http://risalahperjalanan.wordpress.com/2009/03/31/dialog-maya-dengan-tan-malaka-\
pengantar-menuju-pertengkaran-ideologis/

Sutan Ibrahim Datuk Tan Malaka, Putera Minangkabau yang dijuluki "Guru Bangsa"
oleh Goenawan Mohamad dan orang-orangnya, sayang sekali saya tidak sampai
berjumpa dengan Anda. Tentu akan sangat mengagumkan jika saja saya sempat
berdialog barang sekata dua kata dengan Anda. Belajar banyak hal dari Anda, dari
heroisme petualangan Anda, yang diagung-agungkan si Goen dan orang-orangnya itu.
Akan jauh lebih berkesan jika saya sempat "bertengkar" dengan Anda. Tentang
banyak hal. Tentang Filsafat Materialisme. Tentang Dialektika Materialisme.
Tentang Dialektika Historis. Tentang Marxisme. Tentang Buku-Buku Anda yang
"terlanjur" dijadikan "Kitab Petunjuk Jalan" oleh orang-orang kiri di belakang
hari: Madilog, Aksi Massa, Gerpolek, Naar de Republiek Indonesia, Semangat Muda,
Muslihat, dll.

Jujur, saya sangat kagum pada pilihan kata-kata Anda dalam "Kitab-Kitab Kaum
Kiri Nusantara" itu. Mengagumkan! Lebih mengagumkan lagi bagi saya, ketika
menelisik dari jarak zaman yang tidak dekat, kiprah petualangan Anda di segala
penjuru mata angin. Nomaden semacam gelandangan ideologis kiri. Tergesa-gesa
bergerak di bawah ancaman bayonet musuh. Merangkak di lorong-lorong gelap
persembunyian. Menyamar dengan identitas yang berbeda di tiap daratan yang kau
jejak. Mengagumkan. Dalam tataran pemikiran ideologis, menurutku, Che Guevara
masih setingkat di bawah Anda.

Ingin juga aku bertanya, Di manakah gerangan Anda belajar banyak hal di masa
bergejolak seperti itu? Tahukah Anda, kami yang hidup tenang di zaman ini, amat
sedikit mendapat pengajaran yang layak tentang banyak hal? Kami lebih sering
berkeluh kesah dengan keadaan daripada mendalami keluh kesah itu sendiri sembari
mencari pemecahan atas problematika yang menimpa kami. Lebih sering terlibat
pertengkaran alot dari hal-hal sederhana. Lupa belajar banyak hal. Isi kepala
dari kebanyakan kami paling-paling berisi hal-hal yang diajarkan di kelas-kelas
formal tertutup semisal: pelajaran berhitung, pelajaran menulis, pelajaran
membaca, pelajaran berdeklamasi, pelajaran seni termasuk menari dan
bersandiwara, pelajaran moral pancasila dan agama, pelajaran manut-patuh-dan
bungkam pada realitas status quo seburam apa pun itu. Kira-kira, inilah isi otak
kami di zaman ini.

Beberapa dari kami memang agak beruntung. Pelajaran di alam terbuka yang membuka
cakrawala berpikir kami peroleh di halaqoh-halaqoh yang bukan sembarang
pengajian belaka. Halaqoh ini bukan seperti wiridan orang-orang tua yang
biasanya tak jauh-jauh dari aktivitas yasinan, tahlilan, dan seruan-seruan moral
belaka. Ini lain, Tan Malaka. Ini seperti kuliah ideologis di tengah arus
pragmatis yang melanda jiwa anak-anak muda negeri ini. Itulah kenapa saya
katakan di awal, Akan jauh lebih berkesan jika saya sempat "bertengkar" dengan
Anda.

Ada juga dari kami yang mendapat pengajaran di alam terbuka dari mentor-mentor
kiri, yang menjadikan buku-buku Anda, di samping buku-buku-nya Marx-Engels,
sebagai Kitab Petunjuk Jalan. Mereka ini sekali dua kali menampakkan diri dalam
aksi-aksi anarkis. Seakan dunia sekitarnya ini adalah hutan lebat Amerika Latin
tempatnya Che Guevara dulu bergerilya. Filosofi dasar dialektika material
tentang pertentangan kelas antara kaum proletar dan kaum kapitalis menjadi alat
bedah mereka di dalam memahami dan menganalisa realitas sosial. Namun yang lebih
banyak adalah mereka yang diajarkan pada jalan pragmatisme: Entah mereka dari
Islam ataukah Nasionalis tulen. Macam-macam lah pokoknya.

Pertengkaran kita itu, seandainya terjadi, bukanlah yang sifatnya debat kusir
ala kaum pragmatis. Bukan tentang berapa persen target rasional agar suara yang
diperoleh di pemilu legislative berpengaruh di ruang tertutup. Bukan juga
tentang wacana koalisi yang sarat kepentingan jangka pendek dan pragmatis
belaka. Bukan tentang siapa Capres-Cawapres favorite. Bukan tentang strategi
kampanye dan aktivitas menempel-nempel poster dan pamflet dan menancapkan
bendera parpol borjuis pragmatis. Tapi, kita musti bertengkar sampai larut malam
tentang perbedaan mendasar ideology yang kita anut. Tentang masa depan yang akan
diupayakan diwujudkan. Tentang hakikat kehidupan. Tentang hakikat berpikir.
Tentang hakikat alam. Tentang bagaimana mensejahterakan rakyat. Tentang
bagaimana metode yang tepat untuk mengubah realitas masyarakat. Tentang
perubahan dan transformasi social. Tentang banyak hal yang tersangkut paut
dengan ideology yang kita anut secara berbeda.

Saya mau kita bertemu pada sebuah kesempatan untuk memulai dialog maya ini
dengan sebuah "pertengkaran" tentang: HAKIKAT BERPIKIR!!! Kapan pun Anda muncul
dalam imajinasiku, kita akan memulainya!!! Sampai jumpa, Tan Malaka!!!

Medan, 31 Maret 2009

Ikhwan Muslim Nasution



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke