Refleksi : Dari pada repot-report tentang Allah, Lebih baik sebelum masuk 
jurang bunuh-bunuhan seperti tragedi yang disponsor oleh SBY dan 
konco-konconya,  dibubarkan NKRI, supaya bagi yang mau mendirikan kerjaan gurun 
pasir  bisa bebas bertindak. hehehehe  

http://www.hidayatullah.com/berita/lokal/13317-hasyim-indonesia-negara-dengan-gereja-terbanyak-seasia

Hasyim: Indonesia Negara dengan Gereja terbanyak Se-Asia 
Friday, 17 September 2010 11:00 Nasional 
   
Umat Islam mulai menolak ide-ide penghapusan SKB Menteri tentang pembangunan 
rumah ibadah



Hidayatullah.com-Ide sekelompok orang untuk melakukan penghapusan Surat 
Keputusan Bersama (SKB) mulai mendatangkan reaksi kalangan Muslim.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak setuju SKB tentang rumah ibadah  dicabut. 
Menurut MUI, SKB justru seharusnya ditingkatkan menjadi Undang-Undang, sehingga 
memiliki kekuatan hukum tetap agar siapa pun yang melanggar dikenakan sanksi.

"Saya tidak setuju kalau SKB itu dicabut, justru harus ditingkatkan menjadi 
Undang-Undang agar siapa pun yang melanggar dapat dikenakan sanksi. Jangan 
malah dicabut karena akan menimbulkan persoalan kalau dicabut," tutur Amidhan. 
Pernyataan ini disampaikan Ketua MUI Amidhan  di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan, semua pihak harus mematuhi SKB yang telah disepakati bersama  
tokoh agama dan majelis agama.

"Dalam SKB itu memang ada yang keberatan, di mana untuk mendirikan rumah ibadah 
harus ada syarat 90 orang jemaah yang menandatangi persetujuan pendirian rumah 
ibadah di wilayah tersebut dan ini harus dibuktikan dengan Kartu Tanda 
Penduduk," papar dia.

Hal senada juga disampaikan mantan Ketua Umum PBNU, KH. Hasyim Muzadi. Menurut 
Hasyim,  bila SKB tersebut dicabut, justru akan mengundang ekses yang lebih 
luas dari sekedar peristiwa itu sendiri.

"Kalau itu terjadi, acuan nasional menjadi tidak ada, dan daerah akan membuat 
aturan sendiri-sendiri yang akan semakin menjadi ruwet," kata Presiden World 
Conference Religion for Peace (WCRP) ini.

Hasyim mengakui, SKB Menteri kurang sempurna, namun isinya merupakan konsensus 
tokoh-tokoh agama juga. Solusi kesulitan administrasi pendirian gereja, 
manakala tidak mencukupi syarat SKB, Kepala Daerah dapat mengarahkan ke mana 
dan di mana tempat kebaktian itu seharusnya berada.

Di sisi lain, lanjut Hasyim, Direktorat Jenderal (Dirjen) Kristen Kementerian 
Agama diminta tidak terlalu gampang merekomendasikan terbentuknya sinode.

"Sehingga memperbanyak sekte-sekte dalam agama Kristen yang mengakibatkan 
setiap sekte meminta gereja sendiri-sendiri, ada juga gereja yang diisi hanya 
dua orang saja," jelasnya.

Hasyim juga menerangkan, pihak Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) sudah sangat 
berat mengatur ratusan gereja yang ada di bawah naungannya.

Hasyim menambahkan, dari catatan yang ada, Indonesia merupakan negara yang 
memiliki gereja terbanyak di kawasan Asia. Namun selanjutnya, dari perkembangan 
peristiwa di Bekasi sangat dirasakan ada pihak tertentu yang hendak 
mengaduk-aduk, serta berselancar di atas peristiwa itu.

"Umat beragama harus waspada bahwa selalu ada faham atheisme (nonagama) yang 
mengaduk-aduk dan mengkonflikkan antarumat beragama agar agama disfungsi demi 
kepentingan ideologi atheisme. Dan, mereka pula yang mengobarkan Islamophobia 
dengan menyusup ke semua agama yang ada," paparnya.

Sebelumnya, Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah mengatakan, ada usaha-usaha 
kelompok tertentu yang bermain di air keruh dalam kasus perkelahian di Bekasi.

Usaha-usaha itu di antaranya adalah menyeret kasus bentrokan jemaat HKBP dengan 
pemuda Muslim Bekasi untuk target lebih jauh, yakni mengusulkan penghapusan SKB 
Menteri. Karena itu, pihaknya meminta masyarakat mewaspadai kelompok-kelompok 
seperti ini.

 "Yang mendesak pencabutan SKB ini adalah kelompok-kelompok yang tak 
menginginkan agama menjadi sesuatu yang sakral. Mereka ingin menjadikan agama 
ini sebatas budaya saja, " ujar Mutawakkil kepada hidayatullah.com, Rabu (15/9) 
sore.

Saat didesak siapa kelompok itu, Mutawakkil mengatakan, mereka adalah kelompok 
liberal Islam dan liberal Kristen. [cha, berbagai sumber/hidayatullah.com]

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke