Setara Institute: Polri Harus Tegas dalam Kasus HKBP Jakarta, 16 September 2010 13:40 Setara Institute for Democracy and Peace meminta Polri bertindak tegas dalam menanggani kasus penyerangan dua jemaat Huria Kristen Batak Protestan Bekasi.
"Polri harus lebih tegas dan lugas menanggani kasus yang terkait agama serta jangan ragu dan bimbang," kata Ketua Setara Institute for Democracy and Peace, Hendardi di Jakarta, Kamis (16/9). Menurut Hendardi, kasus penyerangan terhadap jemaat HKBP --dengan korban masing-masing Asia Lumban Toruan (50) dan Pendeta Luspida Simanjuntak (40)-- pada dasarnya adalah gangguan kebebasan dalam menjalankan agama di berbagai daerah dan bukan hanya masalah HKBP, tapi masalah bersama. "Pelaku tindak kekerasan ini adalah individu yang memakai kedok kelompok dan agama, kita jangan terkecoh karena semua agama mengajarkan kebajikan," katanya. Sementara itu, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri, Brigjen Pol Iskandar Hasan mengatakan, pihaknya akan menindak tegas upaya-upaya provokatif bertujuan memecah belah bangsa. "Polri sudah menetapkan sepuluh tersangka terkait kasus penyerangan jemaat HKBP dan akan terus dikembangkan," kata Iskandar. Berita sepihak Sementara itu Kordinator Nasional Gerakan Peduli Pluralisme Damien Dematra menyatakan, kasus jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Bekasi pada Minggu (12/9) informasi yang beredar di masyarakat luas baru berasal dari satu pihak. "Sebetulnya saya tak perlu mengomentari dan kita juga tahu bahwa pemberitaan selama ini satu arah. Kalau cuma satu arah itu tidak adil (fair)," kata Damien, usai melaksanakan pertemuan dengan wakil umat Islam Kota Bekasi, Rabu. Ia menyayangkan bahwa selama ini yang dimonitor lebih cenderung dari pihak jemaat HKBP sementara versi teman-teman Muslim dan masyarakat setempat belum ada. "Kita mau klarifikasi apa yang terjadi menurut teman-teman Muslim agar tahu masalahnya di mana," kata Demian. Pengacara Salih Mangara Sitompul yang juga pengurus Forum Umat Islam Kota Bekasi, mewakili umat Islam Kota Bekasi dan selama ini belum dengan tegas menyatakan persoalan itu adalah insiden yang terjadi secara tidak terencana ketika ratusan orang jemaat HKPB berjalan kaki dari Jalan Puyuh Raya ke lokasi peribadatan di Ciketing Asem berjarak 3 Km. Di tengah perjalanan jemaat bertemu dengan umat yang dijadikan tersangka dan terjadilah peristiwa itu hingga jatuh dua korban di pihak jemaat. Sedangkan dari masyarakat setempat korbannya bernama Ismail menderita luka di kepala dan dijahit serta Ade Firman luka dalam di lengan. "Sayangnya fakta ini tidak diberitakan. Ini tidak adil," katanya menyayangkan pemberitaan hanya bersumber dari satu pihak. Damien menyatakan, untuk mencari tahu akar persoalan, informasi harus dicari dua arah (pihak). Dalam acara konferensi pers di Jakarta Selasa (14/9), Damien secara tegas menyatakan harus ada investigasi. Bila tidak dengan cara itu persoalannya tidak akan selesai, ujarnya. Investigasi dilakukan dengan mendatangi Front Pembela Islam karena di media ada tuduhan ormas tersebut terlibat selanjutnya dilakukan klarifikasi balik ke HKBP dan kini bertemu dengan umat di Kota Bekasi untuk diklarifikasi sebelum dibawa ke pertemuan antara kedua belah pihak. Ia menyatakan, dalam setiap konferensi pers semua klarifikasi itu terbuka untuk umum. "Kita tidak mau ada yang ditutup-tutupi biar pers menilai kenapa kita ajak media agar duduk permasalahannya jelas," tegasnya. Pihaknya tidak ingin warga diadu domba dan dimanipulasi oleh kepentingan tertentu. Kuncinya adalah keterbukaan akan jelas dan umat beragama jangan mau diadu domba. Ia menegaskan, pemerintah harusnya bersuara dan menangani masalah ini jauh-jauh hari sebelum peristiwa itu terjadi [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
