http://baihaqi-aceh.blogspot.com/2010/10/masyarakat-aceh-tolak-gelar-pahlawan.html

Masyarakat Aceh Tolak Gelar Pahlawan Soeharto 
Luka Lama Masih Membekas 


Luka lama semasa Soeharto menetapkan Aceh sebagai Daerah Operasi Militer (DOM), 
masih membekas di hati masyarakat. Selama sepuluh tahun itu pula (1989-1998) 
tercacat 871 orang meninggal karena tindak kekerasan, 550 orang dinyatakan 
hilang, 387 orang hilang kemudian ditemukan meninggal, 380 korban penganiayaan, 
120 korban dibakar rumahnya, serta 102 korban perkosaan.

Selain itu, operasi tersebut juga berdampak buruk terhadap kehidupan sosial 
budaya dan juga kehidupan beribadah rakyat Aceh seperti yang sudah dijalani dan 
dipraktekkan dengan baik selama berabad - abad sebelumnya.

Menilik kejadian yang terjadi di Aceh semasa pemerintahan orde baru itu, 
berbagai elemen masyarakat sipil di Aceh, Senin (25/10) menyatakan keberataan 
atas rencana pemberian gelar pahlawan nasional kepada mantan Presiden RI 
almarhum Soeharto. Sebagai bentuk penolakan atas rencana tersebut, mereka 
melayangkan surat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk meminta 
pembatalan rencana penganugerahan gelar kepahlawanan terhadap presiden kedua 
Indonesia itu.

Mereka menilai, rencana pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto 
adalah sebagai sebuah delegitimasi segala kejahatan yang telah diperbuat rezim 
Soeharto selama 32 tahun berkuasa. Bagi rakyat Aceh, dampak pemberian gelar 
tersebut dapat mencederai rasa keadilan masyarakat.

"Ketika Soeharto masih berkuasa, dia telah membuat berbagai keputusan yang 
merusak tatanan hukum dan keadilan di Aceh, serta lebih mementingkan kekuasaan 
dibandingkan Hak Asasi Manusia (HAM)," kata koordinator KontraS Aceh, Hendra 
Fadli, kepada wartawan di Banda Aceh yang juga dihadiri mantan Anggota MPR RI, 
Ghazali Abbas Adan, serta sejumlah pegiat anti korupsi dan HAM lainnya.

Sementara itu dalam kesempatan tersebut, Tgk Faisal Ali selaku pimpinan 
Pesantren Mahyal Ulum Al-'Aziziyah, Sibreh Aceh Besar yang juga Sekretaris 
Jenderal Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA), juga menungkapkan Soeharto belum 
pantas menyandang gelar pahlawan nasional.

"Yang pantas kita doakan saja agar semua dosanya diampuni. Gelar pahlawan masih 
banyak orang lain yang pantas untuk didahulukan," kata Faisal yang juga Ketua 
PWNU Aceh ini.

Dikatakannya, selama memimpin bangsa Indonesia banyak prilaku yang membuat 
masyarakat menderita, maka wajar disaat ada wacana pemberian gelar pahlawan 
masyarakat melakukan penolakannya.(Slm).

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke