Omongan orang gila.. Kalau semua al-Mushaf sudah dibakar, maka tidak bisa di cek apakah hafalan orang Islam yang banyak yang berotak taik anjing seperti Tawang tetap sama dengan teks salah satu al-Mushaf yang ada sekarang ini, yaitu versi Kairo dan versi Maghrib dan versi Sann'a...
Yang ada dibatok kepala Tawang ini jelas bukan otak manusia yang berfungsi dengn baik dan bisa dipakai buat mikir. --- In [email protected], "Tawangalun" <tawanga...@...> wrote: > > OO itu ta,kalau pembakaran Quran gur yg di AS tok yo Quran gak mungkin > lenyap,bahkan Muslim berani seluruh Quran didunia ini dibakar,nanti seminggu > kemudian dijamin bisa dicetak Quran yg podo titik komanya dg Quran > semula,soale kami punya banyak Hafiz.Hayo tantangen wong Kristen berani pora? > Lalu wong Kafir kadang dibiarkan menambah dosa2nya ben Allah nanti duwe > alasan menaruh tempat Kafirun tadi ditempat yg sehina hinanya,sebab Allah itu > bukan hanya punya sifat Rahman rahim tok,sifat Maha Merendahkan derajat juga > punya.La embuh kalau Yesus nanti caranya mbales wong yg ingkar penyaliban > piye pakai sifat opo. > > Shalom, > Tawangalun. > > --- In [email protected], "sebuah.kenyataan" <sebuah.kenyataan@> wrote: > > > > Katanya AlQuran dilindungi oleh Allah, tapi kok bisa kejadian juga > > pembakaran AlQuran? > > > > Gimana tuh Prof Tawangalun? Ada jawabannya tidak? > > Kok Allah tidak mencegah pembakaran AlQuran dibeberapa tempat di Amerika > > itu Prof? > > > > > > > > > > --- In [email protected], PAREWA <parewa70@> wrote: > > > > > > > > > > > > > > > Pembakaran Alquran Ternyata Jadi Dilakukan > > > > > > > > > > > > Liputan 6 - Jumat, > > > 17 September > > > > > > > > > Liputan6.com, Springfiled: Pembakaran Alquran yang sebelumnya akan > > > dilakukan > > > oleh pendeta dari Florida Terry Jones, pada peringatan tragedi 11 > > > September, > > > urung dilaksanakan karena mendapatkan kecaman dari berbagai pihak. Namun > > > ternyata > > > oleh pendeta Bob Old dan Danny Allen. Mereka membakar Alquran di halaman > > > belakang sebuah rumah di Springfileld, Amerika Serikat, Sabtu (11/9) > > > silam. > > > > > > Bob Old dan rekannya Danny Allen berdiri bersama di halaman belakang rumah > > > tua. Mereka menyebut tindakan itu sebagai panggilan dari Tuhan. Mereka > > > membakar > > > dua salinan Quran dan satu teks Islam lainnya di depan segelintir orang, > > > yang > > > sebagian besar dari media. > > > > > > Seperti dilansir Detroit News, ternyata pembakaran Alquran juga terjadi > > > di Michigan. Sebuah Alquran > > > dibakar di depan pusat ajaran Islam di kota > > > tersebut. > > > > > > Ryanne Nason, seorang cendekiawan Amerika Serikat, seperti dilansir sebuah > > > koran lokal Mainecampus, Kamis (15/9), menyebut bahwa pembakaran yang > > > dilakukan > > > oleh sejumlah orang sangat menyedihkan dan memalukan. Di AS, negara yang > > > dibentuk pada keyakinan kebebasan beragama, setiap orang diberikan hak > > > untuk > > > mempraktikkan agama yang mereka yakini, seperti Yudaisme, Islam, Kristen, > > > atau > > > tidak menganut agama sama sekali. Dengan membakar Alquran atau kitab suci > > > agama > > > lain, bayangan seluruh bangsa lain membuat AS adalah negara tanpa kelas > > > dan > > > tidak etis. > > > > > > Sungguh ironis bahwa Terry Jones atau Bob Old merasa memiliki perlindungan > > > berdasarkan amandemen pertama untuk membakar kitab suci agama lain yang ia > > > tidak percaya. Padahal semua muslim di AS dilindungi oleh undang-undang > > > konstitusional yang sama. Hal ini akan memeberikan cela pada reputasi > > > Amerika. > > > > > > Menurut Ryanne, orang beragama menggunakan moral yang kuat dan > > > nilai-nilai, > > > namun sekarang orang mendiskreditkan keyakinan mereka karena bersifat > > > menghakimi dan intoleransi. Salah satu dari banyak alasan mengapa kita > > > memiliki > > > pasukan di Irak dan Afghanistan > > > adalah untuk melawan penindasan dan penganiayaan agama terhadap penduduk > > > negara > > > di negara tersebut. Namun, saat ini ternyata warga negara Amerika sendiri > > > yang > > > melecehkan agama lain. > > > > > > Di Chicago, Mohammed Kaiseruddin, Dewan Direksi Pusat Ajaran Islam > > > memberikan gambaran terhadap pembakaran Alquran yang sangat berbeda dengan > > > nilai-nilai yang dianutnya. Ia mengatakan kepada Huffington Post hari ini, > > > "Kami merasa seperti kita sudah menjadi korban. Ketika kami memegang > > > Alquran, kami memperlakukannya dengan sangat hormat. Kami tidak pernah > > > menaruh > > > salinan Alquran di lantai. Sejak kecil, kami selalu mengingatkan > > > anak-anak untuk > > > menghormati kitab suci ini. Kami juga mengajarkan kepada mereka ketika > > > selesai > > > membaca Alquran, mereka menutup dan menciumnya, lalu menyimpannya". > > > (Huffington Post/Mainecampus/Detroitnews/DES/IAN) > > > > > > > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
