Wanita Karir Dalam Gunjingan Calon Suami Yang Ideal !!!
Bukan cuma dikalangan umat Islam, juga dikalangan umat beragama lainnya
termasuk disemua kalangan yang tidak beragama pun pergunjingan selalu ada.
Bedanya, pergunjingan yang dilakukan sembunyi2 dan pergunjingan yang bebas
berkembang sehingga menjadi topik diskusi.
Baik didunia pria maupun didunia wanita, mempergunjingkan atau membicarakan
pasangan lawan jenis yang ideal untuk pasangan hidup adalah hal yang lumrah
terjadi diseluruh dunia.
Umum bagi setiap orang mendambakan yang cantik/ganteng, kaya, berpendidikan,
dan lain2. Namun hal2 umum ini dalam lingkungan agama tertentu seperti
lingkungan Islam, sering kali idealnya diubah menjadi tidak umum. Misalnya,
pasangan ideal yang didambakan itu tidak perlu cantik/ganteng, tidak perlu
kaya, tidak perlu berpendidikan, tapi yang paling penting berkeimanan Islam
yang tinggi, rajin shalat. Dan dalam kalangan wanita Islam yang berpendidikan
biasanya juga ditekankan tidak boleh punya madu.
Namun dunia wanita di Indonesia lebih banyak mempergunjingkan calon suaminya
yang mampu memberi nafkah, untuk itu persyaratannya adalah minimum sarjana,
karena hanya titel sarjana saja yang memungkinkan bisa mendapatkan gaji yang
cukup untuk rumah tangga. Meskipun persyaratan ini tidaklah diungkapkan secara
terbuka atau terang2an, tetapi pasti, gelar sarjana besar pengaruhnya terutama
bagi laki2 calon suami dalam menyunting seorang isteri.
Permintaan atau persyaratan inilah yang menyebabkan berbagai perguruan tinggi
diciptakan baik oleh swasta maupun oleh pemerintah.
Gelar kesarjanaan ini sangat ampuh untuk melamar isteri, melamar kerjaan,
melamar menjadi pemain politik dlsb. Membuka perguruan tinggi di Indonesia
sangat mudah dan murah biayanya, jadi enggak heran kalo nantinya diseluruh
Indonesia semuanya memiliki titel sarjana.
Contohlah, untuk membuka perguruan Tinggi agama Islam, modalnya cuma sewa
kantor, papan tulis, kapur, dan AlQuran beserta Hadistnya. Murid2nya ditarik
uang sumbangan, uang bangku, uang kuliah, uang praktek, dan uang pendaftaran
tentunya.
Wanita Karir ... dalam pergunjingan menemukan calon suami ideal !!!
Susi (accountant),
Tina (dokter),
Lusi (insinyur), dan
Mina (dokter gigi)
SUSI: eeeeh... udah 6 bulan yang lalu gue pacaran sama cowok yang lumayan
wajahnya, dan dia kasih gue kartu namanya, ternyata dia sarjana ekonomi, gue
jadi jatuh cintrong deh.
LUSI: cowoknya itu tampang lumayan tapinya berdoku enggak atau cuma modal
tampangnya doang ???
SUSI: babe-nya sih kaya, tapi dia sendiri katanya bekerja di pemerintah di
Departement Pendidikan. Dan dia katanya dalam proses pindah ke perbankan
sesuai dengan bidang kesarjanaannya.
TINA: waaah... kalo shalatnya rajin sih bisa juga tuh jadi calon !
SUSI: kalo soal sholat sih enggak pernah absen tuh ! Pribadinya hemat, bukan
pemboros. Kayaknya ideal untuk suami. Tapi soal sholat sih itu sekunder bisa
dibentuk belakangan.
LUSI: calon suami itu utamanya harus dipastikan kerjaannya apa, latar belakang
pendidikannya apa, dan tentu asal usul ortunya dan kekayaannya seberapa? Soal
agama, sholat, dan hobby-nya sih bisa dibentuk belakangan. Sedangkan utamanya
itu enggak bisa dibentuk belakangan, harus jadi modal permulaan sebelum
perkawinan.
MINA: cowok nya itu namanya siapa ?
SUSI: namanya "Abdullah Hamid"
MINA: Oooo... dia sih udah tahun lalu mau ngelamar gue, tapi ditolak ortu gue
karena titelnya itu Sarjana Ekonomi Syariah, kerjaannya honorer guru agama
Islam, dia ngelamar ke bank2 Syariah enggak diterima karena yang dicari oleh
bank Syariah juga Sarjana Ekonomi beneran bukan ekonomi Syariah. Sarjana
ekonomi beneran harus menguasai matematika dan kalkulus untuk memperhitungkan
bunga berbunga, tapi ekonomi Syariah enggak perlu matematika karena Islam
melarang riba, tapi cukup bisa hafal beberapa ayat2 Quran. Jadi kalo enggak
ada Riba tentunya enggak perlu matematika buat ngitung2 bunga.
SUSI: astagafirullah..., gue ketipu dong, baru tahu kalo ada titel sarjana
ekonomi syariah, itu sih bukan titel professional tapi titel pengangguran
terselubung, sama dengan titel tukang santet !!! Kurang ajar bener tuh cowok
mau coba2 nipu gue. Gue putusin hari ini juga... dasar sial guenya.
MINA: makanya, ati2 kalo milih calon suami, jangan asal titel sarjana aja,
tetapi bidang professi apa kesarjanaannya. Kalo sarjana bidang agama itu sih
bukan sarjana tapi cuma angan2 aja titel2annya.
LUSI: iya, memang betul juga sih, masa kita mau dikasih makan doa2 aja?
Rupanya bagi kita wanita sarjana harus hati2 sama cowok yang ngaku2 sok
bertitel.
Ny. Muslim binti Muskitawati.
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/