-peristiwatahun 1945-50 sebagai sumber legitimasi. Dalam hal ini kita harus melihat adanya segi kebenaran yang terkandung dalam tulisan Reid, ditinjau dari titik tolak prolklamasi kemerdekaan 1945. Memang Indonesia andai mau sejujurnya menurutku juga belum pernah mengalami revolusi. Ini berbeda dengan apa yang dialami rakyat Vietnam dan Cina yang terjadinya hampir bersamaan dengan Indonesia. Di Vietnam dan di Cina ada revolusi Demokratis yang membongkar akar-akar kekuasaan imperialisme dan sisa-sisa feodalisme, meskipun karakter burjuis dari kedua revolusi itu masih ada. Keadaan semacam ini di Indonesia belum pernah dialami. Sampai sekarang masih banyak hukum-hukun kolonialisme Belanda yang diberlakukan di Indonesia. (yang secara popular disebut hukum karet) Jadi menurut aku kritiknya Reid bahwa kelompok militer yang berkuasa di Indonesia menyukai penggunaan istilah"perang kemerdekaan" untuk melaksanakan suatu format non-revolusioner, sebagai sikap yang oposan adalah positif. Dlihat dari kenyataan yang ada, yg berlangsung di Indonesia tidak lain adalah memang suatu perang kemerdekaan, bukan suatu revolusi. Reid mengatakan bahwa revolusi itu adalah restrukturusasi fundamental dari suatu sistem politik dengan kekerasan dalam jangka waktu yang relatif singkat. Ditinjau secara politik, pandangan Reid khususnya yang menyinggung masalah jangka waktu revolusi, nampaknya dibatasi oleh adanya waktu yang singkat. Pandangan ini dapat diartikan bahwa revolusi semacam itu tidak merombak struktur masyarakat secara mendasar, meskipun melalui pergantian kekuasaan dari kolonialisme kekemerdakaan politik, sebab berlangsungnya dibatasi oleh pergolakan dalam waktu yang sempit. Pengalaman revolusi yang menciptakan perubahan mendasar terhadap struktur masyarakat, seperti misalnya revolusi besar, yaitu Revolusi Burjuis Perancis dan Revolusi Sosialis Rusia, dua-duanya memerlukan waktu persiapan dan penahapanyang berjangka waktu tidak pendek. Kembali pada masalah perang kemerdekaan Indonesia, sesudah kemerdekaan Indonesia diproklamasikan, Pendifinisian Revolusi dikait-kaitkan dengan adanya perjuangan bersenjata Rakyat Indonesia yang berontak melawan pemerintah kolonialisme Belanda, yang pada umumnya disebut Revolusi Agustus 1945. Jika bentuk perjuangan bersenjata dari Rakyatindonesia ketika itu,didifinisikan sebagai revolusi kiranya perlu kita kaji lebih lanjut. Revolusi selalu bersifat perubahan yang mendasar. Bagi sistem masyarakat, didalam perjalanan sejarah telah dialami adanya beberapa kali perubahan mendasar yang penampilannya dalam bentuk sistem masyarakat lama diganti dengan sistem masyarakat baru. Perubahannya meliputi segala aspek dari bangunan atas.Yaitu aspek-aspek masyarakat misalnya : politik, yuridik dan kebudayaan beserta lembaga-lembaganya, termasuk juga hubungan produksi yang menyangkut hubunganantara manusia dengan manusia didalam kesatuan produksi atau dapat juga disebutsebagai hubungan ekonomi. Sebagai contoh misalnya didalam masyarakat kapitalis hubungan itu pada pokoknya adalah antara kaum kapitalis dengan kaum buruh. Meskipun bangunan dasar masyarakat merupakan penentu terhadap kualitas masyarakat dan kualitas revolusi, namun politik sebagai aspek yang memimpin dan berperanmenentukan terhadap pergantian kekuasaan, adalah merupakan faktor dominan bagi keberhasilan revolusi serta kelanjutannya.Dalam hal ini orang biasanya hanya melihat digunakannya kekuatan bersenjata saja,tanpa melihat kualifikasi apakah yang berlaku itu revolusi atau bukan. Adanya bentuk perjuangan bersenjata itu tidak selalu dapat di identikkan dengan revolusi, karena esensi masalah revolusi yang dikenakan pada sistem masyarakat adalah terjadinya perubahan yang mendasar dengan atau tanpa kekerasan bersenjata. Kekerasan bersenjata digunakan jika penguasa lama tidak mau menyerahkan kekuasaanya..Sehingga dapat kah kita menyaksikan realitas sesungguhnya bahwasannya perang kemerdekaan itu tidak dapat diidentikkan dengan Revolusi. Ada baiknya kita simak keadaan masyarakat Indonesia setelah kemerdekaan yang di Proklamirkan pada 17 Agustus 1945. : Hubungan ekonomi dalam masyarakat di Indonesia sejak dari zaman kolonialisme Belanda sampai sekarang pada dasarnya tidak mengalami perubahan. Ekonomi Rakyat dimana masa rakyat kecil tetap berada dalam posisi tertindas, menempati status paling bawah dalam konstellasi ekonomi Indonesia. Proses ekploitatif akan semakinmengancam, karena adanya interaksi antara aktor-aktor ekonomi kuat dengan aktor-aktor ekonomi lemah yang terdiri dari masa rakyat kecil (wong cilik) yang mencari nafkah sebagaiburuh pabrik, buruh tani, petani gurem, nelayan, buruh nelayan, pengrajin kecil dan aktor ekonomi kecil yang lainnya. Ini telah dibuktikan antara lain dalam bentuk menurunnya tingkat upah buruh, menurunnya tingkat nilai tukar petani kecil, semakin banyaknya petani tak bertanah dan semakin tingginya tingkat pengangguran (terbuka atau terselubung) Setelah kemerdekaan Indonesia yang berubah hanyalah warisan aktor ditingkat atas saja, Sedangkakan sifat interaksi tidak berubah. Penguasa kolonial birokrat telah diganti oleh penguasa birokrat pribumi. Bukankah kita dapat dengan sangat jelas menyaksikan bahwa tidak ada perubahan yang mendasar setelah selesainya perang kemerdekaan 1945. Oleh karena itu tidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa di Indonesia belum pernah ada revolusi, Lalu apanya yang mau diselesaikan.? Dimulai saja belum ! Sekali lagi : SALAM PERJUANGAN untuk PARA PEJUANG SESUNGGUHNYA ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
