Perundingan Damai Gagal Palestina Makin Terpuruk
Abbas secara sepihak menghentikan perundingan damai karena Israel menolak
menghentikan pembangunan pemukiman di Jerusalem Timur. Nasib negara Palestina
makin suram, Israel hanya bersedia berunding apabila tembakan roket2 dihentikan
dan perundingan tanpa syarat.
Aneh memang, Abbas minta bantuan UN dan Amerika agar Israel menghentikan
pembangunan pemukiman di Jerusalem Timur. Dan sebagai jawaban Israel kepada UN
dan Amerika adalah bahwa pembangunan pemukiman di Jerusalem Timur bukanlah
tembakan roket sehingga tidak ada alasan untuk menghentikannya. Namun atas
permintaan Amerika dan UN, Israel bersedia menunda pembangunannya selama 6
bulan, tapi Abbas menuntutnya agar penghentiannya dilakukan permanen tapi
ditolak oleh Israel karena urusan pembangunan negeri Israel adalah urusan dalam
negeri Israel yang tidak ada sangkut pautnya dengan Abbas dan Palestinanya.
Jerusalem Timur mau dituntut Abbas menjadi wilayah Palestina, padahal wilayah
ini tidak termasuk dalam wilayah Palestina yang disetujui UN, Amerika dan
negara2 Arab dalam perjanjian camp David.
Palestina sendiri sudah secara resmi membatalkan perjanjian camp David yang
sama artinya membatalkan pengakuan atas Palestina.
Nasib dan masa depan Palestina hampir pasti batal berdiri dan batal mendapatkan
pengakuan Internasional akibat pelanggaran perjanjian secara total yang
dilakukan oleh pihak Palestina.
Akibat kebijaksanaan politik yang sesat, maka Palestina sekarang sedang menuju
kejurang kehancurannya sendiri. Negara ini tidak memiliki sumber2 dana selain
dari sumbangan negara2 Barat, Amerika dan UN. Sedangkan negara2 Arab yang
pernah menjanjikan dana ternyata tidak pernah memenuhi janjinya memberi bantuan
dana. Hanya Arab Saudia dan UAE yang atas tekanan Amerika masih memberikan
sedikit bantuannya.
http://www.washingtonpost.com/wp-dyn/content/article/2008/07/26/AR2008072601797.html
Abbas hanya bermodal harapan agar Amerika, UN dan dunia Internasional mau
menekan Israel untuk memenuhi keinginan tuntutan Arab Palestina ini.
Mungkin ada diantara pembaca yang bisa menjelaskan kenapa Amerika, UN dan dunia
Internasional harus memenuhi tuntutan Abbas, kenapa bukan memenuhi tuntutan
Israel yang lebih masuk akal. Mengingat: tanah dan wilayah yang ditempati
Palestina itupun pemberian Israel, biaya jalannya pemerintahan Abbas juga
datangnya dari Israel. Tapi Israel selalu ditembaki dengan roket2.
Kenapa Israel, Amerika, UN dan dunia Internasional harus memberi dana untuk
kehidupan di palestina??? yaitu negara yang tidak punya sumber alam, tidak
punya lapangan pekerjaan, tidak punya tenaga kerja yang bisa dipekerjakan, dan
yang paling parah rakyatnya tetap menteror Israel padahal disanalah sumber
nafkah mereka.
Yaaa... ini contoh bagaimana agama Islam yang menanamkan kebencian ternyata
merusak cara berpikir waras.
Mau perang juga Israel yang menang, seharusnya yang kalah menyerah tanpa syarat
seperti waktu Jepang kalah perang. Tapi bukannya menyerah malah memaksakan
syarat2 kepada Israel sipemenang.
Tidak aneh, kalo akhirnya negara2 Barat semuanya sekarang sudah menghentikan
bantuan kepada Palestina, dan bantuan utama sekarang adalah berasal dari Israel.
Dengan men-sia2kan kesempatan berunding, maka tammatlah riwayat negara Arab
Palestina yang di-impi2kan, dalam hal ini Israel tidak ada mau tawar2an lagi,
semuanya akan segera tutup buku.
Sementara itu pihak Hamas sudah sejak lama di blokade dan tidak mendapatkan
dana sama sekali sejak 2007 dan sekarang organisasi ini dalam proses
kematiannya.
Saya ingin mendengar pendapat atau analysis rasional, logis dan kritis dari
para pembaca yang selama ini mendukung negara Arab Palestina ini. Patutkah
negara ini tetap didukung dan apa alasannya?
Ny. Muslim binti Muskitawati.
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/