Apanya yg di genosida ?....suruh aja datang ke papua lihat sendiri kondisi 
disana, siapa yg berkuasa ditanah papua...OPM ditembak mati ya wajar saja sebab 
mereka pemberontak bersenjata.. senat amerika begitu dungunya percaya terhadap 
loby OPM yg ngaku mereka di genosida oleh pemerintah indonesia...
-----Original Message-----
From: "sunny" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 23 Sep 2010 21:39:38 
To: <Undisclosed-Recipient>
Reply-To: [email protected]
Subject: [proletar] Kongres AS Minta Indonesia Tingkatkan Otonomi Papua

http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=25327

 2010-09-23 
Kongres AS Minta Indonesia Tingkatkan Otonomi Papua


SP/YC Kurniantoro
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima kunjungan Kepala Subkomite Asia 
Pasifik dan Lingkungan Global Kongres AS Eni Faleomavaega (kiri) di Kantor 
Presiden, Jakarta, Kamis (5/7/2007). Pertemuan ini antara lain membicarakan 
masalah Papua.



[WASHINGTON] Amerika Serikat (AS) meminta Indonesia agar bergerak maju untuk 
otonomi Provinsi Papua dan tidak mengabaikan hak asasi manusia (HAM) di wilayah 
tersebut. 


Pernyataan itu mencuat dalam rapat dengar pendapat yang digelar oleh Kongres AS 
di Capitol Hill. Untuk pertama kali, Kongres AS menggelar pertemuan terkait 
persoalan Papua. Inisiatif itu datang dari Eni Faleomavaega yang mewakili warga 
Samoa Amerika dan telah lama menaruh perhatian mengenai Papua.Suasana tidak 
biasa tampak di ruang kongres AS yang serius, ketika anggota kongres mengundang 
warga Papua untuk menari tarian khas Papua dengan memakai pakaian adat.


Menurut Faleomavaega, Jakarta telah melakukan genosida terhadap orang-orang 
Papua yang berbeda dari warga Indonesia kebanyakan karena beretnis Melanesia. 
Genosida adalah pembantaian besar-besaran dan sistematis terhadap suatu suku 
bangsa untuk melakukan pemusnahan."Ini adalah fakta tak terbantahkan bahwa 
Indonesia dengan sengaja dan sistematis telah melakukan kejahatan terhadap 
kemanusiaan dan belum bertanggung jawab," katanya.Pemerintah mulai menerapkan 
otonomi di Papua, sebuah kawasan yang luas dan kaya mineral sejak 2001. Tapi, 
para aktivis lokal menilai, otonomi hanya diimplementasi sebagian dan tidak 
mampu meningkatkan hak-hak mereka.

HAM Indonesia
Wakil Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk masalah Asia Tenggara, Joseph Yun 
mengatakan, penyerahan yang lebih menyeluruh kepada Papua dan Papua Barat 
paling tidak bisa meringankan, meski tidak akan memutus keluhan warga di 
sana."Jika otonomi khusus tahun 2001 bisa sepenuhnya diterapkan, kita yakin 
kekecewaan yang sangat besar yang dialami oleh warga Papua akan berkurang," 
kata Yun. Namun, dia menegaskan, AS menentang separatisme di wilayah 
Papua."Meskipun secara umum situasi HAM di Indonesia relatif membaik seiring 
perkembangan demokrasi di negeri itu. Kami prihatin dengan tuduhan pelanggaran 
HAM di Papua dan terus memantau situasi," katanya.[AFP/C-5]


[Non-text portions of this message have been removed]




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke