Padahal mau membikin wong Islam sedunia murtad dalam sekejap itu gampang,Genduk 
sudah saya kasih tahu caranya ning gak digugu.
Coba Amerika kon ngebom Ka'bah terus cegahlah orang yg mau tawaf disitu.Karena 
itu pusat syarafnya Islam yo pasti umatnya akan bertekuk lutut,itu dah terjadi 
ketika Jepang dibom pusat syarafnya,seketika itu juga Hirohito takluk.Ning 
hati2 lo sebab dg membom Ka'bah ada dua kemungkinan soale itu Bait Allah 
satu2nya didunia yg masih aktif(Yerusalem wis gak aktif).
Kemungkinan ke-1: Amerika akan berhasil memurtadkan Islam sedunia,dg beaya yg 
ngirit sekali dibanding perang Iraq atau Afghan.
Kemungkinan ke-2:Amerikanya sendiri yg akan hancur kayak pasukan Abrohah 
dulu,ketika tahun Gajah pernah nyerang Ka'bah gak berhasil.

Shalom,
Tawangalun.

--- In [email protected], "Jusfiq" <kesayangan.al...@...> wrote:
>
> 
> Eropa, dan bukan hanya Jerman, sekarang sedang dilanda oleh kegelisahan 
> terhadap Islam, termasuk di negeri yang terkenal paling toleran terhadap 
> semua agama selama ini seperti negeri Skandinavia dan Belanda.
> 
> Dan tidak mengherankan: wajah Islam itu memang mengerikan dan orang Islam itu 
> tukang bikin onar.
> 
> Ambil contoh Denemark yang adalah salah satu ikon negeri toleran. 
> 
> Hanya karena ada orang yang bikin kartun tentang nabi Muhammad lantas orang 
> Islam di berbagai negeri bikin onar.
> 
> Ya nggak heran orang Eropa pada ngeri melihat Islam.
> 
> 
> --- In [email protected], "sunny" <ambon@> wrote:
> >
> > Mengapa bisa terjadi anti Islam meluas di Jerman? Bukankah Jerman mengenal 
> > Islam bukan baru sekarang, banyak ahli-ahli agama islam belajar di Jerman? 
> > Malah Mufti Yerusalem bersahabat dengan Adolf Hitler.
> > 
> > 
> >   ----- Original Message ----- 
> >   From: PAREWA 
> >   To: [email protected] 
> >   Sent: Thursday, October 14, 2010 2:48 PM
> >   Subject: [proletar] sentimen anti islam
> > 
> > 
> >     
> > 
> > 
> >   Sentimen
> >   Anti-Islam Merebak Luas di Jerman
> > 
> >   Kamis, 14 Oktober 2010, 19:34 WIB
> > 
> >   Imigran Muslim di Jerman
> > 
> >   REPUBLIKA.CO.ID, JERMAN--Studi dari para ahli di Jerman Rabu (13/10) 
> > kemarin
> >   mengungkapkan bahwa rasisme telah berkembang luas di Jerman, 
> > ditengah-tengah
> >   perdebatan seputar imigrasi, terutama dari kaum muslim, yang terus 
> > menyulut
> >   kemarahan di dalam negara Jerman. 
> > 
> >   Studi yang dilakukan oleh Lembaga Friedrich Ebert ini, memperlihatkan 
> > bahwa
> >   lebih dari sepertiga (34,3%) dari mereka yang disurvei percaya imigran 
> > Jerman
> >   16mn atau orang pendatang memilih tinggal di Jerman hanya untuk manfaat 
> > sosial.
> > 
> >   Sebanyak 35,6% berpikir Jerman sedang "dibawa lari oleh pendatang"
> >   dan lebih dari sepersepuluhnya menyerukan 'Fuehrer' untuk menjalankan 
> > negara
> >   "dengan tangan yang kuat". "Sekitar 32% dari orang mengatakan
> >   mereka setuju dengan pernyataan bahwa para pendatang harus kembali ke 
> > negaranya
> >   ketika pekerjaan tidak ada".
> > 
> >   "Pada tahun 2010, telah ada peningkatan yang signifikan dalam sikap
> >   anti-demokratis dan rasis. Kami mengalami titik balik dramatis," ungkap
> >   peneliti Elmar Braehler dan Oliver Decker. 
> > 
> >   Sikap Partai Kanan Jauh tidak hanya ditemukan di masyarakat Jerman, tetapi
> >   "pada tingkat yang mengkhawatirkan di tengah masyarakat," kata
> >   laporan itu. Lebih dari setengah (58.4%) dari 2.411 orang disurvei 
> > berpikir
> >   sekitar 4mn Muslim di Jerman harus memiliki sikap dan mempraktikkan 
> > agamanya
> >   secara nyata.
> > 
> >   Friedrich Ebert Foundation memiliki hubungan dekat dengan Demokrat Sosial 
> > kiri
> >   tengah. Studi ini mensurvei 2.400 responden dengan usia 14 sampai 90 
> > tahun.
> > 
> >   [Non-text portions of this message have been removed]
> > 
> > 
> > 
> >   
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke