Refleksi : Mengapa Agama Yahudi tidak diakui di Indonesia? 

Bukankah dalam Al Quran ayat 2:62 dan 5:69, dua ayat ini identik menyatakan 
sesusungguhnya oramg-orang mu'min, orang-orang Yahudi, Orang Nasrani, 
orang-orang Shabin ........tidak ada kehawatiran terhadap mereka dan tidak 
(pula) mereka bersedih hati. Bukankah mereka adalah umat berkitab?


Harian Komentar
16 Oktober 2010


      The New York Times Lirik Komunitas Yahudi Sulut
     


 

Eksistensi Komunitas Yahudi Sulawasi Utara (KYSU) atau Jewish Community of 
North Sulawesi, ternyata mam-pu menarik perhatian salah satu surat kabar 
terbesar di Amerika Serikat, The New York Times. Bahkan untuk mengetahui 
keberadaan, tata cara ibadah dan suka duka Komunitas Yahudi Sulut, khususnya 
mereka yang beragama Yahudi dalam menjalankan keyakinan mereka, The New York 
Times mengutus tiga wartawannya untuk mewa-wancarai Rabi Yaakov Baruch, Jumat 
(15/10) kemarin.


Bukan itu saja, tiga wartawan The New York Times yakni Norimitsu Onishi 
(Southeast Asia Bureau Chief The New York Times), Ed Wray (fotografer) dan 
Muktita Suhartono, (Contri-buted Reporting The New York Times di Indonesia), 
dengan senang hati mengikuti Shabbat Dinner di kediaman Rabi Yaakov Baruch. 


Sebelum Shabbat Dinner dimulai, Norimitsu langsung terlibat pembicaraan serius 
de-ngan Rabi Yaakov didampingi Biro Humas KYSU, Irvan Grosman dan Oral 
Bollegraf. Mulai dari asal mula keluarga, sejak kapan memeluk agama Yahudi 
dilontarkan Norimitsu kepada Rabi Yaakov dan Bollegraf. Norimitsu pun terlihat 
puas dengan jawaban-jawaban Rabi Yaakov. Dari sekian pertanyaan yang 
dilontarkan, Norimitsu sedikit kaget bahwa ada juga anggota Komunitas Yahudi 
Indonesia di Sulut ternyata me-meluk agama Kristen Protestan. 


Dijelaskan Rabi Yaakov kepada Norimitsu, perlu dipahami, eksistensi Komunitas 
Yahudi khususnya di Sulut, memang tidak bisa dilepaskan dari eksistensi 
Yudaisme atau Aga-ma Yahudi. "Tapi tidak semua anggota Komunitas Yahudi itu 
berkeyakinan agama Yahudi. Komunitas Yahudi bertujuan mempererat tali 
persaudaraan bahwa mereka adalah turunan Yahudi yang harus bersatu dan saling 
membantu satu dengan yang lain. Sedangkan Agama Yahudi adalah keyakinan iman 
dari sejumlah anggota komu-nitas. Dalam kegiatan Komunitas Yahudi, kita tidak 
membeda-bedakan keyakinan. Tapi saat ada kegiatan keagamaan Yahudi, atau 
kegiatan anggota komunitas yang beragama Kristen misalnya, kita saling menopang 
dan saling menghormati satu dengan yang lain," tandas Rabi Yaakov. 


Meski tidak semua anggota Komunitas Yahudi beragama Yahudi, dijelaskan Rabi 
Yaakov dan Grosman, semua anggota sangat bangga dan mendukung eksistensi 
Synagoge Ohel Yaa-kov di Tondano sebagai tempat ibadah Agama Yahudi. "Semua 
keluarga anggota Komunitas Yahudi di Sulut sudah pernah mengunjungi Synagoge 
Ohel Yaakov. Satu kebanggaan bagi kami, meski kami turunan Yahudi yang tidak 
lagi memeluk agama Yahudi namun memiliki Synagoge di Sulut. Eksistensi kami 
sebagai Komunitas Yahudi setidaknya mendapat pengakuan dari masyarakat sekitar 
bahkan dari pemerintah dae-rah," tandas Grosman dan Bollegraf. 


Sementara, saat prosesi Shabbat Dinner yang dipimpin Rabi Yaakov, fotografer 
The New York Times, Ed Wray, sepertinya tidak mau kehilangan momen. Setiap 
gerakan, pembacaan doa dalam bahasa Ibarani, bahkan saat makan bersama untuk 
membuka Sabat, momen terse-but terus diabadikan Wray. Se-mentara Muktita, usai 
Shabbat Dinner, terlibat percakapan serius dengan Oral Bollegraf dan Irvan 
Grosman. 


Sekadar diketahui, The New York Times adalah koran harian yang diterbitkan di 
New York dan didistribusikan secara internasional. Koran ini dimiliki oleh 
perusahaan The New York Times Company, yang juga menerbitkan 15 koran lainnya, 
antara lain International Herald Tribune dan Boston Globe. Ko-ran ini dijuluki 
"Gray Lady" karena gaya dan penampilannya, dan dianggap sebagai koran yang bisa 
diandalkan sebagai sumber referensi resmi untuk kejadian-kejadian 
terkini.(irv/*)



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke