Saya bosan dengan argumennya Muskitawati yang dangkal, untuk itu saya 
copy-paste di sini pembelaan terhadap kapitalisme yang menurut saya baik dan 
lebih layak.


Kapitalis
Dalam Kapitalis, Pasarlah yang menentukan harga, termasuk upah para buruh. 
Kalau segelintir orang dibayar jauh lebih besar daripada yang lain, itu karena 
orang-orang tersebut dianggap memiliki suatu talenta/kemampuan yang unik yang 
pantas dibayar dengan harga yang lebih tinggi. Ketika orang-orang tersebut 
berhenti bekerja, maka mereka tidak akan lagi mendapat bayaran sebesar itu. Ini 
merupakan sebagian dari dinamika system kapitalis yang memberikan pemberian 
reward untuk menghargai hasil kerja manusia. Dalam kasus yang kamu berikan, yah 
pantaslah beberapa orang tersebut mendapatkan persentase yang cukup besar dalam 
profit penjualan mebelnya. Cobalah dipikir: apakah proses pemotongan kayu, 
pembentukan kayu menjadi mebel tersebut akan terjadi tanpa ada campur tangan 
dari pihak yang nota bene anda katakan sebagai pihak yang tidak bekerja 
apa-apa. 

Sistem sosialis justru akan membuat semua orang menjadi "buruh" . Hanya mungkin 
menjadi buruh yang memiliki kehidupan yang sedikit lebih baik. Hal itu 
disebabkan karena tidak adanya penghargaan untuk orang-orang tertentu yang 
melakukan hal yang lebih diantara yang lainnya, maka apakah yang memotivasi 
masyarakat untuk berprestasi? dan bukan hanya sekedar memenuhi syarat kerja. 
Menurut saya, orang yang bekerja hanya untuk hidup (makan, minum, mandi, tidur, 
buang air, sex -seperti yang kamu kemukakan di atas) dengan bekerja hanya 
dengan memenuhi job description yang diberikan, adalah ciri khas seorang buruh. 
Akibatnya kemajuan suatu Negara akan berjalan sangat lambat. Karena 
berkurangnya jumlah orang yang termotivasi untuk berprestasi. Dalam sosialis 
akan tercipta banyak peraturan yang mengendalikan kegiatan masyarakatnya. 
Seperti seorang ibu yang sangat otoriter terhadap anaknya. Mengakibatkan si 
anak tersebut tumbuh menjadi robot yang hanya memiliki satu alasan mengapa ia 
mengerjakan PR sekolahnya- yaitu karena diperintah ibunya.

Sistem sosialis juga mengambil "sisi kemanusiaan" masyarakatnya dengan tidak 
mengakui adanya kebebasan individu terutama kebebasan memiliki properti. 
Sedangkan sistem kapitalis sangat menjunjung tinggi hak asasi manusia dengan 
memberikan kebebasan-kebebasan dasar sangat diperlukan setiap manusia- termasuk 
hak untuk memiliki property tersebut. 

Campur tangan pemerintah terlalu kuat pada system sosialis; Dan jika semua 
sektor ekonomi diatur oleh 1 pihak –yaitu pemerintah, maka ketika terjadi 
kesalahan dalam pengambilan atau pelaksanaan 1 keputusan, maka SEMUA orang akan 
menderita. Seperti yang terjadi pada USSR.

Pada intinya, semakin pemerintah membebaskan penduduknya untuk memiliki sesuatu 
dan berkreasi terhadap benda tersebut dan memberikan penghargaan atasnya, maka 
mereka akan semakin termotivasi untuk selalu berbuat sebaik-baiknya. Dalam 
aplikasi ekonominya,pemikiran seperti itu akan meningkatkan ROI (return on 
investment) atas alat-alat produksi yang artinya membuat penggunaan 
mesin,pabrik, industri menjadi efisien dan efektif. Dan semakin tinggi tingkat 
ROI tersebut akan semakin maju perekonomian negaranya.




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke