--- Pada Sen, 20/9/10, Pujo Hartono <[email protected]> menulis:Dari: 
Pujo Hartono <[email protected]>Judul: [polman] OOT (moslem Only) : 
Ciketing un told storyKepada: [email protected]: Senin, 20 
September, 2010, 4:14 AM 

Dear Rekan Muslim,

Tolong di konfirmasikan kebeneran hal di bawah ini yang di ambil dari milis 
tetangga:

Dua puluh tahun, umat Islam Bekasi telah menunjukkan KETINGGIAN SIKAP 
TOLERANSIdan KEBESARAN JIWA terhadap Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) 
denganmembiarkan jemaatnya melakukan kebaktian setiap Ahad di rumah tinggal 
seorangwarga perumahan Mustika Jaya, Ciketing, Bekasi.

Dua puluh tahun, umat Islam Bekasi tidak pernah keberatan, apalagi usil 
danmengganggu ibadah Jemaat HKBP di tempat tersebut.

Dua puluh tahun, umat Islam Bekasi tetap tidak protes dengan adanya Jemaat 
HKBPyang datang dari luar perumahan, bahkan luar Bekasi ke tempat tersebut.

Namun, setelah dua puluh tahun, seiring dengan makin banyaknya Jemaat HKBP 
yangdatang ke tempat tersebut dari berbagai daerah, maka Jemaat HKBP mulai 
tidak terkendali. Bahkan Jemaat HKBP mulai arogan, tidak ramah lingkungan, 
tidak menghargai warga sekitar yang mayoritas muslim, seenaknya menutup jalan 
perumahan untuk setiap kegiatan mereka, bertingkah bak penguasa, merusak 
tatanan kehidupan bertetangga, menciptakan berbagai problem sosial dan hukum. 

Puncaknya,

HKBP ingin menjadikan rumah tinggal tersebut sebagai GEREJA LIAR. Setelah dua 
puluh tahun, umat Islam Bekasi, khususnya warga perumahan Mustika Jaya, 
Ciketing, mulai gerah dan merasa terganggu dengan pola tingkah Jemaat HKBP yang 
semakin hari semakin arogan, bahkan nekat memanipulasi perizinan warga sekitar 
untuk GEREJA LIAR mereka.

Sekali pun kesal, kecewa dan marah, umat Islam Bekasi tetap patuh hukum dan 
taatundang-undang. GEREJA LIAR HKBP di Ciketing diprotes dan digugat melalui 
koridorhukum yang sah, sehingga akhirnya GEREJA LIAR tersebut disegel oleh 
Pemkot Bekasi. Tapi HKBP tetap ngotot dg GEREJA LIARnya, bahkan solusi yang 
diberikan Pemkot Bekasi untuk dipindahkan ke tempat lain secara sah dan legal 
pun ditolak.

HKBP menebar FITNAH bahwa umat Islam Bekasi melarang mereka beribadah 
danmengganggu rumah ibadah mereka. Lalu secara demonstratif jemaat HKBP setiap 
Ahad keliling melakukan KONVOI RITUAL LIAR dengan berjalan kaki, dari GEREJA 
LIAR yang telah disegel ke lapangan terbuka dalam perumahan di depan batang 
hidung warga muslim Ciketing, dengan menyanyikan lagu-lagu gereja, tanpa 
mempedulikan perasaan dan kehormatan warga muslim di sana.

Akhirnya, terjadi insiden bentrokan antara HKBP dengan warga muslim Ciketing 
pada Ahad, 8 Agustus 2010, tiga hari sebelum Ramadhan 1431 H. Dalam insiden 
tersebut, dua pendeta HKBP sempat mengeluarkan PISTOL dan menembakkannya. 
Selanjutnya, tatkala umat Islam Bekasi masih dalam suasana Idul Fithri, pada 
Ahad 3 Syawwal 1431 H / 12 September 2010 M, Pendeta dan Jemaat HKBP kembali 
melakukan provokasi dengan menggelar KONVOI RITUAL LIAR sebagaimana yang dulu 
sering mereka lakukan. 

Kali ini terjadi insiden bentrokan antara 200 orang HKBP dengan 9 IKHWAN WARGA 
BEKASI yang berpapasan saat konvoi. Peristiwa tersebut DIDRAMATISIR oleh HKBP 
sebagai penghadangan dan penusukan pendeta. Media pun memelintir berita 
peristiwa tersebut, sehingga terjadi PENYESATAN OPINI. 

Akhirnya, banyak anggota masyarakat menjadi KORBAN MEDIA, termasuk Presiden 
sekali pun.

Peristiwa Bekasi Ahad 3 Syawwal 1431 H / 12 Sept 2010 M, BUKAN perencanaan tapi 
insiden, BUKAN penghadangan tapi perkelahian, BUKAN penusukan tapi tertusuk, 
karena 9 warga Bekasi yang dituduh sebagai pelaku adalah IKHWAN yang sedang 
lewat berpapasan dengan KONVOI RITUAL LIAR yang dilakukan 200 HKBP bersama 
beberapa pendetanya di lingkungan perkampungan warga muslim Ciketing. Lalu 
terjadi perkelahian, saling pukul, saling serang, saling tusuk dan saling 
terluka.

Pendeta dan jemaat HKBP yang dirawat di Rumah Sakit dibesuk pejabat tinggi, 
mendapat perhatian khusus Presiden dan Menteri, namun siapa peduli dengan warga 
Bekasi yang juga terluka dan dirawat di Rumah Sakit ?. 

Bahkan salah seorang dari 9 warga Bekasi tersebut, justru ditangkap saat sedang 
dirawat di sebuah Rumah Sakit akibat luka sabetan senjata tajam HKBP.

Mari gunakan LOGIKA SEHAT: Jika peristiwa tersebut PERENCANAAN, mana mungkin 9 
ikhwan melakukannya secara terang-terangan dengan busana muslim dan identitas 
terbuka ! 

Jika peristiwa tersebut PENGHADANGAN, mana mungkin 9 orang menghadang 200 
orang, apa tidak sebaliknya ?! 

Jika peristiwa tersebut PENUSUKAN, mana0mungkin 9 ikhwan lebam-lebam, luka, 
patah tangan, bahkan ada yg tertusuk juga !

Soal PENON-AKTIFAN Ketua FPI Bekasi Raya oleh DPP-FPI bukan karena salah, tapi 
untuk melancarkan roda organisasi FPI Bekasi Raya yang teramat BERAT 
tantangannya, sekaligus meringankan beban tugas sang Ketua yang sedang 
menghadapi UJIAN BERAT dalam menghadapi tuduhan dan proses hukum. Jadi, putusan 
tersebut sudah tepat, dan merupakan langkah brillian dari DPP mau pun DPW FPI 
Bekasi.

Langkah tersebut bukan saja cerdas, tapi menjadi bukti TRADISI FPI yang 
berani,tegas dan bertanggung-jawab. Ketua FPI Bekasi Raya, baru disebut-sebut 
namanya saja oleh pihak kepolisian, sudah dengan gagah langsung serahkan diiri 
ke Polda Metro Jaya secara sukarela didampingi DPP-FPI untuk diperiksa. Dan 
siap menjalani proses hukum bila dinilai bertanggung-jawab dalam insiden 
Bekasi, walaupun beliau tidak ada di lokasi kejadian. 

Bandingkan dengan SIKAP PENGECUT Pemred Palyboy Erwin Arnada yang melarikan 
diri dari VONIS DUA TAHUN PENJARA yang sdh ditetapkan Mahkamah Agung sejak 29 
Juli 2009. Bandingkan dengan sikap pengecut DEWAN PERS dan LSM KOMPRADOR yang 
berusaha melindungi dan membantu SangTERORIS MORAL tersebut dari putusan tetap 
Mahkamah Agung.

Bagi segenap pengurus, anggota, aktivis, laskar dan simpatisan FPI dari Pusat 
hingga ke Daerah, bahwa Ketua FPI Bekasi Raya adalah PEJUANG bukan (pecundang).

Beliau TIDAK ADA DI LOKASI kejadian saat peristiwa. Beliau hanya kirim SMS 
AJAKAN kpd umat Islam untuk membela warga Ciketing beberapa hari sebelum 
peristiwa, tapi dituduh sebagai provokator, sedang para Pendeta HKBP yang 
mengajak, membawa dan memimpin massa Kristen serta memprovokasi warga muslim 
dengan KONVOI RITUAL LIAR, tak satu pun diperiksa.

Kini yang menjadi pertanyaan adalah :

1. Kenapa para Pendeta HKBP yang jadi PROVOKATOR dan PENGACAU tidak diperiksa ?

2. Kenapa kegiatan HKBP setiap Ahad di Ciketing yg menggelar KONVOI RITUAL LIAR 
keliling perumahan warga muslim dengan lagu-lagu Gereja secara demonstratif 
dibiarkan ?

3. Kenapa dua pendeta yang bawa PISTOL dan menembakannya ke warga pada insiden 
8 Agustus 2010 tidak ditangkap ?

4. Kenapa dua jemaat HKBP, Purba dan Sinaga, yang bawa PISAU saat insiden 
12September 2010 sudah ditangkap lalu dilepas kembali ?

5. Kenapa jemaat HKBP yang memukul dan menusuk 9 ikhwan warga Bekasi 
tidakditangkap ?

6. Kenapa Presiden dan Para Menteri serta pejabat dan sederetan Tokoh Nasional 
memberikan simpatik kepada PENGACAU sambil menyalahkan warga muslim Bekasi ?

7. Kenapa banyak pihak senang mengambil kesimpulan dan keputusan hanya 
berdasarkan OPINI dan ISSUE media ?

8. Kenapa di Indonesia yang merupakan negeri mayoritas muslim terbesar di 
dunia,justru yg terjadi adalah MAYORITAS TERTINDAS OLEH TIRANI MINORITAS ?

9. Kenapa MINORITAS di Indonesia terlalu dimanjakan, sehingga mereka jadi 
tidaktahu diri, bahkan menjadi angkuh dan sok jago ?

10. Kenapa ketika terjadi insiden kecil terhadap SEORANG PENDETA semua 
teriaknyaring, tapi ketika RIBUAN umat Islam dibantai di Ambon, Sampit dan Poso 
teriakan macam itu tak terdengar ?

Laa ilaaha illallaah, Muhammadur Rasuulullaah. 

Jawablah semua pertanyaan tsb dengan jiwa bersih dan akal sehat serta 
argumentasi Syariat.

Oleh sebab itu, Keadilan harus ditegakkan ! Hukum tidak pilih kasih ! 

Jika 9 Ikhwan warga Bekasi sudah ditahan karena dituduh terlibat langsung dalam 
perkelahian tersebut, dan Ketua FPI Bekasi Raya pun sudah ditahan karena 
dituduh terlibat secara tidak langsung, maka mereka yg terlibat langsung maupun 
tidak langsung dari kelompok HKBP harus ditahan juga !

Karenanya, segenap pengacara Bantuan Hukum Front (BHF) dari DPP-FPI dan 
KongresUmat Islam Bekasi (KUIB) akan tetap dan terus berjuang melakukan 
pembelaan hukum terhadap Ketua FPI Bekasi Raya dan seluruh warga Bekasi yang 
ditahan akibat peristiwa tersebut. Tekad Bulat BHF dan KUIB adalah membuktikan 
bahwa merekaTIDAK BERSALAH, karena mereka hanya KORBAN AROGANSI HKBP dan OPINI 
SESAT MEDIA MASSA. Bahkan BHF dan KUIB akan tetap dan terus berjuang membela 
hak-hak warga Ciketing yang selama ini dirampas dan dirusak oleh HKBP.Bekasi 
kota religi. Bekasi kota Islami. 

Siapa ingin kotori atau kacaukan Bekasi silakan keluar dari Bekasi !

Sebar luaskan berita ini agar umat Islam tidak menjadi KORBAN MEDIA !

Hasbunallaahu wa Ni'mal Wakiil, Ni'mal Maulaa wa Ni'man Nashiir.

Allahu Akbar ! 3x

Habib Muhammad Rizieq Syihab

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

DD95/98Pujo



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke