Biar infonya makin lengkap, MUI juga udah turun tangan soal palm oil ini

http://id.news.yahoo.com/antr/20100919/tid-mui-kecam-kawasan-pabrik-biodiesel-p-f9ffe45.html

MUI Kecam Kawasan Pabrik Biodiesel Produksi Tuak

 

 Pekanbaru (ANTARA) - Majelis Ulama Indonesia Provinsi Riau mengecam 
penyalahgunaan kawasan pabrik biodiesel milik Pemerintah Provinsi di 
Kabupaten Kampar, yang kini justru menjadi tempat pembuatan minuman 
keras tradisional jenis tuak.
 
"Selaku ulama kami sangat mengecam penyalahgunaan kawasan pabrik 
yang seharusnya memberi manfaat, justru jadi tempat produksi tuak yang 
mendatangkan mudharat dan bisa membahayakan orang banyak," kata Ketua 
Komisi Fatwa MUI Riau Abdurrahman kepada ANTARA di Pekanbaru, Minggu.
 
Abdurrahman mengatakan hal itu terkait aktivitas produksi tuak, 
minuman keras tradisional, yang dilakukan secara manual di kawasan 
pabrik biodiesel milik Pemprov Riau yang berjarak sekitar 25 kilometer 
dari Pekanbaru, tepatnya di Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, 
Kabupaten Kampar, Riau.
 
Pabrik yang berdiri di areal seluas 60 hektare itu kini 
terbengkalai. Awalnya, pabrik itu direncanakan pemerintah mampu 
memproduksi 10 ton biodiesel jenis solar per hari dari bahan baku minyak
 kelapa sawit mentah (CPO), minyak kelapa dan daun jarak.
 
Menurut dia, Pemprov Riau harus segera bertindak tegas menutup 
aktivitas pabrik tuak karena hal itu diharamkan dalam Islam. Ia juga 
menyarankan agar kawasan pabrik biodiesel tersebut dikembalikan sesuai 
dengan fungsi semula.
 
"Secara fiqh, segala tindakan yang memfasilitasi sesuatu yang 
diharamkan agama, maka hukumnya juga haram. Apalagi kawasan itu adalah 
aset negara," ujarnya.
 
Pabrik biodiesel itu menelan biaya sekitar Rp5 miliar dari APBD Riau
 2003 dan beroperasi atas kerja sama Pemprov Riau dengan Badan Pusat 
Penelitian Teknologi Indonesia (BPPT). Untuk menunjang bahan baku 
biodiesel, pemerintah menyediakan ribuan pohon kelapa yang ditanam di 
areal pabrik seluas 60 hektare.
 
Namun, pabrik tersebut berhenti beroperasi sejak tahun 2007 akibat 
kesulitan bahan baku. Sedangkan, perkebunan kelapa itu malah 
disalahgunakan menjadi tempat produksi tuak, setelah disewakan oknum PNS
 kepada pihak lain dengan nilai puluhan juta Rupiah setahun.
 
Kabarnya, produksi tuak dalam sehari mampu menghasilkan 500 liter 
air nira untuk membuat tuak, dan dijual satu jeriken isi 25 liter 
seharga Rp80 ribu. 
 

--- On Mon, 9/20/10, sunny <[email protected]> wrote:







 



  


    
      
      
      Refleksi : Untuk melihat program "The price of  palm oil", click situs 
seperti tertera dibawah : 



http://english.aljazeera.net/programmes/101east/2010/09/201091314449468468.html



The price of palm oil 

Indonesia is the world's biggest palm oil producer but critics say it is 
harmful and unsustainable.

Last Modified: 17 Sep 2010 07:03 GMT 



It is considered a versatile, high-yielding super crop. Palm oil is found in 
everyday products from shampoo to biscuits to chocolate and it is also touted 
as the green alternative to fossil fuels.



It is a billion dollar industry providing much needed employment and national 
revenue across Southeast Asia.



But critics say the expansion of palm-oil plantations in Indonesia and Malaysia 
is having a devastating effect on forests, wildlife and indigenous people.



On this edition of 101 East, we ask if the palm oil industry can strike a 
balance between profits and environmental protection.



Joining the programme are Mahendra Siregar, Indonesia's deputy trade minister, 
Rikke Netterstrom from the Roundtable on Sustainable Palm Oil, and Bustar 
Maitar from Greenpeace Southeast Asia.



This episode of 101 East airs from Thursday, September 16, at the following 
times GMT: Thursday: 1230; Friday: 0300; Saturday: 0530, 1730; Sunday: 1130; 
Monday: 0030; Tuesday: 0600, 1430; Wednesday: 0830; Thursday: 0630.



[Non-text portions of this message have been removed]





    
     

    
    


 



  






      

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke