Jane bukan gur saudy,tapi Hongkong juga.Kan dulu ada wong sekular yg nulis 
:Bagi diplomat RI Saudy dan Hongkong merupakan momok.Jadi gak benar kalau sing 
melecehkan TKW hanya Saudy.Mencegah lebih baik dari pada ngobati.Islam wis 
punya SOP bahwa kalau wedok pergi nyabrang laut kudu didampingi muhrim,itu 
bukan hanya utk wedok yg pergi haji tapi lebih luas.Kalau itu dilanggar yo 
akirnya banyak yg do tangisan.Risiko besarlah.Tur di Islam sing wajib nyari 
nafkah itu sing lanang,lakok terbalik sing lanang gur nyeteti kutut,bininya 
dinegara uwong.Ketika bininya pulang suami sedang ngeloni mbok enom.Karena do 
gak nurut makane Allah nurunkan azab.

Shalom,
Tawangalun.

--- In [email protected], "sunny" <am...@...> wrote:
>
> Refleksi : Sejak dikirim TKW ke tanah suci, Arab Saudia, sering ada berita 
> perlakuan tidak manusiawi terhadap para TKW, tetapi jarang sekali ada berita  
> bahwa penyiksa, pemerkosa TKW dihukum. Apakah  hal ini karena warganegara 
> Indonesia dianggap budak yang boleh diperlakukan seenaknya disana? Apa 
> pendapat Anda?
> 
> 
> http://www.antaranews.com/berita/1286289090/tkw-alami-kebutaan-akibat-disiksa-majikan
> 
> TKW Alami Kebutaan Akibat Disiksa Majikan
> 
> Selasa, 5 Oktober 2010 21:31 WIB | Peristiwa | Naker | 
> Blitar (ANTARA News) - Seorang tenaga kerja wanita asal Kabupaten Blitar, 
> Jawa Timur, Hariyatin (32) mengalami kebutaan permanen akibat sering disiksa 
> majikannya di Arab Saudi.
> 
> "Saya sering disiksa majikan, karena hal-hal yang yang tidak jelas. Mereka 
> tidak peduli dengan kondisi saya," kata Hariyatin yang ditemui saat lapor ke 
> Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar, Selasa.
> 
> Hariyatin yang datang dengan suami dan anaknya tersebut mengaku, sikap 
> majikannya sangat keras. Ia tidak diberi ampun, bahkan tidak diberi gaji 
> sesuai dengan perjanjian. Ia bahkan dipekerjakan sehari semalam, tanpa 
> istirahat.
> 
> Hariyatin juga mengaku, majikannya tidak menyepakati kerja mulai ia tiba di 
> Arab Saudi. Sesuai dengan kontrak, ia seharusnya bekerja kepada Umi Hayya. 
> Namun, oleh Umi Hayya ia diminta untuk bekerja di rumah anaknya yang bernama 
> Fatma.
> 
> Selama di rumah Fatma ini, berbagai siksaan sering ia dapatkan. Siksaan itu 
> ia alami selang empat bulan dirinya tinggal di tempat tersebut.
> 
> "Siksaan bukan hanya di tangan. Mata saya juga dipukul dengan selang air, 
> hingga kini saya tidak dapat melihat," katanya dengan sedih.
> 
> Selain mengalami siksaan fisik, dan tidak mendapatkan gaji sesuai dengan 
> kesepakatan, Hariyatin juga mengaku tidak diberikan makanan yang layak. Dalam 
> sehari, ia hanya makan satu kali, itupun dengan makanan seadanya. 
> 
> Ia mengaku bingung hendak melarikan diri. Selain dikurung di dalam rumah, ia 
> juga tidak mempunyai akses dengan teman lainnya, karena semua akses seperti 
> telepon sengaja ditutup.
> 
> Karena kondisinya yang sudah parah, dimana kedua matanya juga terluka, 
> majikannya Fatma akhirnya memulangkannya. Ironisnya, saat pulang pun, ia juga 
> tidak dipulangkan sebagaimana layaknya. Ia pulang dititipkan temannya yang 
> rumahnya di Jawa Timur.
> 
> "Saya dititipkan oleh teman yang rumahnya juga di Jawa Timur. Saya juga tidak 
> diberi gaji utuh, hanya setengah saja," katanya.
> 
> Hariyatin sendiri mengaku berangkat bekerja ke Arab Saudi melalui PJTKI PT 
> Kemuning Bunga Sejati tahun 2006 lalu secara resmi. Ia bekerja di Arab Saudi 
> selama 3,5 tahun. 
> 
> Ia juga mengaku sudah meminta pertanggungjawaban dari PJTKI yang 
> memberangkatkannya. Sayangnya, ia tidak mendapat tanggapan, sehingga 
> memutuskan untuk langsung lapor ke dinas.
> 
> Dengan melapor ke Dinas Tenaga Kerja ini, ia berharap dibantu untuk meminta 
> hak-haknya. Ia meminta, agar PJTKI bertanggungjawab dengan mengembalikan 
> kesehatan matanya.
> 
> "Harapannya PJTKI bisa bertanggungjawab menyembuhkan mata saya. Saya juga 
> minta, majikannya saya mendapatkan hukuman setimpal," katanya.
> 
> Sementara itu, Kepala Bidang Penempatan Pelatihan dan Produktivitas Dinas 
> Tenaga Kerja Kabupaten Blitar Yudi Priono berjanji akan menindaklanjuti 
> laporan ini. Pihaknya akan memeriksa berbagai dokumen yang dimiliki Hariyatin 
> ini, termasuk ia berangkat secara resmi atau ilegal. 
> 
> "Kami akan melihat dulu berkas yang ia bawa, apakah berangkat legal atau 
> ilegal. Kami bisa menindaklanjuti laporan ini, jika ia berangkat secara 
> legal, namun kami kesulitan jika ia berangkat ilegal," kata Yudi.(*)
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke