Supermie Gagal Di Taiwan !!!
Dilarangnya penjualan Supermie di Taiwan telah mengundang banyak pertanyaan
para konsumen. Kalo di Taiwan dilarang, kenapa di Amerika tidak dilarang, di
Arab Saudia yang terkenal sangat ketat juga tidak dilarang ???
Jawabannya sederhana, pabrik Supermie memproduksi dua macam Supermie yang
kualitasnya berbeda, yang satu untuk eksport dan yang lainnya untuk pemasaran
dalam negeri.
Yang kualitas eksport biasanya dibuat memenuhi aturan kualifikasi negara diluar
negeri seperti Amerika, Arab Saudia dll.
Rupanya, untuk eksport ke Taiwan, pabrik Supermie mengirimnya produk yang
berkualitas untuk dijualnya didalam negeri sehingga kadar racun pengawetnya
terdeteksi tinggi. Mungkin pabrik Supermie menganggap negara2 Asia kecuali
Jepang tidak begitu teliti dalam pemeriksaannya.
Jadi klaim pabrik Supermie yang menuduh sikap Taiwan itu didorong oleh rasa
persaingan tidaklah benar, karena untuk pemeriksaan kesehatan produk makanan
tidak terkait oleh pabrik2 mie yang begitu banyak macamnya.
Kalopun mau diperdebatkan soal persaingan, terus terang, supermie tidak mampu
menyaingi produk2 negara tetangga seperti Malaysia, Filipina, Thailand,
Hongkong, Cina, Jepang, Korsel, dan tentunya juga Taiwan sendiri.
Selain harganya lebih murah dari supermie, juga rasa dan kualitasnya lebih baik
bahkan packagingnya juga lebih besar, kalo supermie hanya 2.3 Oz, maka rata2
pabrik mie luar negeri memproduksi dengan berat 3.5 Oz dan bumbu2nya juga
bermacam ragam isinya yang betul2 terasa dilidah.
Kekalahan Supermie terutama dalam kualitas mie-nya, yang kalo direbus kelamaan
menjadi terlalu lembek bahkan bisa menjadi seperti bubur. Beda dengan produk2
saingannya, yang makin lama direbus makin keras mie-nya, konsistensinya tetap
meskipun direbus kelamaan.
Bumbu2 Supermie terlalu asin untuk lidah luar negeri terutama Amerika dan
Eropah sehingga rasa sesungguhnya tertutup oleh rasa asin-nya, hal ini berbeda
dari produk2 negara tetangga yang mampu memahami lidah orang2 Barat maupun
negara2 maju didunia yang tidak suka dominasi rasa asin tadi.
Jadi kalo dibandingkan mutunya, Supermie kira2 sebanding dengan kualitas Ramen
produksi Nisiin yang dijual rata2 12-13 cent perbungkus, sedangkan Supermie
dijual dengan harga 79 cent perbungkus sehingga jelas sulit untuk bisa menjadi
primadona pasaran mie instant.
Jauh kalo mau bertanding dengan produksi mie instant negara2 tetangga diatas
yang rata2 dijual dengan harga 49 Cent dengan bungkus lebih berat dan bumbu
yang lebih beraneka warna.
Jadi, kalo Supermie mengeksport produknya ke Taiwan yang berkualitas sama yang
dipasarkan didalam negeri, maka wajar kalo ditolak dan dilarang beredar. Ini
tidak ada hubungannya dengan persaingan karena dari sudut manapun mau ditinjau,
maka Supermie belum bisa menyaingi produk2 dari semua negara tetangga ini. Hal
ini dikarenakan pabrik Supermie belum mampu memahami selera atau taste yang
sudah jadi standarisasi bagi negara2 Asia yang mengikuti selera2 dari negara2
Maju seperti Amerika dan Eropah.
Ny. Muslim binti Muskitawati.
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/