Refleksi : Kalau bencana berhenti berarti Iblis Bin Seythan kena PHK dan begitu 
juga para petinggi ilmu langitan. :-)

http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2010102703015314

      Rabu, 27 Oktober 2010 
     

      BURAS
     
     
     
     

Bangsaku, Tak Henti Dirundung Bencana!



       
      "KENAPA bangsaku tak henti dirundung bencana?" Umar bicara terbata-bata 
dengan mata berlinang. "Cedera korban tabrakan kereta api di Pemalang yang 
menewaskan puluhan orang belum sembuh, Wasior banjir bandang! Polemik penyulut 
bencana Wasior antara pemerintah dan LSM belum usai, gempa 7,2 SR diikuti 
tsunami melanda Mentawai menewaskan lebih 100 jiwa, 500-an orang hilang! 
Bantuan untuk korban Mentawai belum sampai, Gunung Merapi meletus, lebih 13 
ribu warga harus diungsikan! Apa yang salah dengan bangsaku?"

      "Bertubi-tubinya bencana menyergap kita harus disikapi dengan sabar dan 
pasrah diri pada-Nya!" sambut Amir. "Jangan tanyakan apa atau siapa yang salah! 
Cobaan justru datang untuk menguji iman orang-orang yang tak bersalah! Semakin 
tinggi iman seseorang, semakin berat pula ujian yang diberikan, sesuai 
ketinggian derajatnya!"

      "Ujian?" timpal Umar. "Ujian 'kan untuk naik kelas atau masa akhir 
belajar! Kok ujian terus, naik kelas atau masa akhir belajarnya kapan? 
Sementara alam, peranti ujian itu, mengamuk kian ganas!"

      "Alam marah karena dijadikan kambing hitam terus-terusan!" tegas Amir. 
"Di Wasior dikatakan banjir bandang penyebabnya bukan illegal logging 
(kesalahan manusia), tapi faktor alam, akibat curah hujan yang sangat tinggi! 
Bahkan Jakarta banjir dan macet total seharian Senin lalu, kata gubernurnya tak 
ada yang salah di pihaknya, karena penyebabnya faktor alam, curah hujan yang 
tinggi sekali! Pokoknya alam, alam, dan alam yang disalahkan, bagaimana tak 
mengamuk?"

      "Berarti tuntutan ujiannya yang terpenting untuk introspeksi, mengelus 
dada menanya diri sendiri apa saja yang telah diperbuat hingga jadi begini!" 
timpal Umar. "Artinya, orang harus berani untuk jujur mengakui bahwa sebenarnya 
dirinya tidak jujur, terutama ketika menuding alam semata sebagai penyebab 
segala bencana itu! Jujurlah, ketika memang ada kesalahan manusia, apalagi itu 
di pihak dirinya, akui kesalahan itu, tidak menuding alam dan alam melulu! 
Jangan lupa, alam itu sunatullah, ayat-ayat Allah yang justru dalam wujud 
nyata!"

      "Okelah!" tegas Amir. "Kita segenap warga bangsa pasrah menerima bencana 
itu dan bersimpati pada penderitaan para korban dengan memberi bantuan sesuai 
kemampuan! Tak mampu dalam bentuk materi, dalam bentuk doa baik lewat salat 
gaib bagi yang tewas dan doa agar diringankan deritanya bagi korban yang masih 
hidup!"

      "Jangan lupa berdoa agar bantuan kepada korban tidak selalu terlambat!" 
timpal Umar. "Juga, agar bala bencana dijauhkan dari bangsa kita!" ***

      H. Bambang Eka Wijaya
     



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke