> "Tawangalun" <tawanga...@...> wrote:
> aku gak percoyo teory Genduk bahwa
> Islam menghancurkan opo2,justru
> dulu Islam pernah jaya bisa ngalahke
> dua adikuasa waktu itu yaitu Persi
> dan Romawi.

Bukan masalah percaya atau enggak percaya, melainkan masalah kenyataannya itu 
memang begitu.  Semua kerajaan itu selalu ada pasang surutnya, Islam itu bukan 
berjaya, mereka menguasai wilayah kerajaan orang yang dihancurkannya pada saat 
kerajaan tsb sedang surut.

Tapi sebenarnya bukan karena Islamnya yang menang, karena raja Islam dan raja 
Islam juga saling berperang.

Kesalahannya yang fatal adalah dunia Islam selalu menciptakan sejarah2 palsu 
untuk meningkatkan kepercayaan umatnya se-olah2 ada kejayaan Islam dizaman 
dulu.  Kerajaan Islam satu menghancurkan kerajaan Islam lainnya janganlah 
dinamakan kejayaan, tapi kehancuran.

Kalo saja disemua negara2 Syariah Islam diberi kesempatan pemilu secara 
demokratik, mereka semuanya 90% memilih negara Demokratis daripada negara 
Syariah.

Janganlah menganggap negara Syariah itu adalah pilihan rakyatnya, enggak akan 
ada satupun negara Syariah yang pilihan rakyatnya, karena kalo memang rakyatnya 
diberi kesempatan memilih malah semuanya kepingin jadi negara demokratis, 
bahkan yang tinggal dinegara Syariah kalo saja diberi kesempatan mereka 
mengungsi ke Amerika, ke Australia, ke Inggris, ke Perancis dll....  dan ini 
jelas bukti2nya.  Kita dalam hal ini enggak bisa menyangkalnya.

Saya meskipun beragama Islam jelas menolak Syariah Islam,
Sukarno, meskipun Islam juga menolak Syariah Islam,
Guz Dur Jelas pemuka Islam, tapi menolak Syariah Islam,

Semua muslimin menolak Syariah Islam, kecuali tentunya muslimin2 yang buta 
ajaran Islam, tidak memahami ajaran Islam dan percaya dongeng2 tentang 
kebagusan dan kebaikan syariah Islam yang tidak pernah ada contoh bukti2nya.

Untuk memahami Syariah Islam itu cuma menimbulkan kekacauan cukup bisa 
dilakukan analisis sederhana saja.  Artinya dalam suatu masyarakat yang 
pluralitis, kalo cuma memuliakan satu macam agama saja dan mendiskriminasi 
agama2 lain, tidak mungkin bisa damai, selamanya menimbulkan kekacauan.  Semua 
orang juga akan paham hal ini, jadi tak perlu dicobain dulu untuk masalah ini.










> Coba Iran yg Islam jangan diganggu nanti kan maju,masalahnya kalau Iran maju 
> banyak yg wedi.
> 
> Shalom,
> Tawangalun.
> 
> --- In [email protected], a.widura@ wrote:
> >
> > Disekolah negeri, ada ketentuan kalau nilai agama merah (dibawah 6) tidak 
> > akan naik kelas..lucu sekali, padahal sekolah negeri itu bukan sekolah 
> > agama..
> > -----Original Message-----
> > From: "muskitawati" <muskitawati@>
> > Sender: [email protected]
> > Date: Fri, 17 Sep 2010 22:51:52 
> > To: <[email protected]>
> > Reply-To: [email protected]
> > Subject: [proletar] Re: Quran & Hadist Menghancurkan Pendidikan Science di 
> > RI
> > 
> > 
> > > "Tawangalun" <tawangalun@> wrote:
> > > Jangan selalu ditimpakan ke Islam,
> > > hancurnya mutu pendidikan RI soale
> > > dananya diperkecil.Perguruan Tinggi
> > > dikon jadi profit centre nyari duwit
> > > dewek.Itu terjadi semenjak mBah
> > > Harta yg non demokrasi lalu digulingkan
> > > menjadi demokrasi.Jadi disini terbukti
> > > demokrasi malah elek.
> > 
> > Kalo agama Kristen yang dipaksakan diajarkan di-sekolah2, maka saya akan 
> > membuat topik bahwa "agama Kristen menghancurkan pendidikan science di RI".
> > 
> > Tapi khan yang dipaksakan untuk diajarkan di-sekolah2 itu bukan agama 
> > Kristen, bukan agama Hindu, tapi agama Islam, sehingga jelas enggak mungkin 
> > topiknya saya ganti dengan agama lainnya.
> > 
> > Agama Islam tetap penyebab kehancuran dunia pendidikan di Indonesia, dan 
> > soal dana pendidikan terlalu banyak dihamburkan untuk pelajaran agama yang 
> > tidak ada gunanya dan sama sekali tidak produktif dan tidak pernah mencapai 
> > sasarannya dalam membentuk etika moral murid yang diharapkan.
> > 
> > Pemerintah menghamburkan dana pendidikan untuk pendidikan agama terlalu 
> > banyak, sementara guru2 agamanya jarang yang digaji, lalu kemana dana yang 
> > sebanyak itu???  inilah dilemma korupsi di Indonesia dimana agama dan 
> > partai2 agama Islam menjadi belatung yang menghancurkan pendidikan 
> > diseluruh Indonesia.  :ebih parah lagi, guru2 agama bisa digaji dan diberi 
> > posisi sebagai guru matematika padahal tidak mengerti tentang matematika 
> > itu sendiri.
> > 
> > Dulu pernah saya kedatangan tamu dari Indonesia yang mengaku sarjana 
> > ekonomi.  Setelah omong2 panjang lebar, dia minta bantuan kepada saya untuk 
> > masuk ke fakultas ekonomi disini.  Ternyata dia gagal total, angkanya 
> > paling rendah, setelah saya selidiki ternyata dia adalah sarjana ekonomi 
> > Syariah, yang notabene bukanlah seorang sarjana ekonomi melainkan cuma 
> > seorang ulama yang diberi gelar sarjana ekonomi syariah yang seharusnya 
> > bukan gelar ilmiah.
> > 
> > Coba bayangin kalo dana pendidikan di Amerika digunakan untuk pendidikan 
> > agama, bukankah negara ini juga akan ambrol hancur dunia pendidikannya???
> > 
> > Ny. Muslim binti Muskitawati.
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke