http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2010091801205716

      Sabtu, 18 September 2010 
     

      BURAS 
     
     
     

Hapus Kemiskinan, Syarat kian Berat!


       
      "USAI Lebaran kok loyo?" sapa Umar.

      "Akibat syarat menghapus kemiskinan kian berat!" sambut Amir. "Berdasar 
kuliah Prof. David T. Ellwood dari Harvard di Istana Negara (15-9), syaratnya 
sulit dipenuhi! Empat syaratnya, pertumbuhan ekonomi tinggi, keunggulan 
bersaing global, pemerintahan dan kelembagaan yang efektif, ada perencanaan 
yang saksama!"

      "Pertumbuhan ekonomi tinggi harus berkualitas-tinggi pula daya serapnya 
pada tenaga kerja!" tegas Umar. "Dengan jumlah penduduk 237 juta (sensus 2010), 
pertumbuhan angkatan kerja baru kini jadi 3 juta lebih per tahun! Jika satu 
persen pertumbuhan berkualitas menyerap 400 ribu tenaga kerja, untuk menampung 
angkatan kerja baru butuh pertumbuhan 7,5 persen!"

      "Celakanya, selain pertumbuhan dekade ini tak pernah mencapai 7 persen 
per tahun, pertumbuhan berbasis konsumsi dikatrol sektor keuangan yang tak 
padat karya, daya serapnya setiap persen di bawah 250 ribu tenaga kerja!" 
timpal Amir. "Buat akomodasi angkatan kerja baru saja tak cukup! Padahal 
isyarat Ellwood, inti usaha mengentas kemiskinan itu pekerjaan sebagai sumber 
penghidupan!"

      "Untuk keunggulan bersaing global, kita kelepek-kelepek! Ekspor kita 
serbamentah, minyak bumi, CPO, kopi, dan sebagainya!" tegas Umar. "Malaysia 
saja, sudah jadi eksportir semikonduktor terbesar dunia, ekspor sawit mereka 
dalam aneka produk kemasan branded! Perlu strategi baru jangka panjang 
membenahi keunggulan bersaing global kita! Kalau tidak, kian jauh tertinggal!"

      "Lalu syarat pemerintahan dan kelembagaan yang efektif, bisa diukur 
sejauh mana reformasi birokrasi beringsut! Dari sisi ini tampak, efektivitasnya 
rendah!" timpal Amir. "Dari sisi anggaran di daerah, pemerintah ibarat warung, 
belanja pekerja warungnya (anggaran rutin) jauh lebih besar dari nilai dagangan 
yang ditangani (anggaran publik). Bagaimana bisa menghapus kemiskinan, jika 
belanja daerah lebih besar untuk aparaturnya daripada untuk rakyat?"

      "Terkait pemerintah daerah itu, syarat adanya perencanaan yang seksama 
masih perlu proyeksi!" tegas Umar. "Terencana saksama-komprehensif (jelas ragam 
garapan-sasaran dan anggarannya) serta berkesinambungan (jelas tahapan demi 
tahapan serta terget capaian setiap tahapnya)-belum ada konvensi dalam APBD 
Tingkat II. Jadi kalau Gubernur selalu menegaskan kemiskinan bukan urusan 
Pemprov, tapi urusan bupati dan wali kota, maka di APBD Tingkat II belum ada 
konvensi perencanaan saksama seperti maksud Ellwood, sekaligus juga sumber 
anggarannya! Kloplah, tak satu pun syarat Ellwood lolos!!" ***

      H. Bambang Eka Wijaya
     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke