Refleksi : Kalau video kekerasan di Papua tidak disebarkan tidak akan ada pelajaran? Kalau benar akan menjadi pelajaran, maka sepatutnya masyarakat Indonesia harus berterimakasih kepada orang Papua, karena penindasan dan kekerasan yang mereka alami menjadi pelajaran bagi balatentra Inondesia untuk belajar tidak melakukan kekerasan terhadap rzkyat dan agar HAM tidak dilanggar. Atau bagaimana pendapat panglima tertinggi SBY, apakah Anda masih senang menjadi sponsor kaum penjahat berlambang agama?
http://www.antaranews.com/berita/1288350033/danjen-kopassus-video-kekerasan-harus-jadi-pelajaran Danjen Kopassus: Video Kekerasan Harus Jadi Pelajaran Jumat, 29 Oktober 2010 18:00 WIB | Peristiwa | Politik/Hankam | Danjen Kopassus TNI-AD Mayjen TNI Lodewijk F. Paulus. (ANTARA) Ngamprah (ANTARA News) - Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Brigjen TNI Lodewijk F Paulus menyatakan, prajurit harus menjadikan tersebarnya video kekerasan yang dilakukan militer sebagai studi kasus sekaligus pelajaran berharga. "Prajurit Kopassus harus bisa menjunjung tinggi HAM," kata Lodewijk F Paulus kepada wartawan usai menutup Pelatihan Hukum Humaniter dan HAM untuk prajurit Kopassus di Pusdikpassus Batujajar Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jabar, Jumat. Oleh karena itu, kata dia, untuk mencegah terjadinya pelanggaran HAM, hukum humaniter dan HAM dimasukkan sebagai kurikulum bagi prajurit Kopassus. "Tuntutan terhadap pasukan Kopassus bukan hanya kepandaian dalam taktik berperang melainkan juga harus menjiwai hukum secara benar dan proporsional," kata Dia menjelaskan, pelaksanaan pelatihan hukum dan HAM itu tidak ada kaitannya dengan tersebarnya video kekerasan melainkan sebagai kegiatan rutin tahunan Kopassus. Kegiatan yang dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman terhadap hukum dan HAM bagi prajuritnya itu, kata dia, telah diselenggarakan sejak 2001. Menurut Lodewijk, prajurit Kopassus diharuskan tidak hanya bertempur dengan baik tapi juga harus benar agar tidak ada lagi kekerasan dan pelanggaran HAM yang dilakukan prajurit Kopassus. "Setiap materi yang telah diajarkan dalam pelatihan harus bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan ditularkan kepada prajurit lainnya sehingga dalam menjalankan tugasnya ada kesatuan visi," tandasnya. Sementara itu, Kepala Hukum Kopassus Letkol Chk I Nyoman Suparta menerangkan, kegiatan pelatihan itu diselenggarakan bagi seluruh prajurit yang ada di kesatuan Kopassus. Pelatihan yang ditutup Jumat, diikuti 48 prajurit. Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama Fadilah Rusdi Rizki Law Office dan Pusat HAM Norwegia (NCHR) "Dalam pelaksanaannya acara ini dipantau langsung oleh Komisi Nasional Hak Azasi Manusia. Komnas HAM memantau pelaksanaan metode yang kita gunakan dalam pelatihan ini," katanya.(*) (ANT-215/C/s018/r009) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
