catatan: Alhamdullilah...sudah banyak orang indonesia yang mulai sadar kalau para founding fathers kita itu benernya agak agak error gimana gitu...
============== http://groups.yahoo.com/group/Spiritual-Indonesia/message/120377 ditulis oleh Heru Baskoro... Sila pertama Panca Sila adalah sila yang dipaksakan untuk mempersatukan rakyat yang beragama. Sila inilah yang membuat bangsa Indonnesia menjadi bangsa hipokrit, dan tidak logis dalam berbahsa. Hipokrit karena agama yang diakui tidak semua mengakui Tuhan yang satu. Tidak logis dalam berbahasa karena menjadikan angk satu bukan suatu angka yang mutlak tapi superlatif. Satu adalah suatu bilangan yang mutlak. Bandingkan dengan kata besar yang merupakan besaran yang superlatif. Maha yang artinya sangat hanya bisa menerangkan besaran yang superlatif bukan besaran yang mutlak, misalnya maha besar, maha kuasa, maha pintar. Maha tidak bisa disandingkan dengan kata satu, esa atau unik. Esa atau satu adalah satu, bukan 1,00000001 atau 1,00000000000000000001. Dari sini kelihatan bahwa pemimpin kita dahulu walaupun kita kagumi semangat perjuangannya akan tidak dapat berpikir logis. Banyak sekali kaidah bahasa yang dilanggar dalam bahasa resmi seperti: Perserikatan Bangsa Bangsa Dewan Gereja Gerja Dalam tata bahasa Indonesia (bukan Inggris) maka apabila didepan suatu kata benda ada kata yang bermakna jamak (lebih dari satu) maka kata benda tersebut tidak boleh lagi di-jamakkan (diulang). Buku buku adalah bentuk jamak, tidak boleh ada dua jamak - banyak buku buku tapi cukup banyak buku, Perserikatan Mahasiswa Mahasiswa cukup Perserikatan Mahawiswa. Jadi seharusnya Perserikatan Bangsa bukan Perserikatan Bangsa Bangsa. Akhiran "kan" dan "i" sering dikacaukan oleh pemimpin kita seperti: Presiden membawah"i" menteri seharusnya Presiden membawah"kan" menteri. Susi Susanti memenang"kan" pertandingan seharusnya memenangi pertandingan, karena kalau memenangkan pertandingan artinya pertandingannya yang menang. seperti: "hakim memangkan FPI dalam kasus pengrusakkan tempat tempat hiburan". FPI yang menang.... hore. Huruf besar ditengah kalimat seperti untuk "proper noun" atau suatu benda yang jelas apa/siapa yang dimaksud. Konferensi itu dihadiri oleh presiden negara negara Asia. Karena presiden disini tidak menunjukkan presiden yang mana maka "p" dalam kata presiden harus huruf kecil. Seminar ini akan duhadiri oleh Presiden. Disini yang dimakasud adalah Presiden SBY. Umat Islam menyembah Tuhan, yang dimaksud tuhan disini adalah Allah S.A.W. Kepercayaan kepada tuhan. Tidak dijelaskan tuhan yang mana, Jehova atau Allah (Allah monopoli orang Islam Malaysia). Kembali kepada Ketuhanan yang Maha Esa. Kata ini ditafsirkan semau-maunya oleh masyarakat. Ada yang menganggap rakyat Indonesia harus bercaya kepada Tuhan yang satu (Tuhan yang mana?, Jehovah, Allah). Yang jelas-jelas bertuhan satu adalah Islam. Ada yang menafsirkan rakyat Indonesia harus beragama yang diakui oleh negara. Ada yang menganggap rakyat Indonesia boleh bertuhan siapa saja asal satu. Kalau alam dianggap Tuhan boleh saja toh. Urusan kepercayaan kok diatur negara. Ucapkan saja kalimat Syahadat, maka urusan jadi beres. ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
