http://www.surya.co.id/2010/09/16/pemkot-surabaya-cegah-pelacur-baru-masuk-dolly.html


Surabaya Cegah Pelacur Baru Masuk Dolly
Kamis, 16 September 2010 | 18:24 WIB


SURABAYA I SURYA Online - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menertibkan 
para pendatang baru yang berprofesi sebagai pekerja seks komersial (PSK) alias 
pelacur, pasca-Lebaran 2010 pada pekan mendatang. Kepala Badan Kesatuan Bangsa 
dan Perlindangan Masyarakat (Bakesbang Linmas) Kota Surabaya, Sumarno, 
mengatakan, hingga H+5 Lebaran kali ini belum ada kenaikan jumlah PSK dan 
mucikari di sejumlah lokalisasi di Surabaya.

"Mungkin pada saat hari normal pekan datang ada kenaikan pendatang baru. 
Makanya kita akan gelar penertiban," katanya, Kamis (16/9/2020), di Surabaya.

Menurut dia, lokalisasi yang akan ditertibkan di antaranya Kecamatan Sawahan 
(Lokalisasi Doly dan Jarak), Kecamatan Benowo (Lokalisasi Moroseneng dan 
Klakahrejo) serta Kecamatan Krembangan (Lokalisasi Bangunsari dan Kremil). 
Namun dia, pihaknya tidak mau menyebutkan hari pelaksanaaan penertiban agar 
penertiban membuahkan hasil maksimal.

"Kami tidak bisa memberitahukan kapan penertiban itu dilaksanakan agar mereka 
tidak melarikan diri dulu," katanya.

Jika dalam penertiban tersebut ditemukan adanya pendatang baru, kata dia, maka 
pihaknya segera memulangkannya ke daerah asal. "Kami tidak akan segan-segan 
terhadap para pendatang baru itu. Semua sudah sesuai aturan," tegas Sumarno.

Penertiban tersebut akan melibatkan sejumlah pihak terkait, di antaranya, 
Bakesbang Linmas, Satpol PP, kecamatan dan kelurahan setempat. Hal sama juga 
diungkapkan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya, Eko Haryanto. Ia 
meminta agar pemilik wisma atau mucikari yang menampung PSK baru itu segera 
mengembalikan ke daerah asalnya.

"Seperti tahun lalu, maka jika kedapatan ada wisma menampung PSK baru, maka 
pemilik wisma wajib mengembalikannya ke daerah asal. Seluruh biayanya 
ditanggung sendiri oleh pemilik wisma," ujarnya.

Kedatangan PSK wajah baru biasanya karena ada PSK yang pulang kampung seiring 
dengan kebijakan pemkot Surabaya tentang penutupan lokalisasi selama Ramadan, 
dan saat kembali ke Surabaya membawa teman baru. "Pada tahun lalu ada 11 PSK 
pendatang baru di wisma Dolly, dan akhirnya dipulangkan oleh pemilik wisma," 
kata Eko.

Untuk melihat seberapa banyak PSK baru yang masuk Surabaya, pihaknya akan 
melaksanakan pendataan bersama dengan pihak kecamatan yang ada lokalisasinya. 
Berdasarkan data yang ada, jumlah PSK di lokalisasi mengalami penurunan yang 
cukup signifikan. Pada tahun lalu, jumlah PSK yang tersebar di Lokalisasi Dolly 
dan Jarak, Moroseneng dan Klahkahrejo, serta Kremil dan Dupak Bangunsari, ada 
3.225 orang. Kini semakin menyusut, menjadi 2800 PSK. ant


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke