Ntah kenapa, baru kali ini saya ga ikut memaki2 "teroris" yang "membunuh" pak pulisi yang dimedan kemarin. Biasanya saya ikut protes kalau ada "pembunuhan random" yang dilakukan dengan bom oleh yang disangka "teroris2" itu .
Tapi kali ini kok saya seperti "bisa memaklumi" saja. Entahlah... Mungkin karena dari dulu saya ga pernah setuju dengan cara densus 88 menangani orang yang 'diduga teroris2" tersebut. Dari dulu saya ga setuju melihat polisi menembak mati orang dijalanan. Pulisi baru boleh melakukan tindakan kepolisian dengan menembak mati orang HANYA JIKA DALAM KEADAAN TERPAKSA dan atau membahayakan jiwa pak pulisi tersebut. Kalau ke 2 situasi itu tidak terpenuhi, maka pulisi seyogyanya HARUS BISA menangkap orang yang diduga bersalah hidup2 sesuai dengan semboyan pulisi, yakni mengayomi dan mengamankan BUKAN MEMBEDILI. Lha sekarang akhirnya jadi begini deh... Kantor pulisi disatroni dan nyawa dibalas nyawa. Sudah ga jelas, yang mana teroris dan yang mana kontra teroris, semuanya menyerahkan pada moncong bedil..., ya pulisinya, iya yang diduga terorisnya...tinggal kita2 yang ga punya bedil ini niy yang bingung... Jangan sempet mereka pada maen bedil-bedilan, kita yang lagi online di dunia maya juga bisa kena peluru nyasar dari mereka...huuhh...indonesiana... [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
