Aku harus ganyang Islam dan Soekarno...

+++++++
Mari saya tunjukan mengapa saya harus melakukan ganyangisasi Islam dan 
Soekarno...

Saya beberapa kali memperhatikan pidato Soekarno, terutama di tahun 1966 yang 
membicarakan tentang SUPERSEMAR.
In principal, pikiran Soekarno banyak terpengaruh oleh Ideologi ISLAM. Soekarno 
sering mengatakan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah ANUGERAH dari TUHAN YANG 
MAHA ESA, PANCASILA merupakan azimat/amanah sakti leluhur, tampak jelas pikiran 
Soekarno berbentuk metafisis. 

Akan saya tunjukan berbahayanya berpikir metafisis dan mengapa saya berpikir 
anti-metafisis...

In principal, ideologi Islam mempunyai doktrin yang TERAKHIR, SEMPURNA, dari 
ALLAH, sehingga ABSOLUT, FINAL....tidak bisa berubah, dan akan stagnan...
Ideologi Islam sangat berpengaruh di pikiran Soekarno dan menaungi Pancasila, 
dan permasalahan utama di Indonesia adalah banyak orang terpengaruh oleh 
ideologi Islam dan Soekarno dengan Pancasilanya....

Dua ideologi ini (Islam dan Pancasila), merupakan satu struktur, 
kernel/landasan bawahnya Islam, dan diatasnya baru Pancasila, atau artinya 
Pancasila ini dilandasi terutama oleh IDEOLOGI ISLAM.

Bahayanya menganut ideologi ini maka kelak akan bisa bernasib seperti Soviet 
Russia yang semenjak ditinggal oleh Stalin, melakukan suatu ideologi Komunis 
Dogmatis dan bukan Komunis Dialektis. Dalam hal ini boleh dikatakan dari 
Khruschev sampai Gorbachev gagal melakukan revolusi. Atau dalam terminologi 
1000 mati ketawa cara Russia, bahwasanya kejayaan Soviet Russia merupakan 
produk dialektis yang berkembang di era Lenin, Dietgen, Trotsky, Stalin, 
Plekhanov, atau boleh dikatakan kejayaan Komunisme itu dicapai oleh orang-orang 
yang beradu pikiran di era PRA-KOMUNISME. Sedangkan hasil dari komunisme-nya 
sendiri, terutama akibat Stalin yang terlalu dogmatis dan menancapkan kontrol 
mind dengan sangat ketat, malah gagal meneruskan kejayaan Komunisme.

Gorbachev memang telah meruntuhkan Soviet Russia, tapi tegaknya Russia sekarang 
JUSTRU tidak lepas dari ANTI-THESIS yang dilakukan oleh Gorbachev dan Boris 
Yeltsin. Artinya, Gorbachev dan Yeltsin melakukan de-komunisasi atau melakukan 
anti-thesis besar-besaran terhadap Komunis, dan sinthesisnya berada di Vladimir 
Putin. Orang Russia (kaum elit) pada dasarnya mengetahui ideologi dialektika 
materialis, sehingga bagi mereka tidak ada yang salah dengan Stalin sampai 
dengan Gorbachev dan Boris Yeltsin yang telah melakukan de-komunisasi 
besar-besaran terhadap Soviet Russia. Bagi mereka yang ada adalah hanyalah 
suatu thesis bertemu anti-thesisnya saja. 

Dalam hal ini, kalaupun mau ber-1000 mati ketawa cara Russia, artinya 
bahwasanya kemajuan Komunisme Soviet Russia itu diperoleh dari orang-orang yang 
demikian dahsyat ditindas oleh Tsar 2, namun Tsar memberikan kebebasan berpikir 
buat mereka, sehingga disini boleh dikata bahwa Kaisar/Tsar merupakan suatu 
thesis, yang akan dijebol oleh Lenin, Trotsky, Stalin dkk sebagai anti-thesis, 
dan kemudian Stalin mengibarkan kejayaan Komunisme Soviet Russia sebagai thesis 
baru yang baru menemukan anti-thesisnya di era Boris Yeltsin, sedangkan 
Vladimir Putin melakukan de-Boris Yeltsinisasi, dan Medvedev melakukan 
perimbangan/adjustmen dari suatu pola liberalisme dan komunisme yang penuh 
dengan kontrol/peraturan.

Sekali lagi, justru secara instinktif tidak ada yang salah dari era semenjak 
Tsar/Kaisar, Lenin, Stalin, Khruschev, sampai kepada Yeltsin, mereka bergerak 
dalam era extreme kanan kiri, dan saat ini mereka mampu menarik pelajaran dari 
segala pergerakan zaman yang extreme kanan kiri. Dari Tsar, Lenin, Stalin, 
Yeltsin hanyalah suatu dialektika yang berjalan saja terus menerus tanpa henti 
atau dalam hal ini, sudah sesuai dengan sabda Lev Trotsky bahwa 
perubahan/revolusi haruslah PERMANENT.

***
Lalu mengapa saya berpikir anti-metafisis dan berpikir dialektis....dan lalu 
silakan verifikasi....lebih benar pikiran dialektis atau pikiran metafisis.

Yang pertama, saya memang terpengaruh oleh GW Hegel, bahwa alam dan sejarahnya 
(termasuk pikiran manusia) bersifat dialektis atau selalu bergerak.
Yang kedua, saya memang terpengaruh oleh Karl Marx (Materialis) bahwa hukum 
dialektis itu diakibatkan oleh materi/partikel penyusun alam itu sendiri yang 
selalu bergerak.

Husayn Mansyur Al Hallaj, seorang sufi Islam dari Baghdad pernah mengatakan 
bahwa tidak ada yang dialam ini mati/diam. Saya tidak tahu bagaimana Husayn 
Mansyur Al Hallaj bisa tahu seperti ini, tapi kita hidup di abad modern, di 
abad 21, sehingga pernyataan Marx, pernyataan Hegel, dan pernyataan Husayn 
Mansyur Al Hallaj haruslah diverifikasi, terutama kita tanyakan saja ke ahli 
fisika, apakah benar ada suatu partikel/materi yang diam atau tidak bergerak?

Saya sendiri melihat bahwa zaman ini juga selalu bergerak seperti pemaparan GW 
Hegel dan Marx, sehingga saya berada pada kesimpulan hukum yang paling abadi 
adalah gerak perubahan itu sendiri, apabila mau diperdalam mengapa terjadi 
perubahan? maka itu diakibatkan oleh GERAKAN, sehingga kaum marxis menyebutnya 
matter in motion, atau seluruh hakekat partikel alam ini semua bergerak dan 
berinteraksi/dialektika.

***
Untuk itulah saya harus menggugurkan/anti-thesis pikiran Soekarno dan Islam, 
karena per hakekat di alam ini tidak ada YANG TERAKHIR, TIDAK ADA YANG 
SEMPURNA, TIDAK ADA ABSOLUT, TIDAK ADA FINAL, semua akan tetap berjalan, tanpa 
awal dan tanpa akhir, juga tanpa nilai benar dan salah, yang ada hanyalah 
thesis bertemu anti-thesis.

Membiarkan pikiran Soekarno dan Islam berkembang luas di Indonesia sama saja 
dengan membiarkan stagnasi berat yang akan menaungi pikiran-pikiran orang 
Indonesia, pikiran harus bersifat dinamis, pikiran harus tetap bergerak, 
mengikuti gerak perubahan zaman.

Dalam kepentingan ini, saya bisa saja berbohong, apabila saya mampu melihat 
alam ini ternyata penuh dinamika, maka saya bisa saja mengatakan bahwa saya 
utusan Tuhan atau saya mengatakan bahwa saya mendapat amanat sakti dari 
leluhur, atau saya mengatakan mewakili pikiran-pikiran metafisis (keghaiban)...
Teknik seperti ini disukai oleh orang Indonesia yang mayoritas berpikir 
metafisis, bahkan Tan Malaka sering dimintai bantuan untuk menyembuhkan 
penyakit....

tapi tidak, saya tidak akan melakukannya, saya hanya mengatakan bahwa saya 
membaca pikiran GW Hegel, saya membaca pikiran Marx, lalu saya verifikasi 
terhadap kerja alam, dan saya verifikasi kepada hukum fisika, dan saya 
menyatakan bahwa yang dikatakan Hegel, Marx, fisikawan, dan verifikasi empiris 
diri saya sendiri, maka saya katakan mereka BENAR.

***
Jadi disini musuh saya bukanlah personally, saya masih menjunjung tinggi 
Soekarno sebagai pendiri negeri Indonesia, Soekarno adalah anak zaman, Soekarno 
terlahir akibat dinamika alam Indonesia di zaman pergerakan kemerdekaan, 
Soekarno adalah anak zaman yang paling tepat dan terbaik di zamannya......

akan tetapi, juga harus saya koreksi peninggalannya yang berdampak negatif, 
yaitu stagnasi berpikir...
memang Soeharto yang telah lebih melakukan dogmatisasi pikiran, namun 
kenyataannya, bahwa orang Indonesia masih percaya buta dua ideologi metafisis 
yang berupa Islam dan Pancasila.

Jadi disini tujuan saya jelas, yaitu menggiring masa depan orang Indonesia 
kepada berpikir realistis dan bukan metafisis, dalam hal ini, untuk mengetahui 
segala sesuatunya yang ada di dunia, maka ilmu yang paling bisa dipercaya 
(meski tidak seluruhnya benar) adalah NATURAL SAINS.

Atau dalam artian, dalam urusan weltanschauung (pola pikir/cara pandang),
daripada agama atau pancasila, maka NATURAL SAINS merupakan petunjuk/peta yang 
terbaik.

Natural Sains memenuhi kriteria kebenaran yang akurasinya paling tinggi, yaitu 
methodologi ilmiah, methodologi rasional (hipothesa), methodologi logic, 
methodologi empiris (bisa dibuktikan), dan methodologi saintifik.

Jadi, alat apa yang saya gunakan untuk mengkritisi Agama, Pancasila dan segala 
hal yang berbau metafisis?

Itu semua karena saya berusaha berdiri teguh diatas NATURAL SAINS.

***
Sub Judul: Pancasila sebagai suatu ideologi pengikat

Satu-satunya alasan yang masih reasonable terhadap pancasila adalah merupakan 
ideologi pengikat, atau ideologi persatuan, ini seperti juga mitos Allah SWT 
sebagai mitos pengikat orang Islam yang dikatakan sebagai bersaudara.

Tapi yang namanya pikiran tetap akan berubah, yang namanya pikiran akan 
bergerak, gerak materi yang mengakibatkan gerak pikiran ini bekerja secara 
NATURAL,
jadi kalaupun saya akan dituduh sebagai penjebol ideologi Pancasila, maka tidak 
perlu saya jebol-pun akan jebol sendiri. Ini hanyalah masalah waktu. Kita lihat 
sejarah kepulauan Nusantara, Majapahit pernah berjaya lalu surut, Sriwijaya 
pernah berjaya lalu surut, dan memang mekanisme hukum alam demikian, yaitu 
pasang dan tenggelam, dan mekanisme alam untuk tetap SURVIVE adalah dengan cara 
ADAPTASI ALAM, atau artinya perubahan alam harus disikapi juga dengan perubahan 
pikiran/ideologi. Kalaupun mau menyelamatkan masa depan, tidak bisa dilakukan 
dengan suatu ideologi metafisis dogmatis, Indonesia ini masih bayi, masih 
berumur 65 tahun, ini hanya sejarah yang pendek bagi sejarah alam yang berumur 
miliaran tahun.

Berangkat dari sinilah justru saya melakukan suatu warning, yang 
mengingatkan....sudah tidak pada tempatnya pikiran kita dilandaskan oleh 
pengetahuan metafisis, pengetahuan dogmatis, pengetahuan yang stagnan....

sekali lagi, saya berbicara dalam ranah NATURAL SAINS, artinya...anda bisa 
abaikan peringatan saya, tapi alam tidak bisa anda kelabui....atau alamlah yang 
mengatur segala pikiran sejarah peradaban manusia, baik itu yang berada di 
kepulauan nusantara, atau artinya, bukan Soekarno yang berhak menetapkan 
ideologi buat kepulauan Nusantara, tapi alam kepulauan Nusantara yang 
menetapkan ideologi/cara berpikir terhadap manusia yang tinggal diatasnya.

atau dalam contoh simplenya....bukan karena alam nusantara ini berada di ring 
fire lantas kita harus meninggalkan alam nusantara, tapi karena alam nusantara 
ini begitu volatile/rawan gempa, maka manusianya yang berpikir untuk merancang 
tempat tinggal yang tahan gempa agar bisa tetap survive tinggal di atas alam 
nusantara...atau artinya manusia yang mengikuti sifat alamnya...

dan juga tidak lantas berjengkang-jengking terus menerus memohon kepada Allah 
tidak memberikan/menggerakan gempa di atas alam nusantara, yang ini pemikiran 
lebih goblok lagi akibat berpikir dengan cara metafisis.





















------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke