http://www.antaranews.com/berita/1286482566/jk-pemerintah-mesti-kelola-isu-rms

JK: Pemerintah Mesti Kelola Isu RMS
Jumat, 8 Oktober 2010 03:16 WIB | Peristiwa | Politik/Hankam | 

Bekasi (ANTARA News) - Pemerintah mesti mengelola dan membenahi isu Republik 
Maluku Selatan (RMS). "Organisasi itu sudah dibubarkan sejak 1953 oleh 
pengadilan dan sudah mati sejak 60 tahun lalu. Kenapa sekarang isu RMS itu jadi 
terkenal di seluruh dunia. Itu yang perlu dikelola pemerintah," kata mantan 
wakil Presiden RI periode 2004-2009 itu di Bekasi, Jabar, Kamis.

Kalla yang juga Ketua Umum PMI saat menghadiri peresmian galeri unit donor 
darah di sebuah mal Kota Bekasi, menegaskan, RMS itu seharusnya sudah tidak ada 
lagi.

Ia menyatakan pembatalan kunjungan presiden telah menjadi berita besar yang 
justru menguntungkan RMS. "Dengan berita besar itu nama RMS kembali seperti 
jadi besar," ujarnya.

Menurut Kalla pembatalan itu menimbulkan akibat positif dan negatif, namun yang 
perlu adalah bahwa Presiden sebagai simbol negara jangan sampai berurusan 
dengan pengadilan.

"Pemerintah perlu melakukan berbagai langkah hingga orang bisa melupakan RMS," 
tegasnya.

Presiden Republik Maluku Selatan di pengasingan, John Wattilete, mengatakan 
keputusan Presiden SBY batal berangkat ke Belanda adalah kemenangan bagi RMS.

"Sebenarnya kami sudah menunggu dia, sehingga bisa berhadapan langsung dan 
mempertanyakan kekerasan HAM yang dilakukan," katanya kepada sebuah kantor 
berita asing. "Tapi yang terpenting dari peristiwa ini adalah kemenangan kami."

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memutuskan untuk membatalkan kunjungannya ke 
Belanda beberapa waktu lalu. Dalam konferensi pers di Halim Perdana Kusuma, 
Yudhoyono mengumumkan pembatalan ini. 

"Ada perkembangan situasi di Belanda yang mengharuskan saya ambil sikap dan 
keputusan demi kepentingan kita," ujarnya di Halim Perdana Kusuma, Jakarta, 
Selasa (5/10).

Dia mengatakan pembatalan dilakukan pada jam-jam terakhir. Menurutnya, ada 
pergerakan yang menuntut permasalahan Hak Asasi Manusia di Indonesia ke 
Pengadilan di Den Haag. 

"Yang menuntut organisasi yang didalamnya ada RMS (Republik Maluku Selatan)," 
kata Yudhoyono.

Presiden mengatakan ancaman keamanan kunjungan kepala negara adalah hal biasa. 
Namun dia tidak dapat menerima adanya tuntutan pengadilan internasional yang 
mencakup penangkapan Presiden RI. 

"Kalau sampai digelar pengadilan, (ini) menyangkut harga diri sebagai bangsa," 
kata Yudhoyono.(*

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke