Mengingat fihak yang mengunci tidak terdeteksi, ada kemungkinan ini dilakukan 
oleh pesawat stealth macam F-22 atau F-35 yang merupakan pesawat tempur 
generasi 5. Sayangnya Indonesia belum punya radar VHF yang memungkinkan bisa 
dideteksinya pesawat-pesawat tersebut. Yang jelas Australia dengan radar 
Jindalee-nya akan mampu mendeteksi.
http://en.wikipedia.org/wiki/Jindalee_Operational_Radar_Network

Mengingat keterbatasan jarak tempuh pesawat F-35 yang kecil, lebih besar 
kemungkinan ini dilakukan oleh pesawat F-22, terkecuali pesawat F-35 
diluncurkan dari kapal induk.



--- In [email protected], Richan S <richansitumor...@...> wrote:
>
>   hingga saat ini, saya belum tahu perkembangan berita ini.
> 
> rs
> 
> ====
> TNI Masih Selidiki Insiden Sukhoi
> http://www.antaranews.com/view/?i=1235124330&c=NAS&s=
> Jakarta (ANTARA News) - Mabes TNI hingga kini masih menyelidiki 
> identitas pesawat atau pihak yang mengunci "misil" dua pesawat tempur 
> jet Sukhoi SU-30 TNI Angkatan Udara (AU) saat menjalankan latihan rutin, 
> Jumat.
> 
> "Kini insiden itu masih diselidiki pihak Komando Operasi Angkatan Udara 
> (Koopsau) II, yang jelas kita tidak main-main dengan insiden itu," kata 
> Kepala Pusat Penerangan TNI Marsekal Muda Sagom Tamboen ketika 
> dikonfirmasi ANTARA News di Jakarta.
> 
> Karenanya, pihaknya belum bisa memastikan apakah pesawat Sukhoi SU-30 
> milik TNI AU benar-benar dikunci misil pihak tidak dikenal ketika 
> berlatih intersepsi udara di wilayah udara pesisir selatan Sulawesi 
> Selatan.
> 
> Sagom menambahkan, hingga kini pihaknya tidak menerima permintaan izin 
> melintas dari pesawat ataupun kapal asing yang ingin melintasi wilayah 
> udara dan perairan Indonesia.
> 
> Sebelumnya, "Alarm missile lock" kedua pesawat berbunyi secara 
> tiba-tiba, tetapi kedua pesawat canggih yang dibeli dari Rusia itu tidak 
> bisa mengenali siapa pihak yang mengunci mereka dengan tembakan misil.
> 
> Komandan Lanud Sultan Hasanuddin, Marsekal Pertama Ida Bagus Putu Dunia, 
> ketika dihubungi menjelaskan, di masing-masing pesawat yang sedang 
> berlatih itu terdapat instruktur terbang dari Rusia yang sedang melatih 
> dua penerbang tempur TNI AU.
> 
> Kedua instruktur itulah yang menyatakan alarm berbunyi karena pesawat 
> di-"lock missile". "Saya menerima laporannya sekitar pukul 09.00 WITA," 
> kata Putu.
> 
> Menurutnya, pesawat itu melakukan terbang pada ketinggian 15.000-20.000 
> kaki, atau sekitar 4.572 meter hingga 6.096 meter di atas permukaan 
> laut. "Kami belum mengetahui siapa yang mengunci pesawat kami. Kami 
> telah melakukan pencarian dengan mengirimkan pesawat intai Boeing 
> 737-400 yang telah terbang berkeliling dalam radius sekitar 370 km dari 
> VOR MKS di Makassar, tetapi pencarian itu tidak menemukan apa-apa.
> 
> Pesawat Boeing sekarang dalam perjalanan ke Bali, dan melanjutkan 
> pencarian di sekitar wilayah lintasannya," kata Putu. (*)
> 
> 
> On 9/15/2010 2:47 PM, muskitawati wrote:
> >
> >
> >
> > > Richan S <richansitumorang@> wrote:
> > > kalo video di ukraina mungkin masih
> > > bisa cari alasan, kesalahan pilotnya.
> > > tapi yang ini emang jatuh sendiri hehe
> >
> > http://www.youtube.com/watch?v=6uHQXBvBmLE&feature=related 
> > <http://www.youtube.com/watch?v=6uHQXBvBmLE&feature=related>
> >
> > Memang tujuan Soviet menciptakan Su27 ini adalah untuk menonjolkan 
> > keunggulan manuver pesawat ini dibandingkan dengan yang sejenis 
> > lainnya buatan negara lain.
> >
> > Oleh karena itu, untuk membuat manuver pesawat ini lincah, tidak lain 
> > daripada membuat pesawat ini seringan mungkin dan meskin yang sekecil 
> > mungkin. Untuk itulah aerodinamik pesawat ini harus bisa memanfaatkan 
> > tiupan angin katimbang tergantung kepada kekuatan mesin pesawatnya.
> >
> > Demikianlah, akibatnya mesin pesawat tidak sanggup mengangkat badan 
> > pesawat pada posisi manuver tertentu. Kalo cuma asal melayang seperti 
> > burung saja sih enggak perlu kekuatan mesin bahkan tidak perlu mesin. 
> > Namun manuvernya itu bukan hanya kayak burung walet melayang diudara, 
> > melainkan membuat manuver2 berbalik sambil berputar (twist) sehingga 
> > posisi pesawat sudah berada diluar turbulence dari pada tiupan angin 
> > yang normal. Pada saat inilah dibutuhkan kekuatan mesin untuk keluar 
> > dari turbulence yang enggak normal itu, tapi apa lacur, ternyata 
> > mesinnya yang terlalu ringan ini tidak mampu atau tidak kuat untuk 
> > mengangkat badan kapal sehingga anjlog terhempas kebumi dan sang pilot 
> > tentunya tidak berdaya kalo memang mesinnya sudah diluar kemampuan 
> > yang didesign-nya.
> >
> > Karena tidak memiliki kekuatan mesin untuk mengangkat kapal inilah 
> > mengakibatkan seluruh badan pesawat berada dalam turbulence aliran 
> > angin yang tidak seharusnya sehingga saya pesawat dihempas terlalu 
> > keras tanpa mesinnya berdaya untuk keluar dari tubulensi angin ini. 
> > Bagian sayap akhir patah, dan pesawat langsung kehilangan control 
> > untuk laju nyungsep kebumi hancur lebur.
> >
> > Jadi kalo pesawat ini dikendarai biasa2 saja, tentu tidak akan ada 
> > gangguan apapun, tapi untuk manuver sebagai pesawat tempur tentunya 
> > sama sekali tidak berguna cuma jadi sasaran bidik pesawat2 lawannya.
> >
> > Demikianlah, apabila nantinya pesawat ini digunakan untuk bergaya 
> > melanggar perbatasan Malaysia menantang duel udara, maka tanpa 
> > ditembak sekalipun pesawat ini akan jatuh menghunjam bumi meledak dan 
> > pilotnya tidak ada kesempatan melompat keluar. Apalagi pesawat ini 
> > memang designnya sangat ringan sehingga tidak boleh membawa senjata 
> > yang berat agar jangan melampaui kapasitasnya untuk bermanuver. 
> > Sehingga kalo terjadi pertempuran udara, pesawat ini tidak akan mampu 
> > membalas tembakan lawannya.
> >
> > Ny. Muslim binti Muskitawati.
> >
> > >
> > >
> > >
> > > rs
> > >
> > > On 9/15/2010 12:49 AM, muskitawati wrote:
> > > >
> > > > Su-27 Cocok Untuk Korupsi, Tragedi Fatal Untuk Perang !!!
> > > >
> > > > Jangan percaya kata2 saya ini, tetapi saksikanlah airshow promosi
> > > > Su-27 di Ukraina dalam filem dibawah ini, kalo udah nonton, barulah
> > > > komentar karena filem inilah menjadikan tidak satupun ada negara Arab
> > > > yang tertarik membelinya. Memang murah harganya, dan bisa dipasang di
> > > > kwitansi menjadi mahal beberapa puluh kali lipat yang biasa kita
> > > > kerjakan di Indonesia. Selamat Su-27 melengkapi dirgantara RI.
> > > >
> > > > Enggak benar kalo ada yang bilang Su-27 merupakan jet-fighter yang
> > > > handal, ahli2 pesawat Soviet sudah mengakui kegagalan desigh Su-27 
> > ini
> > > > dan hingga detik ini belum mampu memperbaiki designnya karena memang
> > > > designnya sudah dari dasarnya salah yaitu mau menciptakan pesawat 
> > yang
> > > > unggul dalam manuver tapi mengorbankan kekuatan mesinnya, 
> > mengorbankan
> > > > daya angkut perlengkapan senjata roket2nya, dan yang paling fatal
> > > > dalam Su-27 ini adalah mengorbankan radar computerisasi modern yang
> > > > sama sekali ketinggalan jaman.
> > > >
> > > > http://www.youtube.com/watch?v=aTI5etjTniU
> > > >
> > > > Pesawat Sy-27 ini bisa di-ibaratkan cuma pesawat kertas, bisa terbang
> > > > melayang meskipun tanpa mesin. Tapi jangan digunakan untuk berperang,
> > > > akan fatal jadinya.
> > > >
> > > > Ini memang jenis pesawat yang harganya murah bisa dipasang mahal, 
> > jadi
> > > > cocok untuk Korupsi, bukan untuk menang perang. Ini memang jenis
> > > > pesawat orang mabok dan cocok sekali untuk SBY yang menjelang lengser
> > > > keprabon.
> > > >
> > > > > On 9/14/10, Teddy S. <teddyr@> wrote:
> > > > > Fihak AS sendiri sudah mengakui kehebatan
> > > > > manuver pesawat Sukhoi Flanker dengan
> > > > > pagutan kobra Pugachev yang legendaris
> > > > > lewat air show di Le Bourget Paris
> > > > > tahun 1989.
> > > >
> > > > Tunjukkin referensi pengakuan AS akan kehebatan manuver pesawat
> > > > Sukhoi??? enggak pernah ada !!! Karena manuver pesawat itu bukan
> > > > disebabkan kecanggihan design pesawat itu, melainkan karena 
> > pesawatnya
> > > > kecil, ringan, dengan mesin yang juga ringan, sehingga manuvernya
> > > > lebih lincah dibandingkan pesawat umumnya yang lebih berat.
> > > >
> > > > Tapi ternyata pesawat yang ringan hanya untuk memenangkan kelincahan
> > > > manuver saja ternyata sama sekali tidak menguntungkan karena
> > > > mengorbankan hal2 lain yang sangat dibutuhkan oleh sebuah pesawat
> > > > tempur yang bukan saja cuma manuvernya, tapi juga mampu membawa
> > > > perlengkapan roket se-banyak2 mungkin sehingga jadi berat. Akibatnya
> > > > Sukhoi bukan cuma mengorbankan perlengkapan persenjataannya saja tapi
> > > > juga mengorbankan kemampuan mesinnya sehingga dalam kecepatan tinggi
> > > > pesawat bergetar dan meledak diudara. Bukan cuma itu saja, sewaktu 
> > mau
> > > > mendarat juga banyak problemnya sehingga crash karena tidak mampu
> > > > menahan kecepatan pesawat yang terlalu tinggi.
> > > >
> > > > http://www.youtube.com/watch?v=aTI5etjTniU
> > > >
> > > > Secara umum, Sukhoi SU-27 sudah diakui Soviet merupakan kegagalan
> > > > design, dan semua mengara2 Arab menolak tawaran Soviet untuk
> > > > membelinya. Memang murah karena bahan2nya terlalu murah.
> > > >
> > > > Sukhoi SU-27 ini tidak mungkin bisa menandingi pesawat2 tempur dari
> > > > Israel, Perancis atau negara2 Eropah maju lainnya. Sukhoi SU-27 belum
> > > > pernah diuji dalam pertempuran didunia ini karena belum bertempurpun
> > > > sudah crash dengan sendirinya.
> > > >
> > > > Tapi Sukhoi SU-27 ini cocok untuk Indonesia yang memang bukan membeli
> > > > pesawat tempur untuk berperang tapi untuk Komisi, untuk KORUPSI.
> > > >
> > > > Selamat deh untuk SBY, ini pemenangan finansial namanya, dan tetap
> > > > belum mampu untuk menantang Malaysia.
> > > >
> > > > Ny. Muslim binti Muskitawati.
> > > >
> > >
> > >
> > >
> > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > >
> >
> > 
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke