http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2010092805483215
Selasa, 28 September 2010
BURAS
'Marhalah Qisas', Pakistanisasi ala Teroris Indonesia!
"PERINGATAN Kapolri Bambang Hendarso Danuri bahwa target teroris adalah
mengambil-alih kekuasaan (Kompas, 25-9) layak diperhatikan!" ujar Umar.
"Terlebih dengan munculnya Musthofa Abu Tholut-yang ahli perang kota-jadi
pimpinan teroris! Jika usaha teroris memancing polisi melayani spesialisasi
mereka berhasil, Indonesia bisa terjebak perang kota seperti Pakistan!"
"Proses Pakistanisasi itu layak diwaspadai atas dua alasan," sambut Amir.
"Pertama, sesuai informasi yang diperoleh pengamat terorisme Al Chaidar (Koran
Tempo, 27-9), polisi baru melumpuhkan enam dari 114 sel jaringan teroris yang
dibentuk Abu Tholut! Jadi, di atas kertas, jaringan teroris masih cukup kuat.
Kedua, menurut pengamat terorisme Dynno Chressbon (Koran Tempo, idem), dengan
keahlian itu pasukan Abu Tholut memakai prinsip marhalah qisas-pembalasan
setimpal! Prinsip ini lazim digunakan eks pelatihan teroris di Afghanistan dan
Filipina, dinyatakan terpidana teroris Asep Jaya dan Dahlan di pengadilan!"
"Praktek marhalah qisas terlihat pada serangan balik teroris ke Mapolsek
Hamparan Perak yang menewaskan tiga anggota polisi, pembalasan setimpal atas
tewasnya tiga teroris-dua dalam penyergapan di Tanjung Balai, satu di Hamparan
Perak!" timpal Umar. "Hamparan Perak itu koridor antara Kota Medan (dari Titi
Papan ke Belawan) dan Kota Binjai. Jadi, relatif kawasan urban!"
"Dengan para senior sel jaringan Abu Tholut telah berpengalaman perang
kota di Palu dan Ambon, metodenya pun menurut Dynno jauh berbeda bahkan sejak
awal menentang pola bom bunuh diri model Noordin M. Top dan Azahari! Abu Tholut
lebih suka bom mobil dan serangan terbuka, seperti di Mapolsek Hamparan Perak!"
tegas Amir. "Hal itu bisa dipahami, menurut Al Chaidar, Abu Tholut merupakan
instruktur perang di kamp Hudaibiyah, Mindanao, Filipina! Faktor ini pula
membuat dia bisa membangun sel jaringan teroris luas dengan inti muridnya dari
kamp latihan itu!"
"Maka itu, untuk menggagalkan usaha teroris melakukan Pakistanisasi di
kota-kota Indonesia, aparat keamanan harus lebih cepat mempreteli sel-sel
jaringan terorisme, terutama di bawah Abu Tholut dan tokoh-tokoh dekatnya!"
timpal Umar. "Tentu tak mudah mengungkap sel-sel jaringan teroris itu, apalagi
kebanyakan berupa sleeper cell-sel tidur-yang siap menunggu komando! Tapi
berkat pengalaman Densus 88 yang selama ini berhasil mengungkap banyak sel
seperti itu, bisa diharapkan semua sel jaringan teroris bisa dibuat layu
sebelum beraksi!"
H. Bambang Eka Wijaya
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/