http://alexarussia.blog.friendster.com/2010/09/histori-materi-analisa-proses-ber\
pikir/

Histori Materi (analisa proses berpikir)
++++++++++

Sub judul: Menyusun berpikir kreatif

sekali lagi saya tuliskan, bahwa kelebihan orang-orang Yahudi sebenarnya karena
mereka mengenal hukum berpikir, yang logis dan dialektis.

Untuk itu apabila ingin menyusun masyarakat yang bisa berpikir kreatif, maka
kebebasan berpikir logis dan dialektis adalah keharusan.

Berpikir dogmatis adalah penghalang berpikir kreatif, namun berpikir kreatif
juga mesti konstektual…

Kita tidak bisa melakukan berpikir kreatif terhadap kajian ilmiah yang lepas
dari hukum fisika…ketika kita melakukan kajian di ranah ilmiah ilmu alam (mahluk
hidup dan alam semesta), per definisi ilmu pengetahuan maka semua ilmu terapan
terjerat/mematuhi kedalam hukum utama fisika.

Misal kajian ilmiah, karena over kreatif maka landasan berpikirnya adalah kitab
suci..

saya belum pernah tahu ada tulisan ilmiah yang menyebutkan referensi sumbernya
adalah kitab suci… :-)

***

Sub Judul: Bagaimana menjadi pemimpin besar?

Dalam konstektual sebuah bangsa, biasanya diletakan sebuah ideologi. Tujuan
ideologi ini agar masyarakat berpikiran seragam, meski pemikiran setiap orang
tidak bisa absolutely seragam 100%, namun ideologi dibuat dengan tujuan agar
masyarakat mempunyai pemikiran fundamental yang sama.

Amerika, rata-rata negara eropa barat dan juga Singapore (negara lainnya mungkin
juga ada), mempunyai ideologi Liberal, atau berpikir bebas.

Dari ideologi liberal ini memang mencerminkan suatu proses yang benar-benar
dialektis. Kebebasan berpikir akan membuat proses dialektis dalam perkembangan
masyarakat menjadi dinamis, sedangkan ideologi dogmatis akan
menghentikan/melambatkan proses perkembangan masyarakat, karena pada prinsipnya
masyarakat mengalami keterkekangan berpikir, sehingga secara fundamental akan
berpikiran sama, sehingga membentuk masyarakat yang cenderung statis
(perkembangan lambat)

Kiranya inilah yang terjadi di Indonesia, saya kaji dari perspektive hukum
berpikir logis dan dialektis, ideologi pancasila dan agama merupakan ideologi
statis, ideologi keterkekangan, sila utamanya mengandung makna bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa, makna ini bagi saya sudah menunjukan
keterkekangan/dogmatisme pikiran.

Ideologi pancasila dan agama lebih menunjukan sebagai ideologi
logika/dogmatis/keterkekangan dan jauh daripada hukum berpikir
dialektika/dialog.

Untuk itu kiranya tidak heran apabila perkembangan masyarakat di Indonesia
lambat, dan juga selalu terjadi krisis kepemimpinan yang berkualitas. Seorang
besar/pemimpin besar akan lahir dari proses molekular berpikir yang dinamis
didalam masyarakat. Apabila masyarakat mempunyai kebebasan berpikir yang
dialektis/dialog, maka terjadi proses perkembangan masyarakat yang dinamis dan
tumbuh dengan cepat, dan akan muncul pemikir-pemikir besar yang kreatif akibat
proses molekular dialektis didalam perkembangan masyarakat.

Sehingga, saya menyimpulkan bahwasanya pemimpin besar adalah pemimpin yang bisa
melahirkan pemimpin yang lebih besar lagi, dan bukannya pemimpin yang hanya
besar karena dirinya sendiri saja lalu tidak melahirkan proses kepemimpinan yang
berkesinambungan/estafet kepemimpinan.

Pemimpin besar akan mampu meletakan dasar-dasar fondasi pemikiran
masyarakat/peradaban dengan tepat, pemimpin besar akan meletakan ideologi yang
tepat bagi masyarakatnya dari zaman ke zaman mengikuti gerak perubahan, dan dari
ideologi/dasar pemikiran masyarakat tersebut lahir lagi pemimpin yang lebih
besar, demikian terus menerus yang harus berkesinambungan/terjadi estafet
kepemimpinan.

Dalam hal ini, mohon maaf…saya menilai Soekarno bukan pemimpin besar, karena
pemimpin besar akan selalu bisa melahirkan pemimpin yang lebih besar lagi bagi
masa depan, atau melahirkan tongkat estafet kepemimpinan yang lebih kuat dan
berkarakter sesuai tantangan zaman dan masalah-masalah yang dihadapi di
jamannya.

Mohon maaf pula, saya menyanjung pemimpin pendiri Soviet, Lenin dilanjutkan oleh
Stalin, meski Stalin dianggap sebagai penghancur dialektika Lenin, tapi Stalin
punya jasa besar menghentikan perang dunia ke dua, kemudian melahirkan Nikita
Khruschev yang membentuk Uni Soviet menjadi 15 negara, sampai saat ini mereka
punya Vladimir Putin yang menjadi person of the year majalah Time di tahun 2008

Demikian juga di China, dari Mao, menjadi Deng Xiaoping yang tidak hanya punya
karakter sendiri, tapi juga menegasi revolusi budaya Mao, dan juga memberikan
sinthesis sejarah dari dasar-dasar prinsip dialektika yang dibangun Mao, hingga
proses sejarah melahirkan Jiang Zemin, dan kemudian berlanjut ke Hu Jin Tao,
sebagai seorang pemimpin yang berpengaruh nomor 2 di dunia setelah Barrack Obama
versi majalah Time 2009. (majalah Time 2009, Barrack Obama, Hu Jin Tao, Vladimir
Putin)

Demikian pula, pemimpin cerdas akan bisa melahirkan pemimpin yang lebih cerdas
lagi dari zaman ke zaman mengikuti gerak perubahan…

Sekali lagi, di Indonesia akan terjadi proses perkembangan masyarakat yang
statis dan kelangkaan kepemimpinan yang berkualitas akibat macetnya proses
dialektis/dialogis/kebebasan berpikir masyarakatnya, ini semua akibat ideologi
yang dogmatis/statis/tidak fleksibel/kaku/keterkekangan.

Jadi, tidak ada gunanya bermimpi datangnya ratu adil, tidak ada gunanya bermimpi
lahirnya Soekarno baru, tapi membuat sistem masyarakat yang dialektis dan mampu
menciptakan proses molekular bagi lahirnya generasi-generasi baru yang cerdas,
kreatif, sosialis, dan berkarakter akan lebih tepat bagi kemajuan Indonesia.

Disini boleh dikatakan kalau Indonesia tidak bisa melahirkan pemimpin besar
lagi, maka peletak dasar ideologi-nya-lah yang pantas dipertanyakan…

Mengapa ideologi yang disusunnya tidak mampu melahirkan proses molekular bagi
generasi-generasi yang kreatif, cerdas, sosialis dan berkarakter???

***

Sub Judul: Tuhan dan sejarah

Indonesia dengan ideologi pancasila, dan sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa,
selanjutnya dijelaskan bahwa rakyat Indonesia harus bertakwa kepada Tuhan,
merupakan prinsip dasar berpikir masyarakat indonesia.

Mayoritas rakyat indonesia beragama islam, dan juga agama abraham (kristen),

Di Eropa, setelah muncul filsuf-filsuf besar semacam Spinoza, Ludwig Feuerbach,
Nietzsche, atau pemikir besar semacam Blaise Pascal, Descartes, dan sampai Karl
Marx mengungkap proses gerak sejarah, yang didalam ilmu sosial disebut sebagai
Histori Materi, maka kita coba gunakan analisa methode Karl Marx terhadap agama.

Agama ibrahim mengkonsepsikan alam semesta berumur 10.000 tahun, sedangkan ilmu
pengetahuan mengatakan alam semesta dan bumi berumur jutaan tahun.

Jadi disini sebenarnya Tuhan yang melahirkan sejarah, ataukah sejarah yang
melahirkan Tuhan?

Siapa yang menjadi ibu kandung? sejarah duluan atau tuhan duluan?

ternyata sebelum ada agama abraham, telah ada peradaban sebelum masehi dan sudah
ada pemikir-pemikir materialisme seperti Epicurus ataupun Demokritus. Selain itu
juga kepercayaan lama terhadap kepercayaan supernatural bahwasanya pengendali
alam semesta (tuhan) dipersepsikan sebagai batu, pohon, matahari (agama shinto),
patung, dan lain sebagainya…

artinya pengertian/persepsi tuhan-pun berubah dari jaman-ke-jaman/peradaban

artinya pengertian/persepsi ketuhanan-pun mengalami dialektika pemikiran dari
jaman ke jaman.

Indonesia sendiri dalam penulisan sejarah mempunyai nenek moyang yang
mempercayai animisme dinamisme, sampai kemudian Hindu (majapahit) diimport dari
India, dan juga Buddha (Sriwijaya), lalu kemudian datang agama islam, dan agama
kristen yang dibawa oleh Belanda.

ternyata, peradaban indonesia-pun mengalami proses sejarah dalam mempersepsikan
tuhan, mulai dari animisme-dinamisme hingga islam dan kemudian berlanjut ke
kristian.

jadi disini masalahnya jelas, bahwa sejarahlah yang melahirkan konsep ketuhanan

dan juga sejarahlah yang melahirkan dialektika pemikiran.

kalau kita tracking lagi, maka sejarah alamlah yang membuat sejarah
peradaban/budaya masyarakat.

contoh:

Kita disini tidak mengenal baju musim dingin, karena di Indonesia berada di
wilayah tropis, tapi saya harus membelikan anak saya baju musim dingin ketika
musim dingin di Russia, dan juga membelikan baju musim panas ketika musim panas
di eropa.

kalau kita tracking lagi, dari mana asalnya sejarah alam, maka saya tuntaskan
pemikiran Karl Marx, bahwa sejarah alam bergantung kepada sejarah materi,
artinya hukum-hukum fisika yang ada di bumi ini akibat/karena materi penyusun
bumi. Besar gravitasi bumi mengakibatkan cahaya bisa merambat, suara bisa
merambat, hal ini tidak berlaku di blackhole yang mana para fisikawan
mendefinisikan kuatnya gravitasi di blackhole menyebabkan cahaya tidak bisa
lewat.

Seandainya cahaya tidak bisa lewat di bumi ini, maka segala budaya, peradaban
dan cara berpikir manusia tentu akan berubah semua dan tidak bisa sama seperti
saat ini yang terjadi…

bagaimana anda bisa menikmati gambarnya jenna jamison atau miyabi kalau cahaya
tidak bisa merambat di bumi?

***

Sub Judul: Hubungan Materi dan Immateri

Pokok pembahasan yang seru adalah mencari jawab bagaimana hubungan materi dan
immateri.

Hal ini sudah berlangsung lama dan terjadi diskusi seru oleh para filsuf eropa.

Descartes menyatakan ada dualisme antara materi (body) dan immateri (mind) yang
merupakan entitas terpisah.

Namun pemikir-pemikir materialisme, terutama penjelasan VI Lenin, bahwasanya
immateri itu akibat proses materi, bahwasanya materilah yang menjadi ibu kandung
immateri, bahwasanya immateri itu tidak bisa ada tanpa materi.

Jelas sekali disebutkan oleh VI Lenin, tidak ada materi tanpa
kekuatan/force/gerakan dan juga tidak ada kekuatan/gerak/force tanpa didahului
oleh adanya materi.

Keduanya menyatu, namun materilah sumber hakekatnya (sumber penyebab), artinya
kekuatan/force/gerakan itu tergantung dari materinya, dan bukan materinya yang
tergantung dari immateri.

Pembuktiannya gampang saja..

1. Anda punya kesadaran. Anda boleh mengatakan bahwa kesadaran anda terpisah
dari materi badan anda/tubuh anda/body

Tapi ketika saya pukulkan batu kekepala anda, kesadaran anda bisa hilang.

2. Anda saat ini tidak kuat mengangkat beban 60 KG, karena otot anda kecil. Lalu
anda latihan penguatan otot, dan otot anda membesar, setelah otot anda membesar
lalu anda mampu mengangkat beban 60 KG.

3. Anda tidak bisa berpikir menyebabkan tubuh anda terpisah, misal berpikir
tangan anda putus lalu tangan anda benar-benar putus.

Yang bisa terjadi adalah anda berpikir tangan anda putus, lalu mengambil pedang,
yang mana pedang itu adalah materi, lalu pedang itu memutus tangan anda.

4. Anda tidak bisa hanya berpikir lalu membuat sebuah mobil bergerak, bisanya
adalah anda berpikir lalu mengemudikan/menyetir mobil sehingga bisa bergerak.

jelas dari 4 contoh ini, maka materilah yang mempengaruhi
immateri/kekuatan/gerak/force, dan immateri tidak bisa mempengaruhi materi, atau
artinya segala gerakan atau segala pikiran atau segala perubahan immateri itu
AKIBAT dari perubahan/dialektika materi/proses gerak materi.

Dalam hal ini pemikir materialisme neuron menjelaskan bahwa kesadaran atau
pikiran merupakan gerak reaksi kimiawi dari neuron.




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke