"........biasalah mereka suka bertengkar, nanti juga baikan lagi... " Jadi ingat masa kecil ya? Katanya yang bertengkar sdh baikan namun "yang bukan anak kecil" alias ortu msing-masing terlanjur sewot (dan lalu berkelanjutan, atau ketawa ngakak). Kek operator bisnya kan? Cowok pelaku atau walinya semestinya diperingatkan. namun vonish sdh diberikan kepada cewe yang berjilbab , mau apa lagi? Ya, mestinya si cewe lapor dulu sama ortunya, jadi pakai semacam prosedurlah. Nampaknya perusahaan bus yang ga (mau) pakai prosedur2an.
Andai saja kasusnya terbalik, hasilnya kalik lain ya? --- In [email protected], a.wid...@... wrote: > > Terlalu berlebihan nih...namanya juga masih anak anak gitu, biasalah mereka suka bertengkar, nanti juga baikan lagi... > -----Original Message----- > From: "ndeboost" rambitese...@... > Sender: [email protected] > Date: Wed, 20 Oct 2010 22:38:17 > To: [email protected] > Reply-To: [email protected] > Subject: [proletar] Sumpah, Bukan di Indonesia (8) : Pengganggunya Pastilah "Aman" > > > http://www.hidayatullah.com/berita/internasional/13776-diganggu-bocah-ke\ \ > cil-berjilbab-berani-ambil-sikap > <http://www.hidayatullah.com/berita/internasional/13776-diganggu-bocah-k\ \ > ecil-berjilbab-berani-ambil-sikap> > Diganggu, Bocah Kecil Berjilbab Berani Ambil Sikap > Thursday, 21 October 2010 05:09 > > Keberanian gadis kecil ini untuk membela diri dan kehormatannya patut > diapresiasi, tapi malah kena sanksi > > Hidayatullah.com--Seorang gadis kecil muslim berusia 6 tahun dilarang > naik bus sekolah di Darwin, Australia, setelah dia membalas perlakuan > buruk temannya. > > Seorang siswa laki-laki berusia 7 tahun dengan sengaja terus-menerus > mengganggu Iran Ghavami dan menyuruhnya melepas kerudung yang > dikenakannya. Kesal dengan bocah itu, Iran akhirnya membalas dengan > memelorotkan celana anak tersebut. > > Perlakuan temannya, membuat gadis kecil itu "sedih sekaligus marah", > mendorong siswa kelas satu itu untuk membalas. Demikian Northern > Territory News melaporkan. > > Akibat dilarang naik bus sekolah, Iran tidak bisa pergi ke sekolah yang > berjarak 30 km dari rumahnya di Marrakai, Northern Territory. > > Lorraine Gerassimopoulos, ibunda Iran mengatakan, hukuman tersebut > terlalu keras untuk anak berusia 6 tahun. Menurutnya, lebih baik > memberikan surat peringatan, sehingga mereka bisa duduk bersama untuk > membicarakan masalah tersebut, daripada melarang putrinya naik bus > sekolah. > > Buslink yang mengoperasikan armada antar-jemput murid-murid sekolah > membela keputusan yang diambilnya. Mereka beralasan bahwa keputusannya > sesuai dengan peraturan di Northern Territory. Perusahaan itu juga tidak > menjelaskan, apakah bocah laki-laki yang menjadi biang keladinya juga > dikenakan sanksi. > > Sebagaimana dilaporkan Australian Associated Press (20/10), kebanyakan > orang Australia mendukung tindakan Iran yang berani melawan perlakuan > buruk dari teman sekolahnya. [di/9n/aap/hidayatullah.co > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
