Refleksi : Lingkungan presiden bukan boros, tetapi  demi untuk menjaga kwalitas 
gengsi, jadi biayanya tidak sedikit, malah masih kurang.  Monggo Pak Presiden 
belanja yang bagus-bagus dan buanyak. hehehehehe


http://www.jawapos.com/halaman/index.php?act=detail&nid=156794

[ Jum'at, 24 September 2010 ] 


Pemborosan Anggaran Juga Terjadi di Lingkungan Istana Presiden 

Belanja Baju Presiden Rp 839 Juta 




JAKARTA - Indikasi pemborosan anggaran juga terlihat di lingkungan Istana 
Presiden. Sejumlah pos belanja di jantung kekuasaan itu dinilai masih terlalu 
besar. 

Berdasar data Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran 
(Seknas Fitra) yang diolah dari APBN, alokasi anggaran untuk istana dan 
presiden RI mencapai Rp 382 miliar lebih. "Banyak pos anggaran di sana yang 
seharusnya masih bisa dipangkas," ujar Koordinator Advokasi dan Investigasi 
Fitra Ucok Sky Khadafi di Jakarta kemarin (23/9). 

Jumlah anggaran yang mencapai ratusan miliar untuk kepresidenan itu dibagi 
dalam enam pos anggaran. Anggaran yang terbesar dihabiskan presiden untuk 
melakukan perjalanan ke luar negeri. Seperti diketahui, jumlahnya mencapai Rp 
179 miliar.

Namun, masih ada lima pos anggaran yang dihabiskan setiap tahun. Fitra merilis 
biaya pengamanan fisik dan nonfisik kelas VVIP untuk presiden mencapai Rp 52 
miliar.

Yang lebih ironis lagi adalah pos anggaran belanja baju presiden. Sekalipun 
presiden memiliki gaji tersendiri, ternyata APBN masih memberikan dana Rp 839 
juta untuk membeli baju presiden. Ini berarti anggaran busana presiden 
rata-rata Rp 2, 3 juta per hari. Itu dengan asumsi dibagi rata-rata 365 hari.

Di luar itu, APBN juga menganggarkan dana pembelian furniture Istana Negara. 
Jumlahnya mencapai Rp 42 miliar setiap tahun. Masih ada dua pos anggaran lain, 
yakni renovasi gedung Sekretariat Negara (Rp 60 miliar) dan road blocker (Rp 49 
miliar).

Dimintai tanggapan terpisah, Mensesneg Sudi Silalahi membantah jumlah anggaran 
baju dinas presiden, furniture Istana Negara, dan renovasi gedung Setneg 
seperti yang dirilis Fitra. Namun, Sudi tidak mau memberikan data pembanding. 
''Tidak benar jumlah itu," tegas Sudi di kantornya kemarin.

Dia mengatakan, perincian anggaran renovasi Setneg juga telah dijelaskan kepada 
DPR. ''Itu pernah kami jelaskan 20 (miliar rupiah) sekian pagar istana, sistem 
keamanan, dan tempat Wapres. Berulang-ulang kami jelaskan di DPR bahwa 
prosesnya sudah sesuai dengan prosedur penganggaran," tambah Sudi. 

Seperti halnya Sudi, Partai Demokrat pun menganggap sejumlah pos anggaran 
kepresidenan itu masih dalam taraf wajar. "Sebab, ini kan presiden sebagai 
simbol negara, simbol pemerintah, kita perlu juga menjaga itu," kata Wasekjen 
DPP Partai Demokrat Saan Mustopa.

Dia menilai, sebagai simbol negara, persoalan pakaian dan furniture sebenarnya 
tidak perlu diributkan. "Serahkan saja kepada DPR untuk pengawasannya. Kan 
sudah ada mekanismenya," tegasnya.

Menurut Saan, kebutuhan anggaran harus dilihat berdasar manfaat yang 
dihasilkan. "Tapi, saya belum bisa memercayai data itu, masih perlu dicek 
dulu," elaknya. 

Yang jelas sejumlah anggaran belanja presiden bakal semakin besar tahun depan. 
Salah satunya, yakni biaya untuk biaya perjalanan kenegaraan ke luar negeri. 
Tahun ini, 2010, presiden menghabiskan Rp 179,03 miliar. Untuk 2011, Setneg 
telah mengajukan anggaran Rp 180,865 miliar (bay/sof/dyn/c3/tof)

 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke