Refleksi :  Bagus sekali mahasiswa jadi agen perubahan. Tetapi, bukankah mereka 
yang memegang kekuasaan negara dan segala macam aparat negara selama ini adalah 
oknom-oknom bertitel sarjana berarti mereka adalah mantan mahasiswa,  anehnya 
mereka menjadi agen komparador bin koruptor. Apakah ilmu yang dipelajari mereka 
ini adalah ilmu khusus untuk maksud tersebut.  :-)))

http://www.antaranews.com/berita/1287852954/mahasiswa-harus-jadi-agen-perubahan-konstruktif

Mahasiswa Harus Jadi Agen Perubahan Konstruktif

Sabtu, 23 Oktober 2010 23:55 WIB | Peristiwa | Politik/Hankam | 
Kupang (ANTARA News) - Pengamat politik dari "Central for Strategic 
International Studies" Dr J Kristiadi berharap mahasiswa tetap menjadi agen 
pembawa perubahan yang konstruktif dalam proses demokratisasi, penegakan hukum, 
pertumbuhan ekonomi dan perbaikan karakter bangsa. 

"Empat hal pokok ini harus menjadi pegangan mahasiswa dalam proses membekali 
diri dengan ilmu pengetahun secara teori dan praktik, karena merupakan titik 
tolak dalam proses pembangunan bangsa Indonesia menjadi lebih baik ke depan," 
katanya di Kupang, Sabtu.

Ia mengatakan hal ini di sela-sela kegiatan "Orientasi Pemantapan Budaya dan 
Stabilitas Politik" yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan 
Masyarakat (Kesbang Linmas) Provinsi Nusa Tenggara Timur di Kupang pada 22-23 
Oktober 2010. 

Menurut dia, untuk mencapai perubahan yang konstruktif dalam proses 
demokratisasi, penegakan hukum, pertumbuhan ekonomi dan perbaikan karakter 
bangsa, maka mahasiswa harus berani mengatakan salah dan benar segara tegas dan 
independen tanpa diprovokasi atau diperalat oleh siapapun. 

Untuk terhindar dari kemungkinan diboncengi dalam setiap gerakan menuju 
perubahan, maka apa yang dilakukan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, 
Himpunan Mahasiswa Islam dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah memprakarsai sebuah 
gerakan nasional untuk mendorong perubahan, yang melibatkan elemen-elemen 
pergerakan kemahasiswaan di Jakarta, hari ini merupakan salah satu langkah maju 
menuju perwujudan empat hal pokok tersebut.

"Targetnya ialah memberi kontribusi positif dan konstruktif secara kritis bagi 
terjadinya perbaikan jalannya demokrasi yang semakin bermartabat demi 
kelancaran pembangunan yang semakin prorakyat dan berdiri di atas postulat 
konstitusi berdasarkan Pancasila," kata Sekjen Presidium Pusat Gerakan 
Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cokro Wibowo, di Jakarta, Sabtu.

Perhelatan yang dipusatkan di sebuah galeri di Kompleks Taman Ismail Marzuki 
(TIM) ini, menurut dia, merupakan upaya awal melakukan konsolidasi dan 
menyatukan gerakan mendorong perubahan secara konstruktif.

"Diskusi kali ini hanya dari, oleh dan untuk mahasiswa demi Indonesia tercinta. 
Tak ada niat saja sekali untuk melakukan aksi destruktif. Seperti kata Bung 
Karno, `kita harus selalu berada bersama kepentingan rakyat, jangan menyakiti 
mereka`. Karena Negara ini didirikan dan dibangun untuk kepentingan rakyat 
tanpa memandang latarnya," ujarnya.

Tercatat delapan aktivis tampil sebagai narasumber diskusi tersebut, yakni 
Adien (PB PMII), Fito (PP PMKRI), M Ridho (PB PII), Imadudin (BEM UI), M Fadly 
(BEM UMJ), Muhammad (Kornas BEM Nusantara), Alit (UBK), Wendra (Persatuan 
Mahasiswa, juga fungsionaris KAMTRI, di samping tiga wakil organisasi 
penyelenggara.

"Kami perlu untuk terus berkonsolidasi, karena tantangan bersama semakin tidak 
mudah. Para intelektual muda perlu semakin peduli terhadap masalah-masalah yang 
dihadapi mayoritas rakyat," katanya.

Menurut Kristiady, mahasiswa yang sejak dulu diberi predikat sebagai agen 
pembaharuan dan sebagai kekuatan ketiga setelah birokrasi dan TNI serta pers 
dalam proses pembangunan demokratisasi, harus juga selalu menyelaraskan ilmu 
yang dimiliki dengan perilaku dan cara pandang yang jauh ke depan tentang apa 
yang akan terjadi.

Selain itu, tindakan menyelaraskan ilmu dan tindakan penting dilakukan juga 
sehingga nantinya akan menghasilkan generasi yang cerdas, jujur, berakhlak 
mulia, berbudi pekerti dan peduli terhadap sesama manusia dan lingkungan.

Untuk itu, mahasiswa dituntut memiliki "soft skill". Melalui pembelajaran 
tersebut mereka akan memahami pentingnya beretika, kreativitas, inisiatif.

Ia mengatakan, mahasiswa selain memperoleh ilmu pengetahuan, juga harus 
memahami hal-hal yang bersifat positif yang berasal dari diri sendiri, sepertu 
jujur dan bertanggungjawab, sehingga diharapkan mampu meraih kesuksesan dalam 
hidupnya. 

Dengan kemampuan "soft skill" yang dimilikinya tersebut juga akan menumbuhkan 
kreativitas mahasiswa dalam berhubungan dengan orang lain dan juga sebagai 
keterampilan mengatur diri sendiri.

Namun untuk meraih berbagai kemampuan tersebut, mahasiswa harus mampu 
menyeimbangkan keahliannya agar bisa hidup sukses di dunia kerja dan di 
tengah-tengah masyarakat melalui kemampuan kognitif dan "soft skill" yang 
dimilikinya.(*)


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke