Refleksi : Kalau service kesehatan tidak mendapat kepercayaan pasien tentang kualitas pelayanan, maka tentu saja kaum berduit akan pergi keluar negeri. Mereka mampu untuk membayar asal sembuh. Patut diingat juga para petinggi berkuasa MKRI, mereka hanya ini untuk check-up mereka pun ramai-ramai ke luar negeri.
Bagi yang tidak mampu harus menerima apa yang ada disajikan oleh bidang kesehatan lintah darah dalam negeri. Bagi warga miskin, kalau tdak mampu bayar, situasinya seperti dijahuhi hukuman mati sebelum panggilan Allah. http://www.surya.co.id/2010/09/28/warga-jatim-habiskan-rp-2-triliun-untuk-berobat-ke-ln.html Warga Jatim Habiskan Rp 2 Triliun untuk Berobat ke LN Selasa, 28 September 2010 | 01:17 WIB MALANG I SURYA Online - Sebagian warga Jawa Timur rela menghabiskan uang senilai Rp 2 triliun setiap tahun untuk berobat ke luar negeri (LN) akibat belum maksimalnya pelayanan rumah sakit di Jawa Timur. Demikian dikemukakan Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) tentang fasilitas Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, Senin 9/2010). Dia mengatakan, guna mengantisipasi keluarnya uang secara sia-sia ke mancanegara itu pemerintah terus berupaya meningkatkan fasilitas rumah sakit milik pemprov. Gus Ipul -sapaan akrab Saifullah Yusuf- menjelaskan, untuk memfasilitasi agar warga Jatim tidak "membuang" uangnya hanya untuk berobat ke mancanegara, Pemprov Jatim terus berupaya meningkatkan fasilitas berkelas eksekutif. "Hal ini sebagai antisipasi agar warga tidak berobat ke mancanegara, sehingga bisa 'membuang' uangnya ke dalam negeri, khususnya ke Jatim," katanya. Ipul menyebutkan, lima rumah sakit milik Pmprov yang akan ditingkatkan fasilitas eksekutifnya adalah Rumah Sakit Umum (RSU) dr Soedono Madiun, RSSA Malang, RSU Haji Surabaya, RS Jiwa Menur Surabaya serta RSU dr Soetomo Surabaya. Warga Biasa Dia mengatakan, meski terus berupaya meningkatkan pelayanan fasilitas kesehatan bagi warga kelas eksekutif, Pemprov Jatim juga akan tetap memfasilitasi warga biasa, seperti dengan menambah fasilitas bagi masyarakat penerima Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Penambahan fasilitas bagi warga biasa tersebut seperti rencana penambahan kamar di RSSA Malang. Gus Ipul mengatakan, penambahan ini akan dikhususkan bagi kamar kelas tiga. "Kamar kelas tiga ini mayoritas penghuninya adalah warga yang mendapatkan fasilitas Jamkesda dari pemerintah, sehingga mereka bisa terlayani," ujarnya. Selain itu, pemprov juga memberikan pelayanan terhadap masyarakat di tingkat Puskesmas dengan menyiagakan satu perawat dan dokter. "Dengan adanya satu dokter lengkap dengan perawatnya ini diharapkan masyarakat tidak berbondong-bondong datang ke rumah sakit jika sakit, namun bisa terlayani di tingkat puskesmas," katanya. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
