Segala "dialektika materialisme dll." yang telah pernah diposting Wawan, 
menurut 
saya, belumlah tool, melainkan baru wacana, di antara sekian wacana lainnya di 
luar sana.


Dan ketika masih sebatas wacana, boleh-boleh saja jika hendak diletakkan di 
ruang hampa, berdiri sendiri, terpisah dari prinsip integritas ke-manusia-an.

Dan, untuk menjadi sebuah tool, wacana "dialektika materialisme" masih harus 
berproses. Musti blend dulu dengan wacana ilmu-ilmu sosial (budaya, politik, 
dll.) plus hasil observasi lapangan, diolah menjadi conceptual framework, 
lantas 
diterjemahkan menjadi tool/s yang operasional sesuai tujuan, misalnya, tujuan 
jangka panjang, menengah, pendek.

Ketika si tool atau tools tersebut dioperasikan di masyarakat, baik di sebuah 
komunitas kecil saja atau yang jauh lebih besar yakni negara, yang adalah 
sebuah 
ruang yang sangat terbuka dengan segala kemungkinan (bukan ruang hampa), maka 
operasionalisasi tool/s musti dilandasi oleh prinsip integritas, seperti: nilai 
kejujuran.

Apakah kejujuran itu?
Silakan definisinya dicari sendiri.

Paling tidak, salah satu indikator dari nilai kejujuran menurut saya ialah 
"tidak korupsi". Artinya, tool/s tidak akan berjalan dengan baik jika 
masyarakatnya korup, jika masyarakatnya tidak memiliki penghargaan yang tinggi 
atas nilai kejujuran.

Korupsi menyebabkan pembodohan dan pemiskinan struktural. Di Indonesia, korupsi 
paling heboh di sektor pelayanan publik, yang seharusnya memberikan pelayanan 
hak-hak dasar bagi warga negara, yaitu pendidikan dan kesehatan. Ketika negara 
– 
yang diwakili oleh para penguasa dan orang-orang yang menjadi perpanjangan 
tangan kekuasaan, termasuk para wakil rakyat – telah menyebabkan rakyat miskin, 
sakit-sakitan, dan bodoh, bagaimanakah kemajuan ilmu pengetahuan dan kemajuan 
bangsa hendak (dengan mudah) dicapai?


blub!



--- In [email protected], "wawan" <selarasmilis@> wrote:

1. saya menganggap kita disini semua sudah dewasa, jadi tidak perlu dongeng 
nina 
bobok tentang moral dan kejujuran.

Kita berbuat baik adalah karena kesadaran, dan bukan karena hal-hal takhyul 
lainnya.

2. jelasnya, sebuah peradaban maju terutama akibat mereka maju dalam hal ilmu 
pengetahuan, dan bukan karena moral dan kejujuran.
Pak rubaya masih menganggap bahwa suatu peradaban pernah maju, dan kemudian 
runtuh karena moral dan kejujuran...

saya kira ini suatu pemikiran takhyul...mungkin akibat cerita seperti jaman 
luth, atau nabi nuh, dalam cerita agama, mereka ditenggelamkan karena per moral 
era jaman luth dan nabi nuh dianggap era yang melanggar kodrat tuhan

jelasnya,analisis saya tidak menghubungkan antara dongeng theology dan kemajuan 
suatu peradaban...

bagi saya: suatu peradaban maju karena mereka menguasai ilmu pengetahuan, dan 
mereka mundur karena mereka sudah kalah bersaing dalam suatu pemahaman 
pengetahuan alam.

disini tidak ada hubungannya sama sekali dengan moral dan kejujuran...

saya berikan contoh
1. israel. Anda semua sudah dewasa dalam mengetahui bagaimana sikap israel.

2. russia jaman stalin, mereka mencapai era kemajuan ilmu pengetahuan justru 
dalam era kegelapannya moral stalin

3. jerman jaman hitler

4. amerika.

disini saya berusaha menjelaskan kenyataan dan saya berikan contoh nyata, dan 
saya tidak menganalisa dalam kapasitas saya sebagai 'orang suci'

namun saya akan memberikan analisis sejujur mungkin,meski analisis saya ini 
berbahaya untuk dibaca...tapi...inilah fakta yang coba saya urai...


      

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke