Refleksi : Macan ompong  atau macan yang tidak bergigi untuk bisa mengigit 
mansanya diasosiasikan pada orang  bermulut besar, tetapi  tidak berbahaya atau 
kejam. Jadi apakah kapolres  yang diompongkan  dengan katapel tidak akan lagi 
melakukan pelangaran hak azasi manusia? Hehehe


http://www.surya.co.id/2010/10/05/dikatapel-gigi-kapolres-rontok.html

Dikatapel, Gigi Kapolres Rontok
Selasa, 5 Oktober 2010 | 07:29 WIB

Dalam Kerusuhan di Wamena
WAMENA - SURYA- Aksi kekerasan kembali terjadi di Indonesia. Sekelompok warga 
menyerbu Mapolsektor KP3 Udara Bandara Wamena, Jayawijaya, Papua, Senin (4/10). 
Penyerangan itu menyebabkan seorang warga tewas dan gigi Kapolres Wamena rontok 
terkena ketapel.

Kepolisian Resort Wamena, Kabupaten Jayawijaya meningkatkan kewaspadaan dan 
antisipasi menyusul penyerbuan yang dilakukan puluhan warga ke Mapolsek KP3 
Udara Bandara daerah itu.

Kapolda Papua Irjen Pol Bekto Suprapto, di Jayapura, Senin (4/10), mengatakan, 
situasi keamanan di Wamena berangsur pulih. Namun pihaknya tetap mengamankan 
Mapolsek tersebut.

"Informasi terakhir yang saya terima, suasana saat ini berangsur aman dan 
terkendali," katanya.

Bekto Suprapto menjelaskan, penyerangan Mapolsek KP3 itu, bermula dari 
penyitaan sejumlah paket barang yang dikirim melalui pesawat udara.

Menurut informasi dari beberapa saksi, pihak penerima menolak penyitaan paket 
tersebut. Diduga paket itu berisi minuman keras dan atribut satuan tugas 
(satgas dulu bernama Penjaga Tanah Adat atau Petapa) Papua.

Sekolompok warga yang kebetulan menjemput dan berada di luar bandara tiba-tiba 
menyerang Markas Polsek KP3 Udara dengan melemparkan batu serta membawa senjata 
tajam.

"Anggota polisi pun berusaha mempertahankan diri dengan melepaskan tembakan," 
ucap seorang warga Wamena yang enggan namanya dicantumkan.

Hal senada dikatakan oleh Kapolda Papua Irjen Pol Bekto Suprapto. 

Lebih lanjut Bekto mengungkap, seorang melemparkan batu yang kemudian mengenai 
Kapolres Wamena AKBP I Gede Sumerta Jaya. 

Bahkan, batu yang diduga dilontarkan menggunakan ketapel mengakibatkan satu 
gigi kapolres tanggal dan bibir berdarah. 

"Kejadian itu sempat membuat anggota polisi menjadi marah dan mengejar massa. 
Dari pengejaran tersebut polisi berhasil menangkap tiga orang yang terlibat 
dalam aksi penyerangan itu," kata Bekto.

Satu Warga Tewas

Irjen Pol Bekto Suprapto mengakui, dalam insiden itu satu orang warga tewas. 
Namun keluarga menolak otopsi terhadap korban.

"Kami tidak tahu alasan mereka menolak, padahal kami hanya ingin mengetahui 
penyebab pasti tewasnya korban," katanya.

Bekto Suprapto menegaskan, pihaknya akan bertindak profesional. Jika ada bukti 
bahwa polisi bersalah, pihaknya tidak segan untuk memberi tindakan tegas. 

"Kami akan terus menyelidiki kasus ini. Jika terbukti bersalah, polisi akan 
ditindak. Begitu pula warga yang terbukti bertindak anarkis, akan ditindak 
sesuai hukum yang berlaku," tegas Kapolda Papua.nant/kcm

Dibaca: 131 kali


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke