http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2010100300244814
Minggu, 3 Oktober 2010
BURAS
Ekspresi Kepanikan Bangsa yang Stres!
H. Bambang Eka Wijaya
"BERSAMAAN pengerahan pasukan memburu gerombolan bersenjata api di Dolok
Masihul, Sumut, malam Sabtu massa di Bogor menyerbu permukiman sebuah sekte,
membakar masjid dan sejumlah rumah warga!" ujar Umar. "Di jalur kereta api (KA)
terjadi dua kecelakaan! Di Stasiun Petarukan, Pemalang, KA eksekutif Argo Bromo
Anggrek menyeruduk KA bisnis Senja Utama, 42 orang tewas puluhan luka parah! Di
Purwosari, Solo, KA Bima menghajar KA Gaya Baru!"
"Dirangkai dengan aneka kekerasan di berbagai daerah sepanjang dua pekan
dan malam terakhir yang terpicu frustrasi masif, kecelakaan beruntun KA itu
justru menjadi simpul ekspresi kepanikan bangsa yang sedang stres!" sambut
Amir. "Itu lebih jelas lagi dengan kepastian Kapolda Jateng Edward Aritonang,
tak ada gangguan pada sistem sinyal di Stasiun Petarukan ketika KA Senja Utama
berhenti memberi jalan KA eksekutif Argo Bromo Anggrek-yang justru melaju di
jalur sama!"
"Dengan yang menyeruduk justru KA eksekutif (Argo Bromo dan Bima) yang
lebih 'elite' hingga seharusnya jauh lebih aman, mencerminkan tekanan stres dan
kepanikan justru lebih bersifat sistemik dalam manajemen KA!" tegas Umar.
"Masinis dan KA-nya hanya sekrup kecil dari sistem keseluruhan! Lebih jauh
lagi, sistem manajemen KA hanya salah satu unit dari sistem lebih
besar-pengelolaan BUMN sebagai tangan pemerintah!"
"Jaringan pemerintahan, seperti listrik, kalau generator pusatnya
byarpet, di ujung-ujung jaringan dengan sendirinya ikut byarpet!" timpal Amir.
"Jika Menhub Fredy Numberi cenderung menilai kecelakaan KA di Petarukan human
error, yang error itu masinis, atasan masinis, atasan dari atasan masinis, dan
atasan-atasan seterusnya lagi!"
"Masalahnya, kepanikan terjadi akibat stres pada masinis, stres itu
tekanan! Dan tekanan, secara umum, datang dari atas! Kalau dari bawah disebut
dongkrak!" tegas Umar. "Stres yang berlapis-lapis dari atas itu semua menumpuk
di kepala masinis, matanya jadi tak mampu melihat sinyal dengan benar hingga
memacu keretanya di jalur salah!"
"Karena itu, berdasar prinsip pemerintah sebagai pusat generator
listrik-termasuk atas masyarakat bangsa yang harus dibuatnya 'nyala'-kunci
untuk menyembuhkan dari kepanikan bangsa yang stres itu adalah mengusahakan
agar pusat generator itu tidak lagi byarpet!" timpal Amir. "Tapi usaha itu
sia-sia jika byarpet itu justru dianggap sebagai keunggulan pusat generatornya,
malah ngotot dipertahankan! Tak aneh jika itu pangkal frustrasi, kepanikan, dan
stres masif maupun sistemik.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/