> "Tawangalun" <tawanga...@...> wrote:
> Kadang seorang atasan harus memilih
> beberapa bawahannya yg bodo2 semua,
> tapi tetep kudu milih yg paling
> pinter diantara orang bodo. Jadi
> memilih China atau AS juga gitu,
> pilih yg kurang begitu jahat diantara
> dua orang jahat.Tentunya pilihan
> jatuh kepada China mengingat China
> belum pernah nyerang negara Islam.
> Nek AS sudah pernah memangsa satu
> persatu negara Islam.Untuk mencari
> VISA juga China gak membatasi nama
> orang yg pakai nama Arab,but AS.


Islam itu harusnya sudah menguasai seluruh Asia termasuk Korea, Jepang, Taiwan, 
China dll, untung aja di Asia ini ada bintang supertop yang namanya Jenghiz 
Khan, semua wilayah Islam di Timur Tengah di bumi hangus, tidak ada muslimin 
yang dibiarkan hidup.

Jadi kalo dulu tidak lahir Jenghiz Khan, maka dominasi Islam didunia ini 
dipegang oleh Syiah.  Islam Sunni itu dari dulu cuma jaga kandang, enggak 
berani ekspansi.  Dan yang dijagal habis dulu oleh Jenghiz Khan itu memang 
Islam Syiah, karena Jenghiz Khan enggak tertarik untuk menduduki jazirah Arab.

Demikianlah, secara alam bawah sadar, kebencian muslimin kepada Cina itu 
terkait pembantaian yang maha biadab dulu oleh Jenghiz Khan.  Memang, Jenghiz 
Khan itu adalah raja Mongol mula2nya, tetapi akhirnya dia menjadi raja China 
karena berhasil menundukkan semua raja2 diwilayah tsb.  Jadi meskipun Jenghiz 
Khan itu raja Mongol, pasukan tentaranya tetap orang2 China juga, dan opsir2 
penasihat2 militernya juga orang2 Cina juga.  Bahkan ilmu perang dan strategi 
perang Jenghiz Khan itu adalah belajar dari jendral2 Cina sebelumnya.

Selain berjasa membendung ekspansi Islam, Jenghiz Khan juga berjasa 
mempersatukan negara Cina untuk pertama kalinya.  Jadi kalo anda melihat begitu 
luasnya wilayah Cina, itulah hasil karya jasa Jenghiz Khan sehingga wilayah 
Propinsi Sinkiang yang sebenarnya berasal dari wilayah Turki direbutnya menjadi 
wilayah Cina hingga detik ini.  Propinsi Sinkiang itu sangat luas, kira2 2x 
pulau Borneo, disanalah sumber minyak Cina yang terbesar didunia kalo disedot.  
Tapi sumber minyak ini dijadikan cadangan saja, dan kebutuhan minyak Cina tetap 
import dari Arab.

Banyak analis2 yang berpendapat, bahwa kebencian Islam kepada Cina sebagai 
expressi dari ketimpangan ekonomi di Indonesia.  Padahal apa hubungannya 
rasialisme terhadap Cina dengan ekonomi???  Sama sekali enggak ada, Belanda dan 
Jepang diusir pun bukan karena ekonomi semata, tapi karena kebencian !!!  Tapi 
kebencian karena apa ???

Kebrutalan pasukan Jenghiz Khan itu memang tidak mungkin dilupakan, pasukan 
Jenghiz Khan meluruk membantai bayi, anak2 ibu2, kambing, ayam sampaipun semut 
Islampun jangan ada yang hidup, dan semua mati secara mengerikan, pantat 
ditombak tembus dimulut, wanita hamil ditumbak dan dibakar hidup2, begitulah 
Islam yang begitu keji dan brutal ternyata harus kalah dan takut menghadapi 
pasukan Jenghiz Khan yang sejuta kali lebih brutal.

Begitulah, kalo kita muslimin mau mengukurnya, maka musuh Islam nomor satu itu 
adalah Cina, bukan Yahudi.  Namun celakanya, Cina itu terlalu kuat, jangankan 
mau memusuhi atau mau memerangi Cina, cuma berpikir mau memerangi atau memusuhi 
Cina saja semua muslimin sudah ketakutan.  Demikianlah semua akibatnya itu 
menjadikan obsessi dalam DNA setiap muslimin sehingga terjadilah rasialisme 
terhadap Cina2 yang tidak berdosa yang dilakukan muslimin di Indonesia.

Semua perang itu jahat, Islam dan kerajaan2 Islam juga sangat jahat terutama 
terhadap sesama muslimin-nya.

Jadi kalo pake ukuran kejahatan, maka Amerika inilah yang paling baik bagi para 
muslimin sehingga mendorong muslimin mau merebut dan menjajah Amerika untuk 
dijadikan Syriah Islam melalui 911.

Apakah perbuatan umat Islam itu tidak biadab terhadap bangsa Amerika yang sudah 
banyak menolong dan memajukan umat Islam didunia ini???

Itulah sebabnya, sekarang Amerika berhasil menjadi superpower dunia kita 
sekarang ini, tetapi inipun bukan semata melalui perang, lebih besar melalui 
kecermatan managerial yang memajukan teknologi maupun ekonomi.

Amerika adalah satu2nya negara pelopor Demokrasi dan HAM yang membuka 
kesempatan kepada semua tanpa membedakan agama, ras, dan gender.

Jadi andaikata, suatu saat, anda sebagai muslimin mendapat kesempatan memberi 
dukungan voting untuk memilih negara super power dunia, mana mungkin anda 
mendukung Cina dan memusuhi Amerika ???

Logikanya apa yang bisa muslimin dan dunia Islam bisa harapkan dari Cina ???  
Yang jelas Amerika sudah lebih banyak memberi kenyataan2 kepada muslimin yang 
bukan harapan2 kosong, Amerika lebih banyak membela, dan melindungi muslimin 
dan dunia Islam dibandingkan Cina.

Kalo pilihan itu antara Amerika dan Soviet,
Kalo pilihan itu antara Amerika dan Inggris,
Kalo pilihan itu antara Amerika dan Perancis,
Kalo pilihan itu antara Amerika dan Israel,

Jawaban bagi Muslim sama, pilihat tidak ada yang lebih tepat daripada Amerika.

DAN Amerika tidak perlu ngemis dukungan kepada muslimin, karena dunia Islam dan 
muslimin bukanlah kekuatan yang perlu diperhitungkan melainkan suatu kekuatan 
pendukung yang hanya bisa dimanfaatkan oleh Amerika bukan oleh negara lainnya.

Ny. Muslim binti Muskitawati.







------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke