http://www.mediaindonesia.com/read/2010/10/11/174208/70/13/Akreditasi-yang-Diskriminatif


Akreditasi yang Diskriminatif 
Senin, 11 Oktober 2010 00:00 WIB     
 

STANDARDISASI mutu perguruan tinggi adalah sebuah keniscayaan agar perguruan 
tinggi menghasilkan lulusan berkualitas dan tepercaya. Namun, standardisasi 
yang diskriminatif dan tidak realistis justru akan mematikan perguruan tinggi 
itu sendiri. 

Contohnya adalah akreditasi ulang (reakreditasi) yang dilakukan Badan 
Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi terhadap banyak perguruan tinggi swasta 
belakangan ini. Standar yang digunakan untuk sertifikasi dosen adalah program 
World Class University pada 2025. 

Itulah standar yang tidak realistis, jauh di langit. Menggunakan standar dosen 
universitas kelas dunia untuk dosen perguruan tinggi swasta pada umumnya di 
negeri ini jelaslah bagaikan melakukan upacara pembantaian. Hasilnya memang 
berdarah-darah, yaitu banyak perguruan tinggi swasta yang turun kelas dari 
akreditasi A ke B dan dari akreditasi B ke C. 

Kekejaman itu tidak hanya karena menerapkan standar dunia, tetapi standar dunia 
pada 2025. Bukankah itu masih 15 tahun lagi? 
Bukan hanya tidak realistis, tetapi juga diskriminatif. Bila program World 
Class University pada 2025 itu diterapkan untuk dosen perguruan tinggi negeri, 
dapat dipastikan, banyak universitas negeri di berbagai penjuru di Tanah Air 
ini juga turun kelas. 

Sorotan atas standar akreditasi memang terus meningkat. Integritas dan 
pengalaman pengurus Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi mulai diragukan. 
Badan itu tidak hanya dinilai tidak realistis dan diskriminatif, tetapi juga 
subjektif. 

Salah satu penyebabnya ialah karena tidak satu pun dari banyak pengurus utama 
Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi itu yang mewakili asosiasi perguruan 
tinggi swasta. Demikian pula para assessor-nya, sebagian besar berlatar 
belakang perguruan tinggi negeri. 

Hal itu memicu munculnya persepsi bahwa akreditasi terhadap perguruan tinggi 
swasta dilakukan secara subjektif hanya untuk mendegradasikan perguruan tinggi 
swasta. 

Penerapan standar tinggi untuk mendongkrak kualitas perguruan tinggi kita 
adalah upaya terpuji. Tetapi, mematok standar yang mustahil dicapai kebanyakan 
perguruan tinggi swasta, bahkan juga oleh sejumlah perguruan tinggi negeri, 
jelas bukan langkah cerdas dan bijak. Itu langkah pembantaian. 

Karena itu, sikap Kementerian Pendidikan Nasional merespons positif tuntutan 
agar dilakukan pembenahan internal dalam tubuh Badan Akreditasi Nasional 
Perguruan Tinggi patut dihargai. 

Yang perlu dipertimbangkan adalah pemikiran untuk mendorong Badan Akreditasi 
Nasional Perguruan Tinggi menjadi lembaga akreditasi yang tidak saja 
benar-benar independen dalam melakukan akreditasi, tetapi juga lebih 
merepresentasikan seluruh pemangku kepentingan. 

Ia seharusnya tidak hanya diisi kalangan perguruan tinggi negeri, tetapi juga 
kalangan perguruan tinggi swasta, kalangan industri dan perusahaan sebagai 
pengguna lulusan universitas, serta tokoh masyarakat yang mewakili publik. 

Penting digarisbawahi bahwa perguruan tinggi swasta merupakan salah satu pilar 
utama pencerdasan bangsa. Negara, semata melalui perguruan tinggi negeri, tidak 
akan sanggup menampung keinginan anak bangsa melanjutkan studi ke perguruan 
tinggi. 

Dari sudut kepentingan mencerdaskan bangsa itu, jelaslah pemerintah mestinya 
tidak hanya menjadi regulator yang menghakimi perguruan tinggi swasta, tetapi 
menjadi pihak yang turut bertanggung jawab memperbaiki mutu perguruan tinggi 
swasta. 

Karena itu, tidak boleh ada perlakuan yang tidak adil terhadap perguruan tinggi 
swasta. 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke