katanya cerita di Kitab Suci, "burung-burung di udara pun dipelihara Tuhan" apakah Tuhan dah kehabisan pakan burung?
--- In [email protected], "sunny" <am...@...> wrote: > > Refleksi : Tentu sekali akan punah, kalau habitat mereka diratakan dengan > tanah. Selain itu apa saja yang tidak akan punah, jika kekuasaan negara > berada dalam tangan perampok dan perompak? > > http://www.antaranews.com/berita/1286288187/ekosistem-burung-indonesia-terancam-punah > > Ekosistem Burung Indonesia Terancam Punah > > Selasa, 5 Oktober 2010 21:16 WIB | Warta Bumi | Masalah Lingkungan | > Bogor (ANTARA News) - Ekosistem Burung Indonesia terancam puna karena > menyusutnya ruang terbuka hijau (RTH) akibat pertumbuhan ekonomi yang > berdampak pada berubahannya ekosistem menjadi kawasan perkotaan. > > Hal ini disampaikan oleh Ria Saryanthi, Conservation Programer Manager Burung > Indonesia atau yang dikenal Perhimpunan Pelestarian Burung Liar Indonesia > melalui email yang dikirimkannya kepada ANTARA News, Selasa. > > Ia mengemukakan hal itu dalam rangka memperingati Hari Habitat Dunia yang > jatuh pada Senin pertama bulan Oktober setiap tahunnya yang telah ditetapkan > oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). > > Ria menjelaskan, Hari Habitat Dunia menjadi kesempatan tahunan untuk > melakukan refleksi, bagaimana kita menciptakan kota kita sebagai tempat yang > lebih baik bagi semua. Mengenai ekosistem buru Indonesia yang terancam punah, > dijelaskannya berkurangnya RTH tentunya membuat keberadaan burung terancam. > > "Tidak mudah bagi burung untuk hidup di kawasan minim pepohonan karena pohon > merupakan merupakan sumber kehidupan, tempat mencari makan, bersarang, dan > berkembang biak. Begitupun dengan keberadaan sungai, kanal, atau danau yang > belum tercemar dan ketersediaan pakan seperti ikan dan udang yang berlimpah. > Hanya burung gereja yang masih umum ditemui di lingkungan padat penduduk," > ujarnya. > > Lebih lanjut dijelaskannya, kecilnya areal RTH serta letaknya yang berjauhan > tanpa jalur penghubung membuat burung-burung yang hidup di dalamnya > terisolasi. Akibatnya jumlah jenis dan populasi pun menyusut. > > "Hoogerwerf, seorang naturalis dari Belanda, pada tahun 1948 mencatat, di > Jakarta masih ditemukan 256 jenis burung. Namun, hasil survei sebuah LSM > konservasi di Jakarta tahun 2006-2007 hanya menemukan 121 jenis burung, > termasuk jenis burung pantai," ungkapnya. > > Ia mengatakan, contoh utama RTH di Jakarta tahun 1992 yang seluas 1.235 ha > berkurang menjadi 805 ha di tahun 2005. Idealnya, sebuah kota memiliki 30% > wilayah hijau, sementara saat ini belantara beton di Jakarta hanya menyisakan > 9% wilayah hijau. > > Kondisi ini berbanding terbalik pada masa Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon > Coen (1618 - 1623), Batavia tempo dulu bukan hanya terkenal sebagai "Venesia > dari Timur". > > Oleh karena, menurut dia, kala itu Batavia juga memiliki kawasan ruang > terbuka hijau sangat luas dan kekayaan ragam burungnya. Dalam > perkembangannya, proses urbanisasi membuat ruang terbuka hijau kerap disulap > menjadi perumahan, perkantoran, pusat perbelanjaan dan wilayah industri > > Keberadaan burung di perkotaan merupakan indikator alami kebersihan dan mutu > lingkungan. Secara sederhana, burung mandar atau raja udang tidak akan > terlihat di daerah aliran sungai yang mengitari Jakarta karena airnya sudah > tercemar. > > Menurut Ria, jenis burung ini tidak sudi hidup di daerah yang telah tercemar > karena pasti pakan mereka sudah tidak ada lagi. Berdasarkan indikator burung > tersebut, sudah dapat tergambar seberapa parah pencemaran air di > sungai-sungai maupun kanal-kanal di kota Jakarta. > > "Selain itu, kicau burung memberikan nuansa alami yang menyehatkan jiwa > raga," ujar Ria. > > Diungkapkannya, hasil survei di enam kota besar di Jawa-Bali menunjukkan > bahwa satu dari tiga rumah memelihara burung dalam sangkar, sementara Burung > adalah salah satu hidupan liar yang mudah dijumpai di mana saja dan dapat > ?diundang?. > > Kawasan hunian yang dapat menyediakan cukup makan, minum dan tempat > berlindung akan mengundang burung-burung untuk datang. Kawasan hunian dapat > difungsikan sebagai habitat alami hidupan liar, yang memberikan nilai tambah > bagi penghuni dan meningkatkan apresiasi kepada alam. > > Menghadapi permasalahan tersebut, ujar Ria, sebagai lembaga nirlaba non > pemerintah yang bergerak di bidang konservasi dan merupakan bagian dari > kemitraan global Bird Life International. Burung Indonesia bekerja bersama > masyarakat dalam upaya pelestarian jenis-jenis burung di Indonesia. > > Upaya yang dilakukan adalah menciptakan konsep hunian yang lebih dari sekadar > hijau harus dikedepankan, perancangan dan penataan kawasan sehingga lebih > asri, alami dan kaya keragaman hayati. Perancangan kawasan dengan > mempertimbangkan kaidah ekologis akan memungkinkan terciptanya habitat yang > lebih baik dan mengundang kehadiran burung di sekitar. > > "Burung-burung dan hidupan liar lainnya seperti kupu-kupu akan menjadi bagian > dari kualitas hidup kita sehari-hari di kawasan hunian yang alami di tengah > Jakarta," ujarnya. > > Lebih lanjut dikatakannya, kehijauan yang saling menyambung ini tidak hanya > bagus untuk burung tetapi juga baik bagi seluruh penghuni kota. Warga kota di > negara tropis yang sehari-hari berjalan kaki, bersepeda, dan tak mengendarai > kendaraan bermotor, sangat membutuhkan keteduhan. > > "Keteduhan ini hanya bisa tercipta melalui kerindangan pohon. Kehijauan yang > disenangi burung sebenarnya ikut dinikmati manusia. Pohon juga berfungsi > menghisap atau menetralisir sebagian polutan dari udara. Dengan demikian, > tata kota dan hunian ramah burung otomatis ramah manusia juga," ujarnya. > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
